Tanya Dokter: Kenapa Sikat Gigi Pagi Harus Setelah Sarapan, Dok?

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Senin, 19 September 2022 | 08:22 WIB
Tanya Dokter: Kenapa Sikat Gigi Pagi Harus Setelah Sarapan, Dok?
Ilustrasi sikat gigi (Elements Envato)

Suara.com - Kebersihan gigi dan mulut sangat penting dijaga salah satunya dengan menyikat gigi minimal dua kali dalam sehari. Sayangnya, meskipun kebanyakan masyarakat Indonesia sudah sikat gigi dua kali sehari, tapi 97,2 persen di antaranya masih salah dalam memilih waktu sikat gigi, data Riskesdas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2018.

Kemenkes mencatat, hanya 2,8 persen orang di Indonesia yang menyikat gigi saat waktu yang tepat, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. 

Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) drg. Usman Sumantri menjelaskan kenapa sikat gigi penting dilakukan saat dua waktu tersebut.

Kenapa baru sikat gigi setelah sarapan, dok?

Ilustrasi sikat gigi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi sikat gigi. (Sumber: Shutterstock)

Memang ada yang masih bermasalah dari cara mengikat gigi masyarakat kita. Kalau mandi, dia sikat gigi, baru makan. Itu yang bikin gigi berlubang, karena delapan jam itu makanan sudah bersifat asam, dia merusak email gigi.

Bagaimana cara menyikat gigi yang benar, dok?

Jadi sikat gigi per regional. Sikat gigi bagian kiri atas, pindah ke dalam. Jadi juga per segmen itu kira-kira 20 detik. Tapi paling masalah bagian depan, itu harusnya ditarik, diangkat dengan ujung sikat gigi. Minimal keseluruhan 2 menit sikat gigi. Itu kita harap semua sudah bersih.

Apa efek kesehatan gigi jika tidak dirawat apa, dok?

Ini yang masih orang belum banyak tahu efek dari gigi tidak terawat. Misalnya gangren yang mati, gigi itu tidak dirawat  bisa menyebabkan bakteri ke jantung, ginjal. Itu sudah banyak kasus tersebut. Makanya kalau kita melakukan pembedahan di rumah sakit, giginya harus diperiksa dulu. Ada yang gangren atau nggak, kalau nggak dicabut. Karena nanti bisa penularan kemana-mana, apalagi kalau operasi.

baca juga

Karena itu interkolaborasi antar dokter pelayanan itu sangat penting. Interkolaborasi itu dokter bedah melakukan operasi, dokter gigi gimana sudah beres atau belum anastesinya.

Gigi berlubang bisa jadi kanker mulut, dok?

Bisa jadi, terutama perokok. Kebiasaan merokok itu menyebabkan rangsangan terjadi cancer dan bahan kimia lain.

Masalah gigi di Indonesia saat ini seperti apa?

Anak-anak sekarang 8,6 persen di bawah usia 12 tahun itu alami karies, gigi hilang sebelum waktunya, dan ditambal sebelum waktunya. Terutama karies, 70 persen masyarakat Indonesia itu karies atau gigi berlubang yang sebenarnya bisa dicegah. Itu sayang, banyak menyerang anak-anak kita yang di bawah 12 tahun, giginya belum permanen semua. 

Gigi geraham yang pertama muncul itu jadi kunci, itu sering rusak. Itu jadi masalah. Kalau gigi itu rusak, usia 6-7 tahun sudah tumbuh, lalu usia 12 tahun rusak, dia akan mempengaruhi pertumbhhan gigi lain. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada 240-an, Dokter Gigi di Balikpapan Diklaim Terbanyak di Bumi Mulawarman

Ada 240-an, Dokter Gigi di Balikpapan Diklaim Terbanyak di Bumi Mulawarman

Kaltim | Minggu, 18 September 2022 | 17:30 WIB

Lezatnya Sarapan Warga Korea Selatan

Lezatnya Sarapan Warga Korea Selatan

Selebtek | Sabtu, 17 September 2022 | 22:22 WIB

Sesuaikan Menu Sarapan dengan Jenis Aktivitas, Begini Penjelasan Ahli Gizi

Sesuaikan Menu Sarapan dengan Jenis Aktivitas, Begini Penjelasan Ahli Gizi

Jawa Tengah | Minggu, 18 September 2022 | 06:00 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×