Varian Omicron Merajalela: Rumah Sakit di Brasil Penuh, Jepang Perketat Pembatasan Sosial

M. Reza Sulaiman

Kamis, 20 Januari 2022 | 04:05 WIB
Varian Omicron Merajalela: Rumah Sakit di Brasil Penuh, Jepang Perketat Pembatasan Sosial
Ilustrasi Covid-19. (Pexels)

Suara.com - Dampak meningkatnya kasus COVID-19 varian Omicron membuat negara-negara dunia kewalahan, termasuk Jepang dan Brasil.

Brasil melaporkan rekor 137.103 kasus baru COVID-19 dalam 24 jam terakhir ketika varian Omicron menyebar di negara Amerika Selatan itu.

Kementerian Kesehatan Brasil juga melaporkan angka kematian yang bertambah 351 pada Selasa, jumlah tertinggi sejak pertengahan November.

Omicron semakin menjadi varian dominan di negara itu. Kasus-kasus baru telah melonjak di atas rekor kasus harian sebelumnya yang mencapai 115.228 pada 23 Juni tahun lalu.

Ilustrasi rumah sakit horor (pixabay)
Ilustrasi rumah sakit horor (pixabay)

Selama pandemi, Brasil telah melaporkan 23.211.894 kasus dan 621.517 kematian, menurut data pemerintah. Angka kematian akibat COVID-19 itu menjadi yang terbanyak ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Rusia, menurut perhitungan Reuters.

Sebaran Omicron kembali membuat penuh rumah sakit di Brasil. Kondisi itu mendorong pemerintah untuk menyediakan lebih banyak ranjang perawatan dan mengerahkan lebih banyak staf medis, meskipun Omicron dianggap kurang ganas ketimbang varian-varian sebelumnya.

Hampir 70 persen penduduk Brasil telah divaksinasi penuh. Negara itu pekan ini mulai memvaksinasi anak usia 5-11 tahun, meskipun mendapat tentangan dari Presiden Jair Bolsonaro yang skeptis terhadap vaksin.

Sementara di Jepang, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida akan memperluas aturan pengendalian COVID-19 hingga mencakup setengah dari populasinya karena varian Omicron mendorong jumlah kasus baru ke tingkat tertinggi.

Langkah-langkah yang disebut kuasi-darurat itu membolehkan gubernur untuk memberlakukan pembatasan mobilitas dan bisnis, termasuk jam buka bar dan restoran yang lebih singkat serta larangan penjualan alkohol.

baca juga

Aturan yang sudah diterapkan di tiga wilayah itu akan diperluas ke Tokyo dan 12 prefektur lainnya mulai Jumat hingga 13 Februari 2022.

Jepang mencatatkan lebih dari 32.000 kasus baru COVID-19 pada Selasa, menurut data media penyiaran NHK.

Angka tersebut melampaui jumlah tertinggi pada Agustus tak lama setelah Tokyo menjadi tuan rumah Olimpiade musim panas.

Prefektur di barat, Osaka, mencatat rekor 5.396 kasus baru, sementara Tokyo memiliki 5.185 kasus, angka tertinggi sejak 21 Agustus 2021.

Omicron lebih menular namun tidak seganas varian-varian COVID-19 sebelumnya.

Meski begitu, para ahli kesehatan masyarakat khawatir gelombang Omicron dapat membuat sistem perawatan kesehatan kewalahan.

Jepang sudah menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada sekitar 80 persen populasinya, tetapi program suntikan penguat (booster) baru saja dimulai.

Negara itu bulan ini mengumumkan pembatasan kuasi-darurat di tiga wilayah yang menampung fasilitas militer AS setelah wabah Omicron di pangkalan itu tampaknya telah menyebar ke komunitas di sekitarnya.

Tingkat keterisian ranjang rumah sakit untuk pasien COVID-19 di Tokyo naik menjadi 23,4 persen pada Selasa. Jika angkanya meningkat hingga 50 persen dipastikan Jepang akan memberlakukan darurat penuh, kata pejabat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Zico Ingatkan Timnas Brasil Waspadai Kekuatan Jepang di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Zico Ingatkan Timnas Brasil Waspadai Kekuatan Jepang di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:00 WIB

Nijiro Murakami Terseret Dugaan Penganiayaan, Kasus Dilimpahkan ke Jaksa

Nijiro Murakami Terseret Dugaan Penganiayaan, Kasus Dilimpahkan ke Jaksa

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:10 WIB

Tak Terkalahkan! Jepang Lolos 32 Besar dan Tegaskan Kekuatan Terbaik Asia

Tak Terkalahkan! Jepang Lolos 32 Besar dan Tegaskan Kekuatan Terbaik Asia

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:45 WIB

Brasil Tangguh! Timnas Futsal Indonesia U-17 Digelontor Sembilan Gol di Spanyol

Brasil Tangguh! Timnas Futsal Indonesia U-17 Digelontor Sembilan Gol di Spanyol

Bola | Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:40 WIB

Jelang Jepang vs Brasil, Zion Suzuki: Kami Bawa Modal Tak Terkalahkan

Jelang Jepang vs Brasil, Zion Suzuki: Kami Bawa Modal Tak Terkalahkan

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:20 WIB

Tebar Ancaman ke Brasil di 32 Besar Piala Dunia 2026, Hajime Moriyasu: Jepang Punya Peluang Menang

Tebar Ancaman ke Brasil di 32 Besar Piala Dunia 2026, Hajime Moriyasu: Jepang Punya Peluang Menang

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:05 WIB

Relokasi Dua Pabrik Jepang ke Vietnam Ditunda, Ancaman PHK Massal Ribuan Buruh Mereda

Relokasi Dua Pabrik Jepang ke Vietnam Ditunda, Ancaman PHK Massal Ribuan Buruh Mereda

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:25 WIB

Menjaga Nostalgia, Merangkul Semua: Upaya Orutaku Club Agar Tetap Inklusif

Menjaga Nostalgia, Merangkul Semua: Upaya Orutaku Club Agar Tetap Inklusif

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:45 WIB

Jepang Penjaga Marwah Asia: 11 Pertandingan Tak Terkalahkan Lawan Tim Eropa

Jepang Penjaga Marwah Asia: 11 Pertandingan Tak Terkalahkan Lawan Tim Eropa

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:10 WIB

Yuto Nagatomo Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Jadi Pemain Asia Pertama Tampil di 5 Edisi

Yuto Nagatomo Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Jadi Pemain Asia Pertama Tampil di 5 Edisi

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:08 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×