Perhatikan jika anak Anda tiba-tiba berhenti berbicara dengan teman terdekatnya dan mulai menghindari situasi sosial. Ini bisa menjadi tanda bahaya kalau teman-temannya telah mengucilkannya.
5. Perubahan kebiasaan makan
Kalau anak pulang dengan keadaan sangat lapar terus menerus, kemungkinan dia tidak makan siang. Banyak aksi bullying dilakukan saat istirahat makan siang.
Anak yang menjadi korban perundungan akan kehilangan nafsu makan karena mengalami tekanan emosional.
6. Tidak percaya diri
Perubahan dramatis pada kepribadian dan rasa percaya diri anak tentu menimbulkan kekhawatiran. Saat pulang ke rumah, anak tampak sedih, tertekan, atau berlinang air mata. Ini bisa menjadi tanda-tanda ia mengalami tekanan emosional dan verbal di sekolah.
7. Melukai diri sendiri
Depresi yang berasal dari bullying dapat menyebabkan seorang anak melukai dirinya sendiri. Hal ini perlu penanganan profesional sehingga jangan ragu untuk meminta bantuan.
8. Penurunan Prestasi Sekolah
Baca Juga: Sinopsis Film "Killers of The Flower Moon" dengan Penampilan Epik Leonardo DiCaprio
Nggak semua bersemangat untuk pergi ke sekolah setiap hari, tetapi kalau anak terus-menerus ingin bolos sekolah atau berpura-pura sakit, mungkin ada hal lain yang disembunyikan.
Tanda-tanda nilai yang menurun, sulit berkonsentrasi, dan kurang fokus juga harus menjadi alarm bagi orangtua.
9. Emosional saat bermain gadget
Perundungan dapat berlanjut secara online dan melalui pesan teks. Jika anak terus-menerus marah atau menarik diri setelah menggunakan ponselnya, itu bisa menjadi tanda kalau dia mengalami perundungan secara online.
10. Perubahan rutin atau minat
Awasi perubahan tiba-tiba dalam minat anak, seperti melewatkan latihan olahraga atau tiba-tiba berhenti dari kegiatan setelah sekolah. Meskipun anak mungkin benar-benar kehilangan minat, tapi bisa jadi dia berusaha menghindari konfrontasi dan perundungan.