KLB Polio di Aceh Sudah Diprediksi, IDAI: Masyarakat Belum Paham Kalau Berbahaya

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Minggu, 20 November 2022 | 16:40 WIB
KLB Polio di Aceh Sudah Diprediksi, IDAI: Masyarakat Belum Paham Kalau Berbahaya
Ilustrasi virus Polio. [Shutterstock]

Suara.com - Kejadian luar biasa (KLB) polio di Aceh sudah diprediksi akan terjadi. Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K)., mengatakan bahwa kejadian itu terjadi akibat menurunnya cakupan vaksinasi rutin anak-anak selama pandemi Covid-19. 

"Sebetulnya ini sesuai dengan prediksi bahwa ketika cakupan imunisasi menurun, maka penyakitnya akan semakin menular," kata dokter Piprim usai acara Pekan Ilmiah Tahunan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) di Hotel Shangrila, Jakarta, Minggu (20/11/2022).

Walaupun Kementerian Kesehatan telah lakuan program Bulan Imunisasi Anak Indonesia (BIAN) sejak Mei 2022 menurut dokter Piprim program tersebut gagal. BIAN itu dimaksudkan untuk mengejar cakupan imunisasi wajib anak yang sempat terhambat selama dua tahun pandemi Covid-19. 

Ilutrasi (Shutterstock)
Ilutrasi (Shutterstock)

Dokter Piprim melihat masih banyak juga masyarakat yang belum paham bahwa penyakit polio berbahaya. Sehingga enggan untuk membawa anaknya imunisasi. 

"Ini siklusnya, kalau imunisasi tinggi, penyakit berbahaya gak ada. Masyarakat itu gak percaya vaksin bisa cegah penyakit itu," imbuhnya. 

Efek samping vaksin juga status kehalalannya masih jadi persoalan bagi masyarakat. Itu sebabnya, dokter Piprim meminta pihak lain, termasuk pemuka agama juga ikut aktif mengajak masyarakat agar mau membawa anaknya imunisasi.

Ia memberikan contoh apa yang oernah terjadi di Nigeria pada 2003, ketika itu majelis ulama di sana mengharamkan pemberian polio tetes karena diisukan ada campuran virus HIV. Pelarangan itu terjadi sampai setahun.  

Akibatnya, pada 2004-2005 wabah polio terjadi di 20 negara di Asia dan Afrika. Juga terjadi banyak kelumpuhan, termasuk di Indonesia.

"Dalam sepanjang pengetahuan kami, gak semua daerah cakupan (imunisasi) rendah. Tapi Aceh, Sumbar, dan Riau, itu alasannya harus halal baru mau. Ini memang IDAI gak bisa, wewenang di MUI atau pemda. Tapi fokus IDAI, bagaimana tahu betul bahaya penyakit sehingga konsen dengan vaksinasi. Kalau gak kenal penyakitnya, seberapa bahaya, maka akan anggap sepele," tuturnya.

"Jadi saya kira harus kerja sama lintas sektor dari Pemda dan majelis ulamanya untuk mengedukasi masyarakat," pungkas dokter Piprim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Kabupaten Ini Beresiko Terkena Polio

Ratusan Kabupaten Ini Beresiko Terkena Polio

| Minggu, 20 November 2022 | 15:34 WIB

Tingkat Vaksin Rendah Jadi Biang Kerok KLB Polio di Aceh

Tingkat Vaksin Rendah Jadi Biang Kerok KLB Polio di Aceh

Health | Minggu, 20 November 2022 | 09:30 WIB

Temuan Satu Kasus Di Aceh, Kemenkes Tetapkan KLB Polio Di Indonesia

Temuan Satu Kasus Di Aceh, Kemenkes Tetapkan KLB Polio Di Indonesia

| Sabtu, 19 November 2022 | 19:59 WIB

Terkini

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB