- Pakar farmasi Asia Pasifik dan P&G Health meluncurkan pedoman deteksi dini neuropati perifer bagi apoteker komunitas.
- Pedoman ini bertujuan mengatasi rendahnya diagnosis neuropati perifer pada pasien diabetes melalui skrining praktis metode MEDIC.
- Apoteker berperan sebagai garda terdepan untuk melakukan identifikasi risiko, pemberian konseling, serta kolaborasi medis bagi pasien.
Permasalahan lain yang sering terjadi adalah praktik swamedikasi yang tidak tepat. Banyak pasien mengonsumsi vitamin B tanpa dosis yang sesuai, sehingga tidak memberikan manfaat optimal, bahkan berisiko memperburuk kondisi.
Dr. Kenny James P. Merin, Akademisi di Lyceum of the Philippines University Davao (Filipina) sekaligus penulis kontributor menekankan pentingnya peran apoteker dalam hal ini.
“Langkahnya jelas: identifikasi risiko, skrining, memberikan konseling, mempertimbangkan vitamin B dosis terapeutik bila perlu, lalu melakukan tindak lanjut secara konsisten. Dengan algoritma yang ada, apoteker dapat melakukan standardisasi layanan tanpa mengganggu alur kerja,” jelasnya.
Pendekatan yang tepat tidak berhenti pada pemberian terapi, tetapi juga pemantauan jangka panjang. Dr. Kitiyot Yotsombut, Dosen di Fakultas Farmasi Chulalongkorn University, Thailand, serta penulis kontributor menegaskan bahwa evaluasi berkala menjadi kunci keberhasilan penanganan.
“Vitamin B neurotropik dengan dosis terapeutik ikut berperan dalam penanganan NP secara komprehensif jika diberikan dengan dosis dan durasi yang tepat. Pedoman ini menekankan pentingnya evaluasi ulang dalam 3–6 bulan, kewaspadaan terhadap tanda-tanda berbahaya, serta kolaborasi erat dengan dokter,” ujarnya.
Dengan adanya pedoman ini, diharapkan deteksi neuropati perifer pada pasien diabetes dapat dilakukan lebih cepat dan merata, terutama melalui apotek sebagai fasilitas kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat.
Perubahan pendekatan dari reaktif menjadi proaktif menjadi kunci penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut, sekaligus membantu pasien mempertahankan kualitas hidup yang lebih baik di tengah perjalanan penyakit diabetes.