Pasien Kritis Mengigau dan Ngorok, Benarkah Tanda Mendekati Ajal?

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 01 Oktober 2024 | 10:37 WIB
Pasien Kritis Mengigau dan Ngorok, Benarkah Tanda Mendekati Ajal?
Ilustrasi pasien kritis. [Shutterstock]

Suara.com - Ada kepercayaan di masyarakat Indonesia, orang yang sakit parah atau kritis di rumah sakit diyakini sudah mendekati ajal jika sudah mengorok alias mendengkur dan mengigau. Benarkah seperti itu?

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Eka Hospital Cibubur, dr.Zakky Hazami, Sp.JP mengatakan kondisi kritis seseorang yang dianggap tidak berumur panjang, tidak bisa dinilai hanya berdasarkan dengkuran atau igauan semata.

Ini karena ada banyak aspek yang perlu dinilai dan dipertimbangan, termasuk dari hasil pemeriksaan laboratorium.

"Nggak pasti (tanda kritis), untuk menentukan hal itu banyak yang bisa dinilai. Salah satu bisa dengan gambaran laboratorium darahnya, apakah ada nilai kritis yang banyak, kemudian tingkat kesadaranya, banyak sekali ada yang perlu dinilai aspeknya," ujar dr. Zakky dalam acara diskusi Eka Hospital beberapa waktu lalu.

Meski begitu dr. Zakky mengakui pada pasien kritis atau orang dengan sakit berat, ia bisa mendengkur karena tubuhnya kehilangan kesadaran dan tidak mampu mengontrol sistem pernapasan, bahkan membuat lidahnya menutup jalan napas.

"Mengorok itu sebenarnya adanya sumbatan aliran jalan napas, biasanya karena lidah jatuh ke belakang, makanya jadi ngorok. Biasanya ngorok itu pada pasien nggak sadar, karena dia kehilangan kesadarannya untuk mengontrol otot lidahnya," paparnya.

Ia menambahkan, saat pasien tidak sadar lalu mendengkur, dr. Zakky meyakini hal tersebut jadi salah satu tanda sudah adanya gangguan tubuh yang mempengaruhi kinerja otak.

"Jadi berarti tandanya sudah ada gangguan sampai ke level otak, makanya dibilang ini jelek sekali kondisinya. Karena ngorok kehilangan kemampuan untuk mengontrol jalan napasnya," katanya.

Kondisi serupa juga terjadi apabila pasien kritis mengigau, yang umumnya jadi tanda otak kekurangan aliran oksigen. Gejala ini kata dr. Zakky bukan hanya menyebabkan tidak sadar berbicara melantur, tapi juga emosi yang luap seperti marah-marah, bahkan cenderung terus-menerus mengantuk.

"Salah satunya bisa karena sumbatan pembuluh darahnya, bisa karena pompa jantungnya bermasalah, alirannya nggak oke, atau oksigen di paru bermasalah," ungkapnya.

Meski begitu, tanda pasien kritis dan mengigau bukan jadi tolok ukur utama kondisi kesehatan pasien. Bahkan pasien tetap berpeluang sembuh dan pulih, jika hasil pemeriksaan menunjukan fungsi tubuhnya mampu bekerja secara baik.

"Masih (berpeluang sembuh) jelas!," pungkas dr. Zakky.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebiasaan Ngorok Ternyata Bisa Bikin Jantung 'Korslet', Ini Alasannya!

Kebiasaan Ngorok Ternyata Bisa Bikin Jantung 'Korslet', Ini Alasannya!

Health | Rabu, 04 September 2024 | 12:39 WIB

Arrasya Anak Tasya Kamila Alami Ngorok Saat Tidur, Ternyata Gara-Gara Sakit Ini

Arrasya Anak Tasya Kamila Alami Ngorok Saat Tidur, Ternyata Gara-Gara Sakit Ini

Lifestyle | Rabu, 07 Februari 2024 | 14:30 WIB

Nagita Slavina Pusing! Raffi Ahmad Hingga Rayyanza Balapan Ngorok: Bagaimana Cara Agar Berhenti?

Nagita Slavina Pusing! Raffi Ahmad Hingga Rayyanza Balapan Ngorok: Bagaimana Cara Agar Berhenti?

Lifestyle | Selasa, 14 Maret 2023 | 13:10 WIB

Terkini

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Health | Kamis, 23 April 2026 | 18:14 WIB