Waspada! Infeksi Demam Berdarah Ternyata Bisa Berulang, Ini Faktanya

Riki Chandra Suara.Com
Selasa, 10 September 2024 | 07:10 WIB
Waspada! Infeksi Demam Berdarah Ternyata Bisa Berulang, Ini Faktanya
Ilustrasi DBD. [Pixabay]

Suara.com - Masih banyak masyarakat yang salah kaprah tentang demam berdarah dengue (DBD). Mereka menganggap bahwa setelah terinfeksi sekali, tubuh akan kebal.

Nyatanya, infeksi DBD bisa terjadi berulang karena adanya empat serotipe virus dengue, bahkan risiko terulangnya infeksi bisa lebih parah.

"Butuh langkah pencegahan yang lebih baik, salah satunya melalui vaksinasi DBD," kata dokter spesialis anak, dr. Buti A. Azhali, dikutip pada Senin (9/9/2024).

Vaksin DBD yang tersedia saat ini dapat diberikan kepada kelompok usia 6 hingga 45 tahun. Beberapa asosiasi medis, seperti Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), sudah merekomendasikan vaksin ini untuk mencegah risiko demam berdarah dengue pada kelompok usia tertentu.

Meski vaksinasi tersedia, perlindungan optimal hanya bisa dicapai jika dilakukan secara lengkap sesuai dosis yang dianjurkan.

"Untuk penggunaan vaksin bersamaan dengan vaksin lain, masyarakat harus berkonsultasi dengan dokter," katanya.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kementerian Kesehatan RI, Anas Ma'ruf mengatakan, Indonesia menghadapi beban yang signifikan akibat DBD, dengan ribuan kasus dilaporkan setiap tahunnya.

Pemerintah telah menyusun strategi nasional untuk memerangi penyakit ini, termasuk melalui penguatan surveilans, pengendalian vektor, dan pemberdayaan masyarakat.

"Melalui Strategi Nasional Pengelolaan Dengue 2021-2025, kami menargetkan penurunan angka kesakitan dan kematian akibat demam berdarah dengue," kata Anas.

Data Kementerian Kesehatan RI mencatat, hingga minggu ke-33 tahun 2024, tercatat 181.079 kasus DBD dengan 1.079 kematian di Indonesia.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan keseluruhan kasus tahun 2023, yang mencapai 44.438 kasus dan 322 kematian. Kota Bandung menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi, yaitu 46.594 kasus dan 281 kematian pada periode yang sama. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI