Horor! Sampah Plastik Kini Ditemukan di Rahim Ibu Hamil Indonesia, Apa Efeknya ke Janin?

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Selasa, 25 November 2025 | 10:47 WIB
Horor! Sampah Plastik Kini Ditemukan di Rahim Ibu Hamil Indonesia, Apa Efeknya ke Janin?
Ilustrasi mikroplastik di janin ibu hamil (Pixabay/Pexels)
  • Peneliti Indonesia mendeteksi mikroplastik pada cairan ketuban dan urin ibu hamil, menandakan polusi telah masuk rahim.
  • Partikel mikroplastik masuk melalui udara yang dihirup, makanan/minuman, dan kontak kulit, menembus plasenta.
  • Dampak potensialnya meliputi peradangan janin, gangguan nutrisi, dan tantangan kesehatan reproduksi generasi mendatang.

Suara.com - Ada sebuah penemuan ilmiah dari dalam negeri yang dijamin bikin kita semua, terutama para cewek, auto merinding. Lupakan sejenak soal sampah plastik di lautan. Masalahnya kini sudah jauh lebih personal dan mengerikan. Untuk pertama kalinya, para peneliti menemukan mikroplastik di dalam cairan ketuban dan urin ibu hamil di Indonesia!

Ini bukan lagi sekadar berita lingkungan. Ini adalah "alarm bahaya" paling nyaring yang menunjukkan bahwa polusi plastik kini sudah berhasil menyusup ke ruang paling sakral dalam tubuh manusia: rahim. Pertanyaannya, seberapa bahaya ini buat generasi kita di masa depan?

Gimana Caranya Sampah Ini Bisa Sampai ke Rahim?

Mungkin kamu langsung bertanya-tanya, "Kok bisa, sih?" Menurut dr. Ganot Sumulyo, Sp.OG., seorang dosen dari Fakultas Kedokteran IPB University, "sampah tak terlihat" ini bisa masuk ke tubuh ibu hamil lewat tiga jalur utama:

Lewat Udara yang Kita Hirup: Ini adalah jalur yang paling dominan. Partikel mikroplastik super kecil yang beterbangan di udara bisa dengan mudah kita hirup dan masuk ke aliran darah.

Lewat Makanan dan Minuman: Kebiasaan kita makan atau minum dari kemasan plastik, apalagi kalau dipanaskan, bisa melepaskan partikel mikroplastik yang akhirnya ikut tertelan.

Lewat Kulit: Meskipun kemungkinannya lebih kecil, produk-produk perawatan tubuh yang mengandung mikroplastik juga bisa jadi sumber paparan tambahan.

Benteng Pertahanan Terakhir pun Jebol

Yang bikin makin ngeri, benteng pertahanan terakhir yang seharusnya melindungi janin pun ternyata jebol.

“Mikroplastik bahkan telah ditemukan pada plasenta manusia, mekonium (kotoran pertama bayi), dan jaringan janin, menandakan potensi paparan sejak dalam kandungan,” ujar dr. Ganot.

Ini artinya, plasenta yang seharusnya jadi filter super canggih, ternyata tidak bisa sepenuhnya menyaring partikel-partikel plastik berukuran mikro ini.

Jadi, Bahaya Banget Nggak Sih Buat si Bayi?

Kehadiran benda asing ini di dalam sistem reproduksi tentu saja bukan tanpa risiko. Para ahli khawatir ini bisa memicu berbagai masalah serius bagi calon bayi:

  • Memicu peradangan dan stres oksidatif (kerusakan sel) pada janin.
  • Mengganggu aliran nutrisi penting dari ibu ke janin.
  • Potensi dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.
  • Mengacaukan hormon karena bahan kimia tambahan pada plastik seperti BPA dan phthalates.

Tantangan Kesehatan Reproduksi Generasi Berikutnya

Melihat semua risiko ini, dr. Ganot memberikan sebuah pernyataan yang sangat menohok. Masalahnya, ini bukan lagi cuma soal lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Perintahkan Audit Kematian Ibu Hamil di Papua, Aktivis Sebut Kasus Femisida

Prabowo Perintahkan Audit Kematian Ibu Hamil di Papua, Aktivis Sebut Kasus Femisida

News | Senin, 24 November 2025 | 21:38 WIB

Waspada Ibu Hamil Kurus! Plis Kenali Risikonya dan Cara Aman Menaikkan Berat Badan

Waspada Ibu Hamil Kurus! Plis Kenali Risikonya dan Cara Aman Menaikkan Berat Badan

Health | Senin, 24 November 2025 | 19:43 WIB

Bukan Cuma Kabut Asap, Kini Hujan di Jakarta Juga Bawa 'Racun' Mikroplastik

Bukan Cuma Kabut Asap, Kini Hujan di Jakarta Juga Bawa 'Racun' Mikroplastik

Health | Minggu, 23 November 2025 | 10:10 WIB

Waduh! Studi Temukan Bukti Hewan Ternak Makan Sampah Plastik, Bahayanya Apa Buat Kita?

Waduh! Studi Temukan Bukti Hewan Ternak Makan Sampah Plastik, Bahayanya Apa Buat Kita?

Health | Jum'at, 21 November 2025 | 10:34 WIB

Viral! Netizen Salfok dengan Peringatan soal Air Hujan Tercemar: Siapa yang Mau Mangap Saat Gerimis?

Viral! Netizen Salfok dengan Peringatan soal Air Hujan Tercemar: Siapa yang Mau Mangap Saat Gerimis?

Tekno | Selasa, 18 November 2025 | 12:29 WIB

Sunscreen SPF Berapa yang Aman untuk Ibu Hamil? Ini 8 Rekomendasinya

Sunscreen SPF Berapa yang Aman untuk Ibu Hamil? Ini 8 Rekomendasinya

Lifestyle | Rabu, 12 November 2025 | 18:06 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB