• Saat buang air besar anus berdarah atau keluar bercak darah
• Darah merah segar yang disebakan fisura keluar terpisah dengan feses.
• Nyeri ringan hingga parah selama proses buang air besar
• Nyeri pada anus dan sekitar panggul setelah buang air besar yang dapat berlangsung hingga beberapa jam
• Terasa gatal dan iritasi di sekitar anus
• Terlihat retak kulit di sekitar anus
• Terdapat benjolan kecil atau skin tag pada kulit di sekitar fisura ani
Penyebab Fisura Ani
Fisura ani dapat terjadi karena trauma pada anus dan juga saluran anus akibat mengejan terlalu keras saat buang air besar. Kondisi akan semakin parah apabila tinja atau fases yang dikeluarkan berukuran cukup besar dan keras.
Selain disebabkan hal di atas, berikut ini penyebab lain fisura ani:
1. Konstipasi Kronis
Konstipasi kronis atau kesulitan buang air besar membuat Anda akan mengejan lebih keras dan dapat menyebabkan luka atau robekan disekitar anus.
2. Diare Berkepanjangan
Mengalami diare yang bekerpanjangan juga akan menyebabkan fisura ani. Karena tubuh akan lebih sering mengejan sehingga potensi anus terluka akan sangat besar.
3. Seks Anal
Seks anal atau berhubungan badan dengan memasukkan penis ke dalam anus sangat beresiko menyebabkan fisura ani.
4. Melahirkan
Pada saat melahirkan seorang ibu akan mengejan sekuat tenaga untuk mengeluarkan bayinya dari rahim. Oleh karena itu, anus akan berpotensi trauma hingga robek.
5. Memasukkan Benda Asing ke Anus
Penyebab fisura ani yang terakhir yaitu memasukkan benda asing ke dalan anus. Karena pada dasarnya anus merupakan bagian sensitif pada tubuh, sehingga rentan terhadap luka atau robekan jika dimasukkan benda asing.
Itulah tadi ulasan mengenai fisura ani adalah jenis penyekit apa? Pengertian, gejala dan penyebabnya. Jika Anda mengelami gejala yang disebutkan di atas dan tidak kunjung sembuh dalan 1 minggu, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Semoga menambah pengetahuan!