Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Vania Rossa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
Ilustrasi nyeri pinggang atau pinggul. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • dr. Teguh Risesa Djufri dari RS Premier Bintaro menjelaskan bahwa batu saluran kemih terbentuk akibat endapan mineral karena kurang minum.
  • Gejala penyakit ini meliputi nyeri hebat mendadak pada pinggang, mual, serta urine bercampur darah yang berisiko memicu komplikasi infeksi berat.
  • Penanganan medis kini menggunakan berbagai teknologi modern tanpa operasi terbuka, seperti SWL, URS, RIRS, dan laser untuk menghancurkan batu.

Suara.com - Nyeri pinggang sering dianggap sebagai akibat kelelahan atau salah posisi saat beraktivitas. Namun, jika rasa nyeri muncul secara tiba-tiba, sangat hebat, bahkan menjalar hingga ke perut bagian bawah atau selangkangan, kondisi tersebut tidak boleh diabaikan. Bisa jadi, itu merupakan gejala batu saluran kemih.

Batu saluran kemih masih menjadi salah satu penyakit urologi yang paling sering ditemukan. Selain menimbulkan rasa sakit yang mengganggu, penyakit ini juga berisiko menyebabkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan tepat.

Dokter Spesialis Urologi RS Premier Bintaro, dr. Teguh Risesa Djufri, Sp.U., FICS, menjelaskan bahwa batu saluran kemih terbentuk akibat endapan mineral di ginjal maupun saluran kemih. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti kurang minum air putih, gangguan metabolisme, pola makan tertentu, infeksi, hingga faktor genetik.

"Penyakit ini lebih sering ditemukan pada laki-laki dibanding perempuan, terutama pada usia produktif 40–50 tahun. Risiko juga meningkat pada individu dengan obesitas, gaya hidup sedentari, serta mereka yang tinggal di daerah beriklim panas," ujar dr. Teguh dalam media gathering bertajuk Penanganan Terkini Batu Saluran Kemih.

Menurutnya, banyak orang mengira batu saluran kemih hanya menyebabkan nyeri. Padahal, jika dibiarkan, batu dapat menyumbat saluran kemih, memicu infeksi berat, mengganggu fungsi ginjal, hingga meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis.

Gejala Tak Hanya Nyeri Pinggang

Gejala yang paling khas adalah nyeri hebat pada pinggang yang datang mendadak dan dapat menjalar ke perut bagian bawah, selangkangan, hingga alat kelamin. Intensitas nyerinya bahkan kerap disamakan dengan nyeri persalinan.

Selain itu, penderita juga bisa mengalami mual, muntah, nyeri saat buang air kecil, urine bercampur darah, hingga demam jika sudah terjadi infeksi. Pada sebagian kasus, batu saluran kemih bahkan tidak menimbulkan keluhan dan baru diketahui saat pemeriksaan kesehatan rutin.

Untuk memastikan diagnosis, dokter biasanya melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) sebagai langkah awal. Jika diperlukan, pemeriksaan dilanjutkan dengan CT Scan tanpa kontras (Non-Contrast CT Scan/NCCT) yang menjadi standar untuk mengetahui ukuran, lokasi, dan karakteristik batu sehingga terapi dapat disesuaikan.

baca juga

Kini Banyak Pilihan Terapi Tanpa Operasi Terbuka

Kemajuan teknologi membuat penanganan batu saluran kemih tidak selalu memerlukan operasi terbuka. Pilihan terapi akan disesuaikan dengan ukuran batu, lokasinya, serta kondisi pasien.

Pada batu berukuran kecil, pengobatan dapat membantu batu keluar secara alami. Namun, bila batu menyebabkan sumbatan, infeksi, nyeri berulang, atau berukuran besar, tindakan aktif perlu segera dilakukan.

Beberapa prosedur yang kini banyak digunakan antara lain Shock Wave Lithotripsy (SWL/ESWL) yang memecah batu menggunakan gelombang kejut tanpa sayatan, Ureteroscopy (URS) dan Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS) yang menghancurkan batu menggunakan laser melalui saluran kemih tanpa membuat luka pada kulit, serta Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL) atau Mini-PCNL untuk batu ginjal berukuran besar dengan sayatan yang sangat kecil.

Dr. Teguh menambahkan, perkembangan terbaru di bidang endourologi juga menghadirkan Thulium Fibre Laser, teknologi laser generasi baru yang mampu menghancurkan batu secara lebih efektif dengan waktu tindakan yang lebih singkat. Penggunaan sistem suction modern selama prosedur juga membantu menurunkan risiko infeksi dan mempercepat pemulihan pasien.

Cegah Batu Datang Kembali

Meski batu berhasil diangkat, pengobatan belum selesai. Salah satu tantangan terbesar penyakit ini adalah tingginya risiko kekambuhan.

Karena itu, pasien perlu menjalani evaluasi untuk mengetahui penyebab terbentuknya batu sekaligus melakukan perubahan gaya hidup agar kondisi serupa tidak kembali terjadi.

"Minum air putih yang cukup, menjaga berat badan ideal, mengurangi konsumsi garam berlebih, serta menerapkan pola makan seimbang merupakan langkah sederhana yang sangat berperan dalam mencegah batu terbentuk kembali," kata dr. Teguh.

Dengan diagnosis yang tepat, penanganan yang sesuai, serta perubahan gaya hidup, risiko komplikasi maupun kekambuhan batu saluran kemih dapat ditekan sehingga kualitas hidup pasien tetap terjaga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lula Lahfah Ungkap Derita ISK Sebelum Meninggal: Kenali Gejala dan Penyebab Infeksi Saluran Kemih

Lula Lahfah Ungkap Derita ISK Sebelum Meninggal: Kenali Gejala dan Penyebab Infeksi Saluran Kemih

Lifestyle | Sabtu, 24 Januari 2026 | 16:26 WIB

Viral Pengantin Baru Terkena Honeymoon Cystitis H+7 usai Menikah, Apa Itu?

Viral Pengantin Baru Terkena Honeymoon Cystitis H+7 usai Menikah, Apa Itu?

Lifestyle | Senin, 27 Oktober 2025 | 13:05 WIB

7 Gejala Infeksi Saluran Kemih Ancam Pria Usia 40-an, Waspada!

7 Gejala Infeksi Saluran Kemih Ancam Pria Usia 40-an, Waspada!

Health | Senin, 01 September 2025 | 18:33 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×