SADARI dapat memberdayakan wanita untuk mengambil kendali atas kesehatan mereka sendiri.
Selain menjelaskan tentang pentingnya deteksi dini kanker payudara, dr. Iskandar juga membagikan beberapa tips untuk meminimalisasi risiko kanker payudara yang penting untuk diketahui, terutama kaum perempuan.
Berikut lima tips meminimalisasi risiko kanker payudara dari dr. Iskandar, Sp.B.Subsp.Onk(K),MPH.
1. Periksa payudara sendiri (SADARI)
Periksa payudara sendiri (SADARI) sebaiknya dilakukan di hari ke 7-10 dari hari pertama menstruasi.
Cara melakukan SADARI dengan berdiri di depan cermin, lalu periksa kondisi payudara dengan kondisi kedua tangan diturunkan, dan selanjutnya dengan kondisi kedua tangan diangkat.
Lihatlah dari sisi depan dan samping. Lakukan periksa payudara sendiri secara rutin setiap bulan.
2. Periksa Payudara Secara Klinis (SADANIS)
Apabila dari pemeriksaan SADARI ditemukan adanya kondisi abnormal seperti perubahan tekstur payudara maupun munculnya benjolan, maka segera lakukan Periksa payudara secara klinis (SADANIS).
Langkah pemeriksaan tersebut dianjurkan terutama untuk wanita usia 40 tahun ke atas, karena risiko terkena kanker payudara lebih tinggi.
Lakukan pemeriksaan payudara secara klinis yaitu mammography atau USG mammae ke fasilitas kesehatan terdekat.
Apabila SADARI dan SADANIS dilakukan dengan rutin dan benar, maka kanker payudara dapat dideteksi pada stadium awal sehingga potensinya tinggi untuk bisa disembuhkan.
3. Menjaga berat badan yang ideal
Untuk menjaga berat badan ideal, perbanyak konsumsi sayur dan buah, serta makanan alami dan baik untuk tubuh.
Sementara karbohidrat, makanan yang dimasak dengan cara diasap atau dibakar dan berbagai jenis daging olahan harus dikurangi.
“Dengan memerhatikan makanan yang kita konsumsi dan menjaga berat badan yang ideal, maka kita dapat mencegah beragam penyakit termasuk kanker payudara,” jelas dr. Iskandar.
Dia juga menganjurkan untuk tidak merokok dan minum minuman beralkohol. Hal ini karena, merokok baik aktif maupun pasif juga berpotensi meningkatkan risiko terkena kanker payudara.
4. Rutin Olahraga
Olahraga teratur juga penting untuk hidup sehat lebih lama.
“Tidak perlu melakukan olahraga yang berat, cukup dalam waktu yang singkat namun usahakan untuk selalu meluangkan waktu berolahraga di tengah kesibukan sehari-hari,” kata dr. Iskandar.
Itulah beberapa manfaat deteksi dini dan tips meminimalisasi risiko kanker payudara yang diakui oleh Sales Director PT Uni-Charm Indonesia Tbk, Sri Haryani, sangat penting diketahui oleh masyarakat, terutama kaum perempuan.
“Untuk dapat menyembuhkan kanker payudara, hal terpenting adalah deteksi secara dini. Oleh karena itu, di tahun 2021 kami meluncurkan slogan 'Ayo SADARI Setelah Menstruasi,' dan mengajak seluruh wanita di Indonesia untuk melakukan periksa payudara sendiri,” tutupnya.