Walikota Dortmund Tolak Terima Petisi Penolakan Acara Tembakau di Bali

admin

Senin, 10 Februari 2014 | 21:06 WIB
Walikota Dortmund Tolak Terima Petisi Penolakan Acara Tembakau di Bali
Ilustrasi daun-daun tembakau yang sedang dikeringkan. (Foto: Pixabay)

Suara.com - Walikota Dortmund, Ulrich Sierau, dilaporkan tak bersedia menerima penyampaian petisi yang intinya berisi penolakan terhadap diselenggarakannya acara Inter-tabac Asia 2014 di Bali. Petisi dimaksud coba diserahkan oleh dua orang inisiatornya, Max Vollmer dan Yosef Rabindanata Nugraha, yang salah satunya adalah juga warga Dortmund sendiri.

Sebagaimana rilis yang diedarkan pihak Change.org hari ini, Senin (10/2), petisi itu sendiri telah ditandatangani oeh hampir 12.000 orang. Diberi nama "Stop Dortmund", petisi di situs Change.org tersebut coba diserahkan oleh Max dan Yosef di Balai Kota Dortmund pada 3 Februari lalu. Namun nyatanya, sang Walikota tidak bersedia untuk menyambut pembawa permohonan.

Disebutkan pula, petisi ini pada dasarnya bertujuan untuk menghentikan pameran Inter-tabac Asia 2014, di Nusa Dua, Bali, pada 27-28 Februari mendatang, yang diselenggarakan oleh perusahaan milik Kota Dortmund, Westfalenhallen Dortmund GmbH. Bukan saja tak diterima, dilaporkan bahwa upaya penyerahan petisi kepada walikota secara pribadi itu pun dicegah dengan ancaman pemanggilan polisi.

"Saya sangat kecewa. Walikota Dortmund tidak menunjukkan rasa hormat terhadap warganya sendiri, dan saya sebagai warga Indonesia yang mewakili ribuan orang Indonesia yang telah tanda tangan petisi, saya sangat kecewa terhadap sikap dari Walikota Dortmund," ungkap Yosef, inisiator petisi yang berasal dari Indonesia, yang juga memawakili Gerakan Indonesia Bebas Rokok.

Indonesia Bebas Rokok sendiri disebut sebagai sebuah gerakan yang diinisiasi oleh anak-anak muda Indonesia, khususnya para mahasiswa, yang prihatin terhadap keadaan bangsa Indonesia khususnya terhadap penanggulangan bahaya merokok. Dibentuk pada tanggal 10 November 2012, komunitas ini beranggotakan 10 anak muda dalam kepengurusan inti, serta diklaim memiliki "Agen Bebas Asap Rokok" yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sementara itu rekan Yosef, Max Vollmer, berasal dari Deutscher Jugendschutz-Verband (German Association of Youth Protection), seorang warga Dortmund yang juga merupakan inisiator petisi. "Westfalenhallen dimiliki oleh Kota Dortmund, dan Walikota Dortmund seharusnya menunjukkan rasa tanggung jawab dan menginstruksikan Westfalenhallen untuk menghentikan Inter-tabac Asia," komentar Max.

Meski demikian, dijelaskan pula bahwa pada akhirnya petisi itu disebut telah diterima oleh Wakil Walikota Dortmund, Manfred Sauer, yang setuju untuk menerimanya dan mengatakan akan menyampaikan kepada Walikota.

Lebih jauh dikatakan, Johannes Spatz, juru bicara Forum Rauchfrei mengingatkan bahwa Gubernur Bali sebenarnya telah berulang kali menekankan kepada wartawan jika (acara) Inter-tabac Asia melanggar Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Bali. Menurutnya pula, jika Inter-tabac Asia tetap diselenggarakan, maka akan diberlakukan sanksi hukum kepada semua pihak yang terlibat dalam acara itu.

Ajang Inter-tabac (International Trade Fair for Tobacco Products and Smoking Accessories) Asia 2014 sendiri, oleh situs Tradeshowz, disebut sebagai salah satu event internasional terkemuka saat ini di Indonesia. Sementara situs 10Times menyebut bahwa ajang ini merupakan subsidiary dari Inter-tabac, ajang pameran tembakau internasional yang sudah terkenal dan telah digelar secara rutin lebih dari 30 tahun di Dortmund. Ajang ini disebut akan menghadirkan para pakar sekaligus peralatan dan ternologi terkini di industri tembakau, memamerkan sejumlah besar prouk tembakau tradisional maupun aksesorisnya, hingga produk-produk inovatif lain dari tembakau. (PR)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Aturan Kemasan Rokok Seragam! Mengapa Industri Khawatir Produk Ilegal Bakal Merajalela?

