Masker Sudah Jadi Budaya untuk Lawan Covid-19

Liberty Jemadu

Senin, 04 Juli 2022 | 22:30 WIB
Masker Sudah Jadi Budaya untuk Lawan Covid-19
Masyarakat berjalan di pedestrian di kawasan Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (17/5/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengatakan bahwa penggunaan masker sudah menjadi budaya untuk mencegah semakin meluas penularan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

“Sebetulnya itu kebijakan pelonggaran namanya. Karena COVID-19 kita (sebelumnya, red.) sudah terkendali, positivity rate itu juga di bawah lima persen kemudian tingkat masuk rumah sakit (BOR) atau hospitalisasinya di bawah lima persen dan seterusnya,” katanya dalam Siaran Sehat Bersama Dokter Reisa yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin.

Menanggapi apakah pemerintah akan mengkaji ulang kebijakan pelonggaran pemakaian masker di tempat terbuka, ia menuturkan saat ini belum ada perubahan terkait aturan tersebut, meskipun telah terjadi fenomena fluktuasi kasus COVID-19 di Indonesia.

Jumlah kasus pada bulan Juni 2022 bahkan mencetak angka tertingginya yakni 2.000 kasus lebih.

Bahkan berdasarkan data yang dirinya miliki, 87 persen varian COVID-19 yang mendominasi kini adalah sub-varian BA.5.

Walaupun sebelumnya Presiden RI Joko Widodo memberikan pelonggaran untuk membuka masker di ruang terbuka, dengan situasi yang sedang tidak menentu, Syahril menyarankan agar pemakaian masker kembali diperketat, termasuk pengetatan pada kebijakan-kebijakan dalam syarat perjalanan ataupun syarat menyelenggarakan suatu pertemuan.

Sebab, katanya, sudah menjadi kebutuhan setiap orang untuk menggunakan masker sebagai bentuk perlindungan diri dan orang-orang di lingkungan sekitar dari berbagai penyakit menular.

Artinya, katanya, setiap individu perlu memahami bahwa budaya hidup sehat kini sudah tak lagi menjadi kewajiban setiap individu, melainkan menjadi sebuah kebutuhan guna terhindar dari COVID-19 maupun penyakit menular lainnya.

Penggunaan masker yang benar dan tepat di atas hidung tersebut, juga perlu diimbangi dengan rajin mencuci tangan dan menjauhi kerumunan yang berpotensi membuka peluang terjadinya penularan.

baca juga

Vaksinasi COVID-19 juga perlu dijalankan agar antibodi tetap terbentuk dan dapat melawan virus.

Dia mengatakan vaksin dapat mencegah terjadinya gejala berat pada orang yang terinfeksi.

Cakupan vaksinasi COVID-19 dosis pertama yang sudah mencapai 96,1 persen, kemudian dosis kedua atau lengkap 81,3 persen, dan dosis penguat sekitar 24 persen saat ini, katanya, harus lebih ditingkatkan lagi.

“Kita kena boleh kita infeksi karena kita susah untuk menghindar, kalau terjadi penularan itu tapi juga dengan vaksinasi, itu memberikan kekuatan pada kita agar tidak jatuh sakit yang lebih berat,” kata dia.

Syahril turut menekankan bila kebijakan pemerintah terkesan memang berubah-ubah karena adanya pelonggaran-pengetatan yang dilakukan.

Namun, katanya, hal itu semua dilakukan dengan mengikuti perkembangan kasus COVID-19 supaya seluruh masyarakat tidak terkena penularan virus.

“Itu semua adalah upaya untuk melindungi masyarakat. Bukan untuk memaksa masyarakat tapi untuk melindungi bagi orang itu maupun orang lain,” kata dia. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Clay Mask untuk Mencerahkan Wajah Kusam, Ampuh Angkat Kotoran dan Mudah Dibilas

5 Clay Mask untuk Mencerahkan Wajah Kusam, Ampuh Angkat Kotoran dan Mudah Dibilas

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:05 WIB

5 Rekomendasi Masker Wajah untuk Mencerahkan Kulit Kusam, Wajah Auto Mulus dan Glowing

5 Rekomendasi Masker Wajah untuk Mencerahkan Kulit Kusam, Wajah Auto Mulus dan Glowing

Lifestyle | Jum'at, 05 Juni 2026 | 13:03 WIB

Setelah Masker Wajah Apakah Perlu Cuci Muka Pakai Face Wash? Ketahui Panduannya

Setelah Masker Wajah Apakah Perlu Cuci Muka Pakai Face Wash? Ketahui Panduannya

Lifestyle | Jum'at, 05 Juni 2026 | 07:56 WIB

5 Masker Rambut yang Ampuh Atasi Rambut Rusak untuk Wanita Berhijab

5 Masker Rambut yang Ampuh Atasi Rambut Rusak untuk Wanita Berhijab

Your Say | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:00 WIB

Bye Belang! 4 Peel Off Mask Niacinamide Solusi Wajah Cerah Merata dan Halus

Bye Belang! 4 Peel Off Mask Niacinamide Solusi Wajah Cerah Merata dan Halus

Your Say | Senin, 01 Juni 2026 | 15:15 WIB

Bye Telapak Kasar! 4 Masker Tangan Korea untuk Kulit Halus dan Lembap

Bye Telapak Kasar! 4 Masker Tangan Korea untuk Kulit Halus dan Lembap

Your Say | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:25 WIB

4 Masker Wajah Indomaret untuk Atasi Jerawat dan Cerahkan Kulit Wajah

4 Masker Wajah Indomaret untuk Atasi Jerawat dan Cerahkan Kulit Wajah

Lifestyle | Senin, 25 Mei 2026 | 19:10 WIB

5 Gel Mask Korea dengan Kolagen untuk Menjaga Kulit Tetap Lembap dan Plumpy

5 Gel Mask Korea dengan Kolagen untuk Menjaga Kulit Tetap Lembap dan Plumpy

Your Say | Minggu, 24 Mei 2026 | 07:50 WIB

Tumit Pecah-pecah? Ini 5 Masker Kaki Korea yang Bikin Kulit Lembut Bak Bayi

Tumit Pecah-pecah? Ini 5 Masker Kaki Korea yang Bikin Kulit Lembut Bak Bayi

Your Say | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:35 WIB

Warga Uganda Dilarang Saling Jabat Tangan, Alasannya Bikin Ngeri

Warga Uganda Dilarang Saling Jabat Tangan, Alasannya Bikin Ngeri

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:17 WIB

Terkini

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB