Korban Rudapaksa Eks Ketua PSI Jakarta Barat Diintimidasi Lalu Dipaksa Tandatangani Surat Pernyataan

Ria Rizki Nirmala Sari | Faqih Fathurrahman | Suara.com

Kamis, 28 Maret 2024 | 04:39 WIB
Korban Rudapaksa Eks Ketua PSI Jakarta Barat Diintimidasi Lalu Dipaksa Tandatangani Surat Pernyataan
W, wanita diduga menjadi korban pelecehan seksual Ketua DPD PSI Jakbar, NL. (tangkapan layar/ist)

Suara.com - Korban kekerasan seksual, W (29) mengaku sempat mendapat intimidasi usai dirudapaksa oleh eks Ketua DPD PSI Jakarta Barat, Norman Lianto.

Intimidasi tersebut datang dari Norman beserta anak buahnya, pada 7 Desember 2023 silam, atau 2 hari setelah peristiwa memilukan itu terjadi.

Baca Juga:

Dibongkar di Sidang Sengketa MK, BW: Pj Gubernur Dicopot Gegara Prabowo-Gibran Kalah di Aceh

Hasto PDIP Beberkan Penyebab Ganjar Gagal Total di Jateng: Kepala Desa Disuap, Kalau Gak Nurut Masuk Penjara

Beri Bukti Intervensi Bansos, BW: Suara Prabowo di Talaud Hanya 9,01% Pada 2019, Sekarang 75,39%

W menuturkan, saat itu anak buah Norman mendesaknya agar mau menandatangani pernyataan yang berisi jika kekerasan seksual tersebut tidak pernah terjadi.

Meski demikian, W merasa aneh lantaran peristiwa itu belum ia ceritakan kepada siapapun.

"Dia nyuruh aku buat surat pernyataan kalau aku fitnah, bohong, tidak dilecehkan," kata W, kepada awak media, dibilangan Jakarta, Rabu (27/3/2024).

Saat itu, W juga mengaku jika dirinya sempat dipaksa anak buah Norman untuk ikut ke sebuah tempat.

Hal itu sontak membuat W menjadi trauma lantaran takit peristiwa serupa yang menimpanya kembali terjadi.

Meski demikian, dirinya bersikeras untuk tidak mau menandatangani surat pernyataan tersebut.

"Terduga pelaku memboyong anak buahnya ke suatu tempat yang aku gak tahu, di sana aku nangis histeris aku gak mau tanda tangan," ucap W.

Tangis Korban

Sebelumnya, tangis W (29) pecah saat mulai menceritakan kisah pilu yang dialaminya. Air matanya tak terbendung meski sudah mencoba untuk ditahan.

W merupakan buzzer dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yamg menjadi korban pemerkosaan oleh mantan Ketua DPD PSI Jakarta Barat, Norman Lianto.

W menuturkan, awalnya ia mendapatkan informasi soal adanya pembukaan untuk menjadi buzzer PSI.

Ia tertarik dengan lowongan tersebut lantaran ia memang sedang membutuhkan pekerjaan. Selain itu, PSI dianggap sebagai partai yang mewakili anak muda.

Akhirnya, W pun bergabung menjadi buzzer dari PSI

“Saya membutuhkan pekerjaan karena dari PSI sedang membuka untuk anggota dan relawan baru. Jadi saya tertarik disana, apalagi branding PSI sebagai portai anak muda,” kata W, di bilangan Jakarta, Rabu (27/3/2024).

Namun harapan W tidak sebanding dengan kenyataan. Dirinya yang ingin mencari nafkah untuk menghidupi dirinya, malah menjadi korban kekerasan seksual oleh Norman.

Norman sendiri merupakan orang yang meminta W untuk datang ke DPD PSI Jakarta Barat, yang ada di Green Garden, Kebon Jeruk.

W mengaku saat itu mau menjadwalkan ilang soal pemanggilan dirinya. Sebab pada saat itu waktu sudah malam hari. Namun Norman tetap meminta W untuk datang pada malam itu.

“Pelaku terus menerus menelfon saya memaksa saya untuk datang dengan alasan pekerjaan tuntutan profesional sebagai buzzer saya akhirnya datang malam-malam,” ungkapnya.

Setelahnya, W resmi bergabung menjadi buzzer PSI. Ia ingat betul, mulai bergabung dengan PSI pada tanggal 4 Desember 2023.

Namun sehari setelahnya, W diminta Norman untuk menemaninya memasang spaduk dan baliho kampanye bersama kader PSI lainnya. Namun W menolak untuk ikut memasang spanduk.