Aturan Kemasan Rokok Seragam! Mengapa Industri Khawatir Produk Ilegal Bakal Merajalela?

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 10:10 WIB

Produk Tembakau Alternatif Bisa Bantu Perokok Dewasa Beralih, Tapi Tetap Berisiko

Produk Tembakau Alternatif Bisa Bantu Perokok Dewasa Beralih, Tapi Tetap Berisiko

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:48 WIB

Aturan Kemasan Rokok Polos Dinilai Ancam 1,2 Juta Lapangan Kerja

Aturan Kemasan Rokok Polos Dinilai Ancam 1,2 Juta Lapangan Kerja

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:23 WIB

Produk Tembakau Alternatif Dinilai Kurangi Paparan Tar, Benarkah?

Produk Tembakau Alternatif Dinilai Kurangi Paparan Tar, Benarkah?

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 06:49 WIB

Regulasi Nikotin Berpotensi Goyang Industri Hasil Tembakau, Petani Paling Terdampak

Regulasi Nikotin Berpotensi Goyang Industri Hasil Tembakau, Petani Paling Terdampak

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 15:05 WIB

Aturan Kemasan Rokok Tuai Polemik, Hak Konsumen Dinilai Diabaikan

Aturan Kemasan Rokok Tuai Polemik, Hak Konsumen Dinilai Diabaikan

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 05:05 WIB

Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?

Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:24 WIB

Agus Setyawan Tolak Penyeragaman Kemasan Rokok, Sebut Ancam Petani dan Masa Depan Tembakau

Agus Setyawan Tolak Penyeragaman Kemasan Rokok, Sebut Ancam Petani dan Masa Depan Tembakau

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 04:20 WIB

Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!

Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:45 WIB

Terkini

Ojol Kurir Makanan Menang Penghargaan Tinggi Sastra di China

Ojol Kurir Makanan Menang Penghargaan Tinggi Sastra di China

News | Senin, 20 Juli 2026 | 16:22 WIB

Polri Buka Suara soal Dugaan Korupsi Hibah Lahan yang Libatkan Eks Wakapolri Oegroseno

Polri Buka Suara soal Dugaan Korupsi Hibah Lahan yang Libatkan Eks Wakapolri Oegroseno

News | Senin, 20 Juli 2026 | 16:22 WIB

5 Rekomendasi Bedak Gatal yang Manjur di Apotek, Harga Mulai Rp10 Ribuan

5 Rekomendasi Bedak Gatal yang Manjur di Apotek, Harga Mulai Rp10 Ribuan

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 16:21 WIB

BKKBN: Bangun Keluarga Tak Cukup Modal Cinta

BKKBN: Bangun Keluarga Tak Cukup Modal Cinta

Sulsel | Senin, 20 Juli 2026 | 16:17 WIB

Jelang Dua Tahun Pemerintahan, Prabowo Kumpulkan Menteri untuk Evaluasi Kinerja Kabinet

Jelang Dua Tahun Pemerintahan, Prabowo Kumpulkan Menteri untuk Evaluasi Kinerja Kabinet

News | Senin, 20 Juli 2026 | 16:17 WIB

ID FOOD Luncurkan Warung Pangan, Perkuat Distribusi dan Pangkas Rantai Pasok Bahan Pokok

ID FOOD Luncurkan Warung Pangan, Perkuat Distribusi dan Pangkas Rantai Pasok Bahan Pokok

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 16:12 WIB

Mengebut Saat Berkendara Bukannya Efisien Malah Bikin Boncos?

Mengebut Saat Berkendara Bukannya Efisien Malah Bikin Boncos?

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 16:10 WIB

Keunggulan Serum Glow Bomb Glow fx, Kandungan Pencerahnya Capai 19 Persen

Keunggulan Serum Glow Bomb Glow fx, Kandungan Pencerahnya Capai 19 Persen

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 16:10 WIB

7 Cara Memilih Produk Dekorasi Kamar Tidur yang Efektif Sesuai Prinsip Feng Shui

7 Cara Memilih Produk Dekorasi Kamar Tidur yang Efektif Sesuai Prinsip Feng Shui

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 16:10 WIB

Isuzu Catatkan Produksi 300 Ribu Unit di Tengah Ketatnya Persaingan Kendaraan Komersial Tanah Air

Isuzu Catatkan Produksi 300 Ribu Unit di Tengah Ketatnya Persaingan Kendaraan Komersial Tanah Air

Otomotif | Senin, 20 Juli 2026 | 16:07 WIB

×