Menjaga Warisan Leluhur, Rahasia Ketangguhan Masyarakat Adat Jingitiu di Tanah Sabu

Rendy Adrikni Sadikin | Suara.com

Jum'at, 30 Januari 2026 | 10:58 WIB
Menjaga Warisan Leluhur, Rahasia Ketangguhan Masyarakat Adat Jingitiu di Tanah Sabu
Lomi Mone, Deo Rai wilayah Adat Gopo, Kabupaten Sabu Raijua, NTT.(Dokumentasi pribadi)
  • Masyarakat adat Jingitiu di Kabupaten Sabu Raijua menggunakan rasi bintang sebagai astronomi tradisional untuk menentukan waktu tanam dan musim hujan.
  • Mereka memberlakukan pembatasan aktivitas ketat selama Januari hingga Maret, ditandai ritual Katikurai, demi menjaga keseimbangan ekologis.
  • Kearifan lokal mencakup aturan penanaman pohon lontar dan sistem pangan berbasis sorgum, kini didukung panel surya sejak 2024.

“Ada buah nitas, salah satu untuk ritual. Supaya persediaan makanan terjaga terus. Orangnya bisa kenyang terus,” jelas Bapak Lomi Mone.

Selain itu, terdapat makanan adat bernama Woperaggu yang tidak hanya menjadi asupan fisik bagi yang hidup, tetapi juga dipercayai sebagai bekal bagi arwah dalam perjalanan panjang menuju sang pencipta.

Berdasarkan pemetaan pangan lokal pada 2013 oleh Yayasan Pikul, Kabupaten Sabu Raijua memang memiliki tumbuhan pangan lokal. Beberapa tanaman ini masih ditanam sebagai sumber karbohidrat, seperti sorgum dan kacang hijau.

Integrasi Teknologi dan Ketangguhan Mental

Masyarakat jingitiu memang sangat memegang teguh tradisi. Tapi, hal itu tidak membuat mereka menutup diri dari kemajuan zaman. Sejak 2024, lewat sokongan GEF SGP Indonesia, panel surya telah menerangi rumah-rumah mereka.

Kehadiran listrik ini memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi kaum perempuan.Dengan lampu tenaga surya, aktivitas menenun kain tenun ikat tradisional yang menjadi salah satu pilar ekonomi keluarga dapat dilakukan lebih fleksibel.

Menanggapi pengadaan lampu tenaga surya ini, Lomi Mane mengatakan, “Solarnya bermanfaat (bagi para kaum perempuan–RED) ketika menenun pada tenun malam hari.”

Pada akhirnya, kehidupan di Sabu Liae adalah tentang kekuatan karakter yang ditempa oleh alam. Bapak Lomi Mone menutup kisahnya dengan merefleksikan bagaimana leluhur mereka bertahan hidup dengan tangan kosong.

“Zaman dulu memang harus bekerja seperti itu. Harus jadi orang kuat tanpa bantuan teknologi. Mereka dipaksa untuk hidup seperti itu.”

Filosofi ini tetap hidup hingga kiwari. Dengan kombinasi antara diversifikasi mata pencaharian—mulai dari menyadap lontar, beternak, hingga menenun—dan sistem gotong royong yang kuat, masyarakat Jingitiu membuktikan kearifan lokal adalah teknologi terbaik untuk menghadapi ketidakpastian iklim global.

Masyarakat adat Jingitiu adalah komunitas masyarakat Sabu yang menjaga alam melalui kepercayaan leluhur, hukum adat, dan pengetahuan ekologis, yang telah terbukti tangguh di lingkungan gersang selama berabad-abad.

Sekadar informasi, berdasarkan jurnal Universitas Padjadjaran, masyarakat adat Jingitiu merupakan salah satu penganut kepercayaan di Kabupaten Sabu Raijua. Mereka mempercayai adanya Deo Ama, yaitu Sang Pencipta yang berada jauh dari kehidupan sehari-hari dan tokoh tertinggi yang penuh misteri, paling dihormati dan paling ditakuti.

