5 Efek Samping Berhenti Makan Roti Gandum, Tubuh Malah Bakal Alami Hal Ini

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 31 Januari 2022 | 16:06 WIB
5 Efek Samping Berhenti Makan Roti Gandum, Tubuh Malah Bakal Alami Hal Ini
Ilustrasi roti gandum. (Pixabay/x120571476)

Suara.com - Kebanyakan orang akan menghindari roti dan karbohidrat lainnya ketika akan menjalani pola makan sehat.

Bila Anda menghindari makan roti putih, langkah ini bisa membantu menurunkan berat badan. Tapi, berhenti makan roti gandum justru membuat kita kehilangan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Berikut ini dilansir dari Bright Side, efek samping berhenti makan roti gandum

1. Kram kaki

Saat Anda berhenti makan roti sepenuhnya. Anda mungkin akan mengalami efek samping tidak menyenangkan. Padahal, roti dan karbohidrat penuh lainnya memang harus ditinggalkan bila Anda ingin menjalani diet keto.

Tapi, Anda harus siap mengalami kram kaki sebagai efek sampingnya. Kontraksi yang menyakitkan ini biasanya terjadi pada malam hari dan dapat berlangsung beberapa detik hingga menit.

Sebab, roti mengandung elektrolit yang tinggi. Ketika tubuh Anda tidak mendapatkan cukup nutrisi penting ini, itu dapat menyebabkan kejang otot.

Ilustrasi kram kaki (Pixabay dari Pexels)
Ilustrasi kram kaki (Pixabay dari Pexels)

2. Kelelahan

Roti putih bukanlah satu-satunya pilihan untuk mendapatkan asupan karbohidrat. Anda juga bisa mengonsumsi gandum utuh atau roti gandum dalam jumlah sedang agar tubuh lebih berenergi.

Karena, roti gandum kaya akan serat, zat besi, dan magnesium. Makanan ini akan membantu Anda merasa kenyang dan berenergi.

Bahkan, makanan ini bisa membantu Anda mendapatkan energi dalam jumlah cukup untuk berolahraga setelah sibuk bekerja. Karena itu, tidak mengonsumsi roti sama sekali mungkin akan membuat Anda merasa kelelahan.

3. Sulit buang air besar

Tidak makan gandum utuh atau roti gandum hitam bisa menyebabkan Anda kesulitan buang air besar. Karena, roti gandum utuh yang tinggi serat bisa membantu pencernaan dan terbukti bekerja lebih baik daripada obat pencahar.

4. Perubahan suasana hati

Tidak makan roti sama sekali juga bisa mempengaruhi perubahan suasana hati. Sebab, makan karbohidrat melepaskan zat kimia yang disebut serotonin, yang bertanggung jawab untuk membuat Anda merasa baik dan menekan nafsu makan Anda. Artinya, makan karbohidrat bisa membantu meningkatkan mood Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketahui Penyebab Kram Perut, Tak Cuma Gangguan dengan Saluran Pencernaan

Ketahui Penyebab Kram Perut, Tak Cuma Gangguan dengan Saluran Pencernaan

Health | Selasa, 18 Januari 2022 | 14:50 WIB

Sudah Berekspektasi Tinggi saat Dapat Roti Murah Meriah, Pas Dibuka Isinya Bikin Kecewa

Sudah Berekspektasi Tinggi saat Dapat Roti Murah Meriah, Pas Dibuka Isinya Bikin Kecewa

Lifestyle | Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:30 WIB

Penyebab dan Solusi untuk Kaki Kram saat Tidur

Penyebab dan Solusi untuk Kaki Kram saat Tidur

Health | Selasa, 11 Januari 2022 | 12:14 WIB

Terkini

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB