Masyarakat Bandung Punya PR Untuk Kurangi Sampah Hingga 800 Ton Perhari! Ini yang Harus Dilakukan

Selasa, 26 April 2022 | 14:36 WIB
Masyarakat Bandung Punya PR Untuk Kurangi Sampah Hingga 800 Ton Perhari! Ini yang Harus Dilakukan
ILUSTRASI - ILUSTRASI - Petugas mengangkut sampah ke TPA Burangkeng, Kabupaten Bekasi di TPS liar Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan pada Jumat (4/2/2022). [ANTARA/Pradita Kurniawan Syah]

Suara.com - Pengelolaan sampah jadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Bandung. Terlebih pasca peristiwa ledakan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah pada Februari 2005 yang dikenal dengan peristiwa 'Bandung Lautan Sampah'.

Hingga kini masyarakat Bandung masih punya pekerjaan rumah (PR) dalam mengendalikan persoalan sampah tersebut.

Pengendali Dampak Lingkungam Ahli Muda Dinas Lingkungan Hidup Bandung Deti Tulianti mengatakan, masyatakat Bandung harus mulai mengurangi produksi sampah hingga 800 ton per hari.

"Kondisi kota Bandung harus kurangi sampah, karena tidak punya TPA sendiri. Tahun 2025 kita akan pindah dari TPA Sari Mukti dan pembuangan saat ini juga dibatasi hanya 800 sampai 1000 ton (per hari). Sementara timbunan sampah kita sampai 1800 ton," papar Deti dalam konferensi pers Kamoanye Pasar Bebas Plastik di Jakarta, Selasa (26/4/2022).

Dalam satu tahun terakhir, lanjutnya, produksi sampah dari seluruh kota Bandung baru turun menjadi 1.600 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 55,6 persen di antaranya berupa sampah plastik atau sekitar 88 ton.

"Itu baru sampah kantong plastik, belum sampah plastik lainnya. Kalau kita kejar target, harus dikurangi sampai 33 persen sampah plastik," imbuhnya.

Agar target dan pekerjaan rumah itu terselesaikan, Deti menekankan perlu adanya pengurangan produksi sampah secara sebesar-besaran yang dilakukan semua pihak, baik individu, kegiatan usaha, rumah tinggal, juga pemerintah.

Diakui Deti, mengurangi sampah tersebut bukan perkara mudah. Namun masyarakat harus segera memulainya dari sekarang. Ia menganalogikan kalau jumlah sampah dari kita Bandung bisa memenuhi lapangan di Senayan, Jakarta, bahkan hingga menggunung.

Oleh sebab itu, ia menyarankan, setiap individu untuk mulai membatasi konsumsi sampah, mulai dari meminimalkan jumlah sampah sisa masak baik di rumah maupun restoran. Juga penggunaan plastik.

Baca Juga: Peringati Hari Bumi Sedunia 2022, FFI Edukasi Masyarakat untuk Memilah Sampah dengan Benar

"Masyarakat juga harus bisa memilah sampah. Karena kalau sudah dipilah maka bisa diolah. Untuk sampah organik kita sudah punya pengolahannya, jadi hanya sisa residu itu oun hanya 15 persen. Untuk sampah anorganik bisa potensi daur ulang, kita ada 3 ribuan pemulung dan ratusan bank sampah," ujarnya.

Dampak dari proses memilah tersebut membuat sampahbyang dikirim ke TPA tersisa 15 persen saja. Meski begitu, menurut Deti jumlah tersebut masih terlalu banyak.

"Karena ketaatan pilah oleh masyarakat juga baru 5 persen. Karena tidak ada sanksi untk lakukan pilah, walaupun sebenarnya wajib. Sehingga kuncinya tetap harus terus edukasi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI