Beredar kabar yang menarasikan bahwa rumah Anies Baswedan digeruduk warga usai dirinya menyatakan akan mengganti NKRI dengan paham Khilafah.
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 372 ribu pengikut bernama KABAR NUSANTARA melalui sebuah video yang diunggah pada 3 Juli 2023.
"VIRAL ~ ucapan ahok terbukti benar !! ternyata ini tujuan utama Anies jadi presiden" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Senin (3/7/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan gambar yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"RUMAH ANIES DIGRUDUK WARGA
KECAM KERAS PERNYATAAN ANIES MENGGANTI NKRI DENGAN PAHAM KILAFAH"
Namun begitu, apakah benar rumah Anies Baswedan digeruduk warga usai dirinya menyatakan ganti NKRI dengan paham Khilafah?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait rumah Anies Baswedan yang digeruduk warga.
Unggahan tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa Anies Baswedan pernah membuat pernyataan akan mengganti NKRI dengan paham Khilafah.
Baca Juga: Tajir Melintir, Orang Tua Inge Anugrah Ajak Cucu Liburan ke Jepang Lebih dari Seminggu
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada bukti atau pun berita kredibel yang menyatakan bahwa rumah Anies Baswedan digeruduk warga.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan 'RUMAH ANIES DIGRUDUK WARGA. KECAM KERAS PERNYATAAN ANIES MENGGANTI NKRI DENGAN PAHAM KILAFAH' merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].