Akun Instagram Caleg PSI Anthony Norman Lianto terduga pelaku pelecehan seksual. (tangkapan layar/Instagram)
Akun Instagram Caleg PSI Anthony Norman Lianto terduga pelaku pelecehan seksual. (tangkapan layar/Instagram)

Namun saat itu Norman tidak memarahinya, Norman menyuruhnya membeli makanan di dekat mini market sekitar Kebon Jeruk.

“Pas sampai sana, saya dijemput sama pelaku bukan balik ke DPD untuk urusan pekerjaan saya malah dibawa kabur ke rumahnya. Rumahnya Norman Jalan Jeruk Bali 1,” katanya.

Sesampainya di rumah, Norman langsung mengurung W di dalam sebuah kamar dan mengunci pintu rumah dari dalam.

Norman terus menjalankan aksi bejatnya meski W telah meronta menolak keinginan mesumnya.

Tangisnya pun pecah ketika mengingat saat Norman mulai menggarap tubuhnya. Emosinya terus naik mengingat setiap adegan demi adegan yang diperbuat Norman terhadap dirinya.

“Aku gak mau, aku gak mau tolong lepasin aku, aku gak mau,” katanya sembari berlinang air mata.

Setelah peristiwa tersebut, W pun disekap oleh Norman di dalam kamar. Keesokan paginya, W baru dilepaskan.

Norman pun sempat mengiming-imingi W dengan sejumlah uang dan jabatan, asalkan tidak membocorkan hal tersebut.

Norman juga sempat mengancam W, agar tidak menceritakan hal tersebut kepada siapapun.

Mundur dari Jabatan

Setelah kasusnya mencuat ke publik, Norman Lianto mundur dari kursi jabatannya sebagai Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jakarta Barat.

Ketua DPW PSI DKI Jakarta, Elva Fahri Qolbina mengatakan Norman mundur dari jabatannya terhitung sejak Selasa 26 Maret 2024.

"Terduga pelaku sudah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPD sejak Selasa, 26 Maret 2024," kata Elva dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/3/2024).

Elva mengatakan, sejak mencuatnya peristiwa ini, DPW PSI Jakarta telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan prosedur internal partai.

"Kami ingin menegaskan bahwa partai kami tidak mentolerir tindakan kekerasan seksual dalam bentuk apapun dan terhadap siapapun," ungkapnya.

Elva mengatakan, pihaknya bakal mendukung proses hukum yang sedang berjalan untuk memastikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.

"Termasuk memberikan dukungan penuh kepada pihak berwajib dalam melakukan penyelidikan dan penegakan hukum yang adil," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Disekap, Ini Kronologi Lengkap Wanita Diperkosa Kader PSI Norman Lianto

Sempat Disekap, Ini Kronologi Lengkap Wanita Diperkosa Kader PSI Norman Lianto

News | Rabu, 27 Maret 2024 | 22:21 WIB

Prabowo Menang Pilpres di Jakarta, PSI Sebut Warga Ibu Kota Tak Mau Anies Memimpin Lagi

Prabowo Menang Pilpres di Jakarta, PSI Sebut Warga Ibu Kota Tak Mau Anies Memimpin Lagi

News | Rabu, 27 Maret 2024 | 21:36 WIB

Anthony Norman Lianto: Jadi Kurir di Australia, Masuk PSI kini Tersandung Kasus Pelecehan

Anthony Norman Lianto: Jadi Kurir di Australia, Masuk PSI kini Tersandung Kasus Pelecehan

News | Rabu, 27 Maret 2024 | 17:26 WIB

Usai Korban Pelecehan Seksual Berani Speak Up, Anthony Norman Lianto Langsung Mundur dari PSI

Usai Korban Pelecehan Seksual Berani Speak Up, Anthony Norman Lianto Langsung Mundur dari PSI

News | Rabu, 27 Maret 2024 | 16:47 WIB

Kadernya Jadi Terduga Pelaku Pelecehan Seksual, PSI DKI Minta Maaf

Kadernya Jadi Terduga Pelaku Pelecehan Seksual, PSI DKI Minta Maaf

News | Rabu, 27 Maret 2024 | 16:22 WIB

Terkini

Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok

Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok

Kotak Suara | Rabu, 08 Januari 2025 | 16:29 WIB

Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK

Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK

Kotak Suara | Sabtu, 04 Januari 2025 | 13:58 WIB

Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik

Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik

Kotak Suara | Selasa, 24 Desember 2024 | 06:12 WIB

Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur

Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur

Kotak Suara | Senin, 23 Desember 2024 | 11:26 WIB

Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano

Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano

Kotak Suara | Sabtu, 21 Desember 2024 | 14:37 WIB

MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam

MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam

Kotak Suara | Jum'at, 20 Desember 2024 | 23:22 WIB

Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu

Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu

Kotak Suara | Kamis, 19 Desember 2024 | 19:26 WIB

Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire

Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 20:51 WIB

Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK

Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 20:27 WIB

Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024

Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 12:34 WIB