Mengapa Jenazah Banjir Sumatera Tanpa Identitas Dikuburkan Tanpa Tunggu Identifikasi?

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 04 Desember 2025 | 06:30 WIB
Mengapa Jenazah Banjir Sumatera Tanpa Identitas Dikuburkan Tanpa Tunggu Identifikasi?
Jenazah korban bencana Sumatera dimakamkan secara massal [Instagram/masjidnurulashri]

Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Selatan melaksanakan pemakaman massal terhadap korban banjir bandang dan tanah longsor di kompleks Pemakaman PTPN IV Perkebunan Batang Toru sejak Minggu (30/11/2025).

Prosesi yang berlangsung di tengah keprihatinan mendalam ini melibatkan pemakaman sembilan jenazah sekaligus.

"Dengan pemakaman yang dilakukan hari itu, total sudah 16 jenazah korban banjir bandang yang dikebumikan secara massal di lokasi tersebut. Sementara jenazah lain telah dibawa dan dimakamkan oleh pihak keluarga masing-masing," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tapsel, Idam Halid Pulungan, dikutip via ANTARA.

Pemakaman massal ini dilakukan terhadap belasan korban yang meninggal akibat banjir bandang dahsyat, salah satunya didi Kecamatan Batang Toru.

Jenazah-jenazah ini ditemukan terseret derasnya aliran Sungai Garoga yang membawa material lumpur, batu, dan kayu gelondongan, dan sebagian besar dikuburkan secara massal karena tidak teridentifikasi hingga beberapa hari berlalu.

Proses pemakaman berlangsung dengan pengawalan ketat dari Kapolsek Batangtoru beserta personel kepolisian dan tim BPBD.

Idam Halid Pulungan menjelaskan, pemakaman kali ini dilakukan secara manual tanpa alat berat, mengingat kondisi lokasi yang sulit diakses dan keterbatasan peralatan di tengah situasi darurat pascabencana.

Batas Waktu Kritis: Mengapa Jenazah Harus Segera Dimakamkan?

Keputusan petugas lapangan, termasuk BPBD untuk melakukan pemakaman massal didasarkan pada standar prosedur kebencanaan yang mengutamakan kesehatan dan keselamatan publik.

Pemakaman harus segera dilakukan untuk mencegah kondisi jenazah memburuk dan mengurangi risiko kesehatan lingkungan.

Secara umum, proses pembusukan jenazah dimulai segera setelah kematian. Namun, secara fisik, tanda-tanda pembusukan (dekomposisi) mulai terlihat jelas dalam 24 hingga 72 jam setelah meninggal, terutama di lingkungan yang hangat dan lembab, seperti wilayah Sumatra yang tropis.

Jika tidak segera ditangani, jenazah yang membusuk dapat menimbulkan beberapa masalah serius:

  1. Risiko Kesehatan: Jenazah yang membusuk melepaskan gas dan cairan yang dapat mencemari lingkungan, meskipun jarang menjadi sumber langsung wabah penyakit. Namun, penanganan yang buruk dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit yang sudah ada pada korban.
  2. Identifikasi Semakin Sulit: Seiring waktu, kondisi jenazah akan semakin rusak, membuat proses identifikasi oleh keluarga menjadi mustahil.
  3. Dampak Psikologis: Penemuan dan penanganan jenazah dalam kondisi pembusukan lanjut dapat menimbulkan dampak psikologis yang berat bagi tim evakuasi, petugas medis, dan masyarakat sekitar.
    Oleh karena itu, dalam situasi darurat bencana massal di mana jenazah telah disemayamkan di fasilitas seperti Puskesmas Batang Toru dan tidak kunjung dikenali, pemakaman darurat menjadi langkah yang wajib diambil untuk alasan kemanusiaan dan kesehatan masyarakat.

Prosedur Pemulasaraan dan Identifikasi Korban Bencana

Sebelum dimakamkan, petugas memastikan seluruh proses pemulasaraan telah dilakukan secara layak dan mengikuti standar yang berlaku. Hal ini sangat penting, terutama bagi korban yang tidak teridentifikasi.

  • Setiap jenazah dishalatkan (bagi yang beragama Islam) dan dipastikan telah ditangani secara sanitasi sebelum proses penguburan.
  • Dokumentasi Identifikasi: Petugas memastikan setiap jenazah dicatat dan didokumentasikan secara rinci, termasuk pengambilan sampel (jika memungkinkan) dan pencatatan ciri-ciri fisik. Hal ini penting untuk keperluan identifikasi di kemudian hari apabila pihak keluarga datang mencari.
  • Kekuatan Hukum: Penerbitan surat keterangan kematian dan berita acara pemakaman memiliki kekuatan hukum untuk mempermudah proses administrasi warisan atau hak-hak lain bagi keluarga korban di masa depan.

Kontributor : Rizqi Amalia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Disorot Imbas Bencana Sumatera, PT Toba Pulp Lestari Konflik dengan Masyarakat

Disorot Imbas Bencana Sumatera, PT Toba Pulp Lestari Konflik dengan Masyarakat

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 21:11 WIB

Puan Maharani Soal Bantuan Bencana Dilempar dari Heli: Jaga Martabat Korban

Puan Maharani Soal Bantuan Bencana Dilempar dari Heli: Jaga Martabat Korban

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 20:40 WIB

Banjir Sumatra Penuh Kayu Gelondongan, DPR Panggil Menhut Besok, Buka Peluang Bentuk Pansus

Banjir Sumatra Penuh Kayu Gelondongan, DPR Panggil Menhut Besok, Buka Peluang Bentuk Pansus

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 20:28 WIB

Terkini

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB