Banyak Perempuan Takut Skrining Kanker Payudara, Cek Kesehatan Gratis Nggak Ngaruh?

Husna Rahmayunita, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 29 Oktober 2025 | 07:15 WIB
Banyak Perempuan Takut Skrining Kanker Payudara, Cek Kesehatan Gratis Nggak Ngaruh?
Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi di Peringatan Bulan Kesadaran Kanker Payudara (Suara.com/Dini Afrianti)
  • Menurut data, dari 20 juta orang, hanya 300 ribu perempuan yang bersedia menjalani skrining kanker payudara.
  • Ada beberapa penyebab sehingga banyak perempuan urung melakukan skrining kanker payudara, meski mendapat fasilitas cek kesehatan gratis.
  • Padahal, kanker payudara yang terdeteksi saat skrining dinilai lebih baik dibanding jika ditemukan sudah bergejala hingga stadium lanjut.

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan Indonesia masih berjuang meningkatkan skrining kanker payudara untuk menurunkan angka kematian akibat penyakit tersebut. Apalagi data menunjukkan mayoritas kanker payudara ditemukan pada stadium 3 hingga stadium lanjut.

Mirisnya, skrining kanker payudara gratis tidak jadi jaminan perempuan mau menjalani pemeriksaan tersebut. Ini sebagaimana penjelasan Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi yang mengatakan pemeriksaan kanker payudara termasuk dalam cek kesehatan gratis (CKG).

Namun sayangnya dari total 45 juta orang yang mengikuti CKG dan 20 juta di antaranya perempuan , tapi hanya 300 ribu perempuan yang bersedia menjalani skrining kanker payudara.

“Salah satu tantangan skrining kanker saat ini dari 45 juta cek kesehatan gratis, dari sekian angka itu 20 juta perempuan, yang mau periksa skrining kanker payudara hanya 300 ribu, kenapa? Ini karena merasa payudara organ intim, ada keengganan diperiksa,” ujar Siti Nadia dalam peringatan Bulan Kepedulian Kanker Payudara di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Menurut Siti Nadia, keengganan ini dirasakan para perempuan karena merasa tidak memiliki keluhan, ditambah khawatir bila benar ditemukan sel kanker payudara dalam tubuhnya.

“Mending nggak ketahuan daripada takut nanti harus dikemoterapi dan dioperasi. Jadi menurut mereka ketika terkena ‘kanker’ dianggap sebagai takdir. Kadang mereka harus izin juga ke keluarga atau suami,” papar Siti Nadia.

Siti Nadia menambahkan, kemauan skrining kanker payudara ini juga tidak dipengaruhi ekonomi hingga tingkat pendidikan seseorang, sehingga bukan sekadar alat pemeriksaan kanker payudara seperti mamografi hingga USG yang masih terbatas di Indonesia, pemahaman dan edukasi pentingnya skrining masih harus ditingkatkan.

Kepala Departemen Radiologi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, dr. Nina I.S.H. Supit, Sp.Rad PRP (K) (Suara.com/Dini Afrianti)
Kepala Departemen Radiologi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, dr. Nina I.S.H. Supit, Sp.Rad PRP (K) (Suara.com/Dini Afrianti)

Kepala Departemen Medical Check Up MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, dr. Agnes , membenarkan jika banyak perempuan yang takut menjalani skrining payudara. Namun ia menegaskan kanker payudara yang terdeteksi saat skrining dinilai lebih baik dibanding jika ditemukan sudah bergejala hingga stadium lanjut.

“Kadang kalau terdeteksi yang berarti hasil tidak diharapkan, itu jauh lebih baik. Ini karena hasil ini diketahui lebih awal daripada sebelum ada gejala,” ungkap dr. Agnes.

Di sisi lain, pemeriksaan mamografi dinilai sebagai gold standard pemeriksaan kanker payudara, karena menurut Kepala Departemen Radiologi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, dr. Nina I.S.H. Supit, Sp.Rad (K) , prosedur ini bisa mendeteksi sel kanker sedini mungkin.

“Mamografi itu pakai sinar-X, karena itu banyak yang takut. Tapi justru dengan sinar-X ini bisa bantu menembus jaringan kanker payudara baik lesi yang kecil sekalipun, terutama pada payudara yang komponennya sudah banyak lemaknya,” papar dr. Nina.

Skrining kanker payudara dengan mamografi ini disarankan untuk usia 40 tahun ke atas. Namun untuk perempuan yang memiliki faktor risiko seperti riwayat kanker dalam keluarganya, pemeriksaan ini bisa dilakukan sejak usia 35 tahun.

Pada usia di atas 40 tahun, payudara perempuan cenderung memiliki lebih banyak komponen lemak. Sedangkan payudara dengan komponen lemak dinilai lebih mudah untuk melihat sel kanker.

“Gambaran lemaknya di mamografi latarnya jadi lebih banyak hitamnya. Sementara kalau itu tumor itu akan memberikan warna putih. Tapi kalau mamografi dengan payudara padat sambil ‘nangis’ kita bacanya, tapi alat periksa sudah canggih,” tegas dr. Nina.

Selain mamografi, kanker payudara juga bisa diperiksa menggunakan USG payudara. Metode ini sudah bisa dilakukan pada perempuan yang sudah mendapatkan menstruasi.

Sekadar informasi, di Indonesia ada sekitar 400 ribu kasus baru kanker terdeteksi setiap tahunnya, dengan angka kematian mencapai 240 ribu kasus.

Jumlah kasus kanker di Indonesia terus meningkat dan diprediksi melonjak hingga lebih dari 70 persen pada 2050 jika langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat.

Tanpa intervensi yang efektif, beban kanker akan semakin besar, baik dari segi kesehatan masyarakat maupun ekonomi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Langkah Kecil, Dampak Besar: Edukasi SADARI Agar Perempuan Lebih Sadar Deteksi Dini Kanker Payudara

Langkah Kecil, Dampak Besar: Edukasi SADARI Agar Perempuan Lebih Sadar Deteksi Dini Kanker Payudara

Health | Senin, 27 Oktober 2025 | 16:19 WIB

Dikecam! Love Your W 2025 Diduga Hilang Fokus dari Isu Kanker Payudara

Dikecam! Love Your W 2025 Diduga Hilang Fokus dari Isu Kanker Payudara

Your Say | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 12:43 WIB

Pesta Mewah Sambil Bahas Kanker Payudara? Event W Korea Menuai Kritik Pedas Netizen

Pesta Mewah Sambil Bahas Kanker Payudara? Event W Korea Menuai Kritik Pedas Netizen

Your Say | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 10:39 WIB

Terkini

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB