Pandemi Virus Corona Sebabkan Insomnia, Ahli Sarankan Lakukan Ini!

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Minggu, 16 Januari 2022 | 15:42 WIB
Pandemi Virus Corona Sebabkan Insomnia, Ahli Sarankan Lakukan Ini!
Ilustrasi tidur tidak berkualitas (freepik/Jcomp)

Suara.com - Pandemi virus corona Covid-19 telah membuat banyak orang mengalami kesulitan tidur malam. Kondisi ini bisa disebut sebagai Covid-somnia, yakni insomnia akibat virus corona Covid-19.

Menurut American Academy of Sleep Medicine, penderita insomnia dapat meningkatkan kualitas tidur mereka dengan memahami kebiasaan yang menyebabkan kesulitan tidur di malam hari.

“Stres dan isolasi akibat pandemi virus corona dan aktivitas fisik yang menurun selama pandemi itulah yang membuat seseorang kesulitan tidur atau insomnia," kata aniel J. Buysse, profesor psikiatri di Fakultas Kedokteran Universitas Pittsburgh dikutip dari Fox News.

Sebuah survei tahun 2021 telah mempelajari 2.006 orang dewasa secara online, menemukan lebih dari 50 persen orang Amerika mengalami kesulitan tidur selama pandemi virus corona Covid-19.

Di antara mereka yang mengalami gangguan tidur, keluhan paling umum adalah kesulitan tidur dengan 46 persen responden kurang tidur malam dan 36 persen orang mengalami gangguan mimpi.

Ilustrasi Tidur (freepik.com)
Ilustrasi Tidur (freepik.com)

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mendefinisikan insomnia sebagai ketidakmampuan untuk memulai atau mempertahankan tidur, yang bisa membuat orang bangun lebih awal dari biasanya.

Salah satu hal yang menyebabkan seseorang terjaga di malam hari adalah tidur siang yang berlebihan sehingga kita tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Tapi, ada pula masalah medis yang bisa mengakibatkan gangguan tidur, termasuk diabetes, obesitas, dan tekanan darah tinggi serta disfungsi kognitif dan mood.

Sebelum seseorang didiagnosis menderita insomnia, CDC merekomendasikan untuk mencatat efek samping obat, masalah penyakit, depresi atau masalah medis lain.

baca juga

Menurut para ahli tidur, orang dewasa harus mencoba tidur antara 7 hingga 9 jam setiap hari di malam hari.

"Ada dua hal penting yang perlu dipastikan ketika bangun tidur adalah bahwa Anda bisa tidur nyenyak sepanjang malam dan kualitas tidur Anda cukup baik semalam," kata Dr Elie G. Aoun, kecanduan dan psikiater forensik di Universitas Columbia.

Salah satu alasan utama banyak orang mengalami kesulitan tidur adalah kecemasan antisipatif, di mana seseorang ingin tidur tetapi mulai khawatir mereka akan benar-benar tidur nyenyak atau tidak.

Dr Elie mengatakan satu-satunya cara membantu orang-orang dalam kondisi ini agar tidur nyenyak adalah tetaplah berada di tempat tidur dan memejamkan mata untuk masuk ke dalam fase tidur.'

Di sisi lain, kesulitan tidur nyenyak dan kualitas tidur yang buruk juga bisa disebabkan oleh kecemasan. Misalnya, Anda kesulitan tidur nyenyak akibat cemas terhadap kejadian di siang hari atau esok harinya.

Pikiran Anda terus memproses semua itu dan stres akan mulaiu memicu kecemasan. Hal inilah yang membuat seseorang sering insomnia, terbangun tengah malam dan kelelahan di pagi hari.

Ia pun memberi tahu bahwa cara yang disebutkan di atas tadi mampu membantu menjernihkan pikiran sebelum tertidur dan meningkatkan kualitas tidur.

"Jika tidak berhasil, beberapa obat bisa membantunya, khususnya pada pasien dengan riwayat trauma atau PTSD (gangguan stres pasca trauma)," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli: Varian Omicron Terbukti Bisa Bertindak sebagai Vaksin Covid-19 Alami

Ahli: Varian Omicron Terbukti Bisa Bertindak sebagai Vaksin Covid-19 Alami

Health | Minggu, 16 Januari 2022 | 14:00 WIB

Vitamin D Cukup Bisa Lindungi Diri dari Virus Corona Covid-19, Ini Sebabnya!

Vitamin D Cukup Bisa Lindungi Diri dari Virus Corona Covid-19, Ini Sebabnya!

Health | Minggu, 16 Januari 2022 | 13:15 WIB

Benarkah Senyawa Ganja Efektif Lawan Virus Corona Covid-19? Ini Kata Ahli!

Benarkah Senyawa Ganja Efektif Lawan Virus Corona Covid-19? Ini Kata Ahli!

Health | Minggu, 16 Januari 2022 | 12:26 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×