Suara.com - Badan Usaha Milik Daerah PT Transportasi Jakarta akan menyediakan toilet di seluruh halte bus Transjakarta mulai tahun 2015.
"Kami ingin nantinya penumpang semakin nyaman berada di halte. Halte-halte yang tadinya sempit, kita perlebar. Nantinya, halte juga akan dilengkapi toilet," kata Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Antonius NS Kosasih, Jumat (12/12/2014).
Rencana penyediaan toilet sejalan dengan pembenahan halte yang saat ini tengah dikebut PT Transportasi Jakarta. Fasilitas ini diberikan demi menambah kenyamanan penumpang saat menunggu bus Transjakarta.
"Kami ingin nantinya penumpang semakin nyaman berada di halte. Halte-halte yang tadinya sempit, kita perlebar. Nantinya, halte juga akan dilengkapi toilet," katanya, .
Kosasih mengakui konsep halte bus Transjakarta yang sebelumnya memang kurang memberikan kenyamanan kepada penumpang. Selain tidak memiliki toilet, bentuk halte model lama juga terbilang sempit sehingga membuat sirkulasi udara tidak lancar.
"Halte model dulu itu meniru konsep halte bus Transjakarta di Bogota, Kolombia. Kalau di sana kan dingin, jadi haltenya sempit tidak masalah. Tapi kalau di sini tidak cocok dengan cuaca kita," katanya.
Kosasih mengatakan sejauh ini sejumlah halte bus Transjakarta yang telah direnovasi menjadi lebih luas, yakni halte Karet Tengsin, halte Polda Metro Jaya, dan Halte Juanda.
"Mulai 1 Januari tahun depan, semua aset itu kita yang kelola," kata dia.
Terkait tiket Transjakarta, Kosasih mengatakan belum berencana menaikkan tarif yang sampai kini masih berada di angka Rp3.500. Sebab, Pemprov DKI telah memberikan subsidi melalui Public Service Obligation kepada PT Transportasi Jakarta sebesar Rp3.230.
"Bila tidak ada PSO, tarif yang dikenakan kepada penumpang sebesar Rp7.500. Sampai kini, tarif yang dikenakan ke penumpang masih Rp3.500," kata dia.