Terobosan Baru Atasi Kebutaan: Obat Faricimab Kurangi Suntikan Mata Hingga 75%!

Dinda Rachmawati | Suara.com

Rabu, 05 November 2025 | 19:42 WIB
Terobosan Baru Atasi Kebutaan: Obat Faricimab Kurangi Suntikan Mata Hingga 75%!
ilustrasi mata (freepik.com)
  • Faricimab terbukti efektif memperbaiki penglihatan dan mengurangi frekuensi pengobatan penyakit retina.
  • Studi internasional dan nasional tunjukkan hasil positif Faricimab untuk pasien di Asia, termasuk Indonesia.
  • Roche Indonesia dorong kolaborasi dan inovasi guna tingkatkan perawatan mata di Tanah Air.

Suara.com - Penyakit retina seperti Degenerasi Makula terkait Usia (Age-related Macular Degeneration/AMD) dan Edema Makula Diabetik (Diabetic Macular Edema/DME) menjadi penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan di dunia. 

Penyakit yang bersifat progresif ini tidak hanya menurunkan kualitas hidup pasien, tetapi juga menambah beban sosial dan ekonomi masyarakat.

Di Indonesia, diperkirakan 5 hingga 6 juta orang mengalami gangguan penglihatan. Karena itu, Kementerian Kesehatan RI menargetkan penurunan gangguan penglihatan akibat retinopati diabetik, penyebab DME sebesar 25% pada tahun 2030.

Sebagai upaya untuk mendorong inovasi di bidang kesehatan mata, Roche Indonesia menggelar Roche Retina Summit 2025. Acara ini mempertemukan para ahli retina dari dalam dan luar negeri untuk membahas perkembangan terbaru dalam pengobatan penyakit retina, khususnya melalui terapi Faricimab.

Hasil studi global terbaru menunjukkan Faricimab memiliki efektivitas yang tinggi dan daya tahan pengobatan lebih lama. Obat ini berpotensi membantu pasien dengan mengurangi frekuensi suntikan mata, karena lebih dari 60% pasien bisa menjalani pengobatan hanya setiap empat bulan sekali.

Dari perspektif internasional, Dr. Yuen Yew Sen, Spesialis Bedah Retina dari Universitas Nasional Uveitis Singapura, menjelaskan bahwa Faricimab juga bermanfaat besar bagi pasien Retinal Vein Occlusion (RVO) atau yang dikenal sebagai “stroke mata”.

Terobosan Baru Atasi Kebutaan: Obat Faricimab Kurangi Suntikan Mata Hingga 75%! 
Terobosan Baru Atasi Kebutaan: Obat Faricimab Kurangi Suntikan Mata Hingga 75%! 

“Penanganan dini sangat penting untuk penyumbatan stroke mata. Menunda pengobatan dapat mengakibatkan kerusakan penglihatan yang permanen, atau perbaikan tajam penglihatan yang tidak optimal meskipun bengkaknya akhirnya sembuh," kata Dr. Yuen.

Ia menambahkan bahwa hasil studi Faricimab untuk pengobatan RVO sejalan dengan penyakit retina lainnya.

“Faricimab, yang kini disetujui untuk mengobati stroke mata di Indonesia, terbukti efektif untuk memperbaiki penglihatan dan mengurangi bengkak di retina, sekaligus berpotensi mengurangi frekuensi suntikan mata dalam jangka panjang,” sambungnya.

Dari Indonesia, Dr. dr. Elvioza, SpM(K), Ketua Vitreo-Retina Service dan Chief Medical Director di JEC Eye Hospitals & Clinics, juga membagikan hasil studi SALWEEN yang dilakukan di Asia dan dipresentasikan di Paris pada 2025 lalu.

“Studi SALWEEN di Asia menyediakan bukti kuat dalam menangani PCV, yaitu benjolan polip pada pembuluh darah di sekitar retina,” ungkap dr. Elvioza.

Ia menambahkan, data terbaru ini menunjukkan pasien bisa mendapat perbaikan penglihatan dengan beban pengobatan yang lebih ringan.

“Pada Studi Salween ini, Faricimab dapat menghilangkan polip (regresi polip) 61% dan sekitar 83% interval injeksi bisa diperpanjang hingga tiga bulan atau lebih,” tambahnya.

Presiden Direktur Roche Indonesia, Sanaa Sayagh, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Roche untuk terus menghadirkan inovasi kesehatan mata di Indonesia.

“Penyelenggaraan Roche Retina Summit adalah bentuk komitmen kami terhadap pasien dengan gangguan penglihatan,” jelas Sanaa Sayagh. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Review Air Mata Terakhir Bunda: Magenta yang Bikin Mata Menganak Sungai!

Review Air Mata Terakhir Bunda: Magenta yang Bikin Mata Menganak Sungai!

Your Say | Rabu, 05 November 2025 | 15:48 WIB

7 Eye Cream Terbaik untuk Usia 40 Tahun, Bantu Atasi Kerutan dan Mata Lelah!

7 Eye Cream Terbaik untuk Usia 40 Tahun, Bantu Atasi Kerutan dan Mata Lelah!

Lifestyle | Rabu, 05 November 2025 | 14:38 WIB

Wacana Ada Pelajaran Bahasa Portugis di Sekolah, Ini Kata Wamen Fajar

Wacana Ada Pelajaran Bahasa Portugis di Sekolah, Ini Kata Wamen Fajar

Video | Selasa, 04 November 2025 | 22:15 WIB

Terkini

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB