Mengenal Tradisi Bau Nyale di Lombok, Kandungan Gizinya Tinggi?

Sumarni

Sabtu, 11 Februari 2023 | 08:00 WIB
Mengenal Tradisi Bau Nyale di Lombok, Kandungan Gizinya Tinggi?
Ribuan warga memadati Pantai Seger, Desa Kuta Mandalika. Mengikuti tradisi Bau Nyale, Senin dini hari (21/2/2022) [Suara,com/Lalu M Helmi Akbar]

Suara.com - Tradisi Bau Nyale menjadi salah satu momen yang begitu dinantikan oleh masyarakat Nusa Tenggara Barat, khususnya bagi suku Sasak.

Nyale sendiri merupakan cacing warna-warni yang muncul di pinggir laut. Tahun ini, kemunculan Bau Nyale alias tangkap cacing laut ditetapkan jatuh pada 10 Februari 2023 dan 11 Febaruari 2023.

Pantauan Suara.com pada Jumat (10/2/2023) dini hari, masyarakat sekitar Mandalika sudah berbondong-bondong menuju pantai buat berburu nyale.

Biasanya, nyale yang sudah dikumpulkan ini akan dimasak lalu dimakan.

dr. Nurul Ratna Mutu Manikam selaku Dokter Spesialis Gizi Klinik [Dok. Danone Indonesia]
dr. Nurul Ratna Mutu Manikam selaku Dokter Spesialis Gizi Klinik [Dok. Danone Indonesia]

Lantas bagaimana kandungan gizinya?

dr. Nurul Ratna Mutu Manikam selaku Dokter Spesialis Gizi Klinik pun angkat bicara mengenai kandungan gizi dari nyale.

"Nyale itu kan keanekaragaman hayati lokal sini yah. Memang dia kandungan proteinnya tinggi, kita nggak terlalu takut yang cacing laut karena dia munculnya sekali saja, sekali setahun," ucap Nurul Ratna dalam acara yang diadakan Danone di Novotel Lombok Resort & Villas.

"Kemudian dia juga munculnya dalam kondisi tertentu dan dipengaruhi oleh musim. Berbeda dengan cacing sungai dan cacing tanah. Kalau cacing tanah itu harus dihindari karena berbahaya, ada telornya dan bisa bikin kecacingan," sambungnya lagi.

Namun begitu, dia mengingatkan untuk tetap membersihkan nyale sedemikian rupa sebelum dimasak.

baca juga

"Tapi tetep nyale itu harus dibersihin, terus diolah sampai matang. Harus sampai matang. Soalnya kalau nggak, bakteri yang ada di situ, yang terkontaminasi itu jadinya, jadi penyakit diare," tuturnya.

Cara mengolah nyale yang tepat

Nurul Ratna menyebut nyale bisa dimasak sesuai selera. Entah itu digoreng ataupun dipepes.

"Sebetulnya apapun oke. Prinsipnya kalau makanan entah itu hewani atau apapun, kalau digoreng itu kan suhu tinggi di atas seratus banyak komponen yang rusak memang, secara umum yah. Saya nggak tahu nyale ini gimana," jelasnya.

Hanya saja, dia menyarankan sebaiknya nyale diolah menjadi pepes ataupun pakai santan agar kandungan gizinya tetap ada. Mengingat selain protein, cacing laut ini juga memiliki kandungan zat besi.

Masakan olahan nyale alias cacing laut yang populer di Lombok. [Suara.com/Sumarni]
Masakan olahan nyale alias cacing laut yang populer di Lombok. [Suara.com/Sumarni]

"Jadi kalau dilihat cara-cara itu, yang bagus itu pepes atau santan. Tapi ingat dengan proses pengolahan, zat besi dan protein itu bisa rusak yah. Tapi berapa persennya bisa diteliti lebih lanjut," kata Nurul Ratna.

Lalu bolehkan anak makan nyale?

Terkait ini, Nurul Ratna tidak mempermasalahkan. Asal si anak sudah menerima MPASI.

"Kalau anak begitu dia mengenal MPASI pertama yah. Jadi enam bulan ke atas itu sudah bisa. Karena kondisi ususnya sudah bisa menerima makanan padat. Cuma harus diblender atau gimanain lagi proses masaknya tetap harus diperhatikan," tutupnya mengakhiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi Suram, Aplikasi Pesan antar Makanan Zomato Undur Diri dari Indonesia

Ekonomi Suram, Aplikasi Pesan antar Makanan Zomato Undur Diri dari Indonesia

Bisnis | Jum'at, 10 Februari 2023 | 19:07 WIB

Awal Mula dan Kisah Bau Nyale di Lombok Yang Selalu Diperingati di Awal Tahun Sasak

Awal Mula dan Kisah Bau Nyale di Lombok Yang Selalu Diperingati di Awal Tahun Sasak

Bali | Jum'at, 10 Februari 2023 | 13:22 WIB

Resep Pie Coklat, Mudah Buat Sambut Hari Valentine

Resep Pie Coklat, Mudah Buat Sambut Hari Valentine

Purwokerto | Jum'at, 10 Februari 2023 | 12:30 WIB

Resep Pisang Strudel, Mudah dan Enak

Resep Pisang Strudel, Mudah dan Enak

Purwokerto | Jum'at, 10 Februari 2023 | 11:57 WIB

Kelezatan Khas Cianjur: 4 Makanan Wajib Dicoba Saat Berkunjung ke Kota Ini

Kelezatan Khas Cianjur: 4 Makanan Wajib Dicoba Saat Berkunjung ke Kota Ini

Cianjur | Jum'at, 10 Februari 2023 | 07:44 WIB

7 Rekomendasi Makanan yang Cocok untuk Dinikmati saat Hari Valentine

7 Rekomendasi Makanan yang Cocok untuk Dinikmati saat Hari Valentine

Your Say | Kamis, 09 Februari 2023 | 19:35 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×