Selain itu, dalam kepercayaan Jingitiu dipercayai adanya makhluk halus yang tingkatannya di bawah Deo Ama, yaitu Rai Balla yang dipercayai menjaga bumi, Dahi Balla yang menjaga laut, dan Riru Balla yang menjaga langit. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menjemput Air di Jantung Kebun, Ikhtiar Desa Lobohede Sabu Raijua Lawan Krisis Iklim

Menjemput Air di Jantung Kebun, Ikhtiar Desa Lobohede Sabu Raijua Lawan Krisis Iklim

Lifestyle | Kamis, 29 Januari 2026 | 10:18 WIB

Evolusi Ekonomi Sabu Raijua, Mengubah Komoditas Lokal Menjadi Bisnis Hijau Inklusif

Evolusi Ekonomi Sabu Raijua, Mengubah Komoditas Lokal Menjadi Bisnis Hijau Inklusif

Lifestyle | Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:00 WIB

Kedaulatan Data dan Kearifan Lokal, Pondasi Sabu Raijua Hadapi Krisis Iklim Global

Kedaulatan Data dan Kearifan Lokal, Pondasi Sabu Raijua Hadapi Krisis Iklim Global

Lifestyle | Jum'at, 16 Januari 2026 | 10:55 WIB

Terkini

Bagaimana Etika Membalas Ucapan Lebaran di Grup WhatsApp agar Tetap Terlihat Akrab tapi Sopan?

Bagaimana Etika Membalas Ucapan Lebaran di Grup WhatsApp agar Tetap Terlihat Akrab tapi Sopan?

Lifestyle | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:39 WIB

6 Rekomendasi Parfum Wanita di Miniso yang Bikin Lebaran Makin Berkesan

6 Rekomendasi Parfum Wanita di Miniso yang Bikin Lebaran Makin Berkesan

Lifestyle | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:14 WIB

45 Ucapan Idulfitri Lucu dan Menghibur untuk Grup WhatsApp Keluarga, Bikin Ngakak!

45 Ucapan Idulfitri Lucu dan Menghibur untuk Grup WhatsApp Keluarga, Bikin Ngakak!

Lifestyle | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:12 WIB

Rabu Tanggal 18 Maret 2026 Bank Buka atau Tidak? Cek Jadwal Layanan Jelang Idulfitri

Rabu Tanggal 18 Maret 2026 Bank Buka atau Tidak? Cek Jadwal Layanan Jelang Idulfitri

Lifestyle | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:02 WIB

35 Ide Ucapan Idulfitri yang Singkat tapi Bermakna untuk Status WhatsApp

35 Ide Ucapan Idulfitri yang Singkat tapi Bermakna untuk Status WhatsApp

Lifestyle | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:00 WIB

Bagaimana Cara Mengucapkan Selamat Idulfitri kepada Mantan agar Tidak Canggung? Begini 6 Tipsnya

Bagaimana Cara Mengucapkan Selamat Idulfitri kepada Mantan agar Tidak Canggung? Begini 6 Tipsnya

Lifestyle | Selasa, 17 Maret 2026 | 09:54 WIB

Bagaimana Cara Membayar Fidyah Puasa yang Benar?

Bagaimana Cara Membayar Fidyah Puasa yang Benar?

Lifestyle | Selasa, 17 Maret 2026 | 09:48 WIB

6 Rekomendasi Sepatu yang Cocok Dipakai dengan Baju Gamis Saat Lebaran

6 Rekomendasi Sepatu yang Cocok Dipakai dengan Baju Gamis Saat Lebaran

Lifestyle | Selasa, 17 Maret 2026 | 08:53 WIB

5 Rekomendasi Tempat Makan Sate Maranggi Terdekat Pintu Tol Cipali untuk Pemudik

5 Rekomendasi Tempat Makan Sate Maranggi Terdekat Pintu Tol Cipali untuk Pemudik

Lifestyle | Selasa, 17 Maret 2026 | 08:27 WIB

Ketenangan di Tengah Hiruk Pikuk Jakarta, Cicipi Kopi Pagi di 'Rumah Palembang' yang Bikin Betah

Ketenangan di Tengah Hiruk Pikuk Jakarta, Cicipi Kopi Pagi di 'Rumah Palembang' yang Bikin Betah

Lifestyle | Selasa, 17 Maret 2026 | 08:20 WIB