- Anak korban Little Aresha alami bronkitis hingga gizi buruk akibat penelantaran.
- Bekal makanan anak diduga dimakan pengasuh dan sisanya dibuang ke ember.
- Orang tua tuntut restitusi materiel dan imateriel kepada tersangka Diyah Kusumastuti.
Suara.com - Isak tangis dan amarah pecah saat para orangtua korban kekerasan di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, membeberkan penderitaan buah hati mereka dalam audiensi bersama Wakil Ketua Komisi X, Esti Wijayantyi di Yogyakarta kemarin, Rabu (29/4/2026).
Sukirman, salah satu orangtua murid Daycare Little Aresha sekaligus koordinator dalam audiensi tersebut mewakili perasaan semua orangtua yang merasa dimanipulasi oleh penampilan dan tutur kata Ketua Yayasan, Diyah Kusumastuti yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Di balik sosok Ketua Yayasan, Diyah Kusumastuti (DK), yang dikenal santun, semua orangtua murid Little Aresha ternyata tersimpan praktik keji yang membuat ratusan anak mengalami trauma fisik dan psikis yang mendalam.
Bukan sekadar lebam, para orangtua baru menyadari bahwa selama ini mereka membayar jutaan rupiah setiap bulan hanya untuk menjebloskan anak mereka ke dalam "ruang penyiksaan".
Berikut adalah fakta-fakta memilukan terkait dampak kesehatan dan tuntutan para orangtua korban:

1. Penampilan Santun Diyah Kusumastuti yang Menipu
Kholivia Rahmawati atau Via, salah satu orangtua yang menitipkan tiga anaknya, mengaku merasa tertipu mentah-mentah oleh penampilan Diyah Kusumastuti.
Di depan orangtua, Diyah selalu tampil santun dan tampak sangat menyayangi anak-anak.
"Hewan pun lebih baik dari ini rasanya. Kami tertipu penampilan santunnya," ujar Via sambil menangis tersedu di kediaman Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti
Wijayanti.
2. Banyak Anak Idap Bronkitis hingga Gizi Buruk
Dampak dari tindakan tidak manusiawi di Little Aresha sangat fatal.
Via menceritakan bahwa anak bungsunya mengalami batuk pilek yang tak kunjung sembuh hingga didiagnosa menderita bronkitis.
Hal ini diduga kuat karena anak-anak dibiarkan tidur tanpa busana di lantai yang lembap dan berjamur.
Tak hanya itu, anak Via yang berusia dua tahun juga didiagnosa mengalami stunting (gizi buruk). Padahal, Via selalu membawakan bekal bergizi dan susu mahal.
"Ternyata bekal yang saya bawakan sebagian dimakan oleh pengasuh. Anak saya dibuat gizi buruk," ungkapnya geram.