Sejumlah Infeksi Virus Dapat Menyebabkan Kanker, Salah Satunya Hepatitis B dan C

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 07 Februari 2022 | 11:47 WIB
Sejumlah Infeksi Virus Dapat Menyebabkan Kanker, Salah Satunya Hepatitis B dan C
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

Suara.com - Virus tidak hanya dapat menyebabkan infeksi, tetapi juga kanker. Satu per lima atau hampir 20% kanker di seluruh dunia disebabkan oleh virus.

Menurut The Conversation, virus tidak secara langsung menyebabkan kanker. Virus dapat 'mengajarkan' sel-sel yang 'diambil alih' untuk kabur dari proses biologis alami kematian sel.

Strategi tersebut dapat membuat sel mengalami perubahan genetik yang dapat menyebabkan kanker besar-besaran di tahun-tahun berikutnya.

Berikut beberapa virus yang menyebabkan kanker:

- Human papillomavirus (HPV) menyebabkan kanker serviks
- Epstein-Barr virus menyebabkan kanker kelenjar getah bening
- Human T-lymphotropic virus menyebabkan kanker darah leukemia sel T dewasa
- Kaposi sarcoma-associated herpesvirus menyebabkan sarkoma kaposi, atau kanker yang berasal dari sel endotel
- Merkel cell polyomavirus dapat menyebabkan salah satu jenis tumor neuroendokrin, yakni karsinoma sel Merkel
- Virus Hepatitis B dan C dapat menyebakan karsinoma hepatoseluler

Semua virus yang ada dikategorikan ke dalam satu satu dari 22 jenis keluarga yang berbeda. Lima dari keluarga tersebut dapat 'bertahan' di dalam tubuh.

Ilustrasi virus (Pixabay).
Ilustrasi virus (Pixabay).

Jadi, ketika sudah menginfeksi seseorang, virus tersebut akan tetap berada di dalam tubuh orang itu seumur hidup dalam keadaan tidak aktif.

Misalnya saja virus herpes yang menyebabkan cacar air pada anak-anak dan dapat muncul kembali kelak sebagai herpes zoster.

Kemampuan untuk bertahan hidup dalam jangka panjang itu membantu virus menyebar dari orang ke orang.

Lima virus pertama dari daftar di atas merupakan anggota keluarga virus persisten, yang mengajarkan sel untuk menghindari kematian sehingga dapat tumbuh.

Sementara dua virus lainnya termasuk keluarga hepadna dan falvi. Kebanyakan orang yang terinfeksi virus hepatitis mampu melawan infeksi melalui kekebalan sendiri.

Tetapi pada orang yang tidak mampu, infeksi jangka panjang dari virus seringnya menyebabkan kerusakan hati dan kanker hati yang disebut karsinoma hepatoseluler.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Kanker Sedunia: Kenali 7 Buah Sumber Gula yang Baik untuk Pasien Kanker

Hari Kanker Sedunia: Kenali 7 Buah Sumber Gula yang Baik untuk Pasien Kanker

Health | Senin, 07 Februari 2022 | 09:16 WIB

Hits Kesehatan: Viral Penyebab Ketiak Bengkak, Kanker Ovarium Sebabkan Perubahan Menstruasi?

Hits Kesehatan: Viral Penyebab Ketiak Bengkak, Kanker Ovarium Sebabkan Perubahan Menstruasi?

Health | Senin, 07 Februari 2022 | 08:52 WIB

Awalnya Dikira Stres oleh Dokter, Ternyata Perubahan Menstruasi Wanita Ini Disebabkan Kanker Ovarium

Awalnya Dikira Stres oleh Dokter, Ternyata Perubahan Menstruasi Wanita Ini Disebabkan Kanker Ovarium

Health | Senin, 07 Februari 2022 | 08:30 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB