Array

Mengapa Mega Mencoret Maruarar Sirait dan Rieke Diah Pitaloka?

Esti Utami Suara.Com
Sabtu, 11 April 2015 | 18:10 WIB
Mengapa Mega Mencoret Maruarar Sirait dan Rieke Diah Pitaloka?
Megawati Soekarnoputri (tengah) bersama Puan Maharani, Tjahjo Kumolo, serta kader PDIP lainnya di acara ramah tamah jelang pembukaan Kongres IV PDIP di Sanur, Bali, Rabu (8/4/2015) malam. [Suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Sejumlah pengamat menyayangkan terdepaknya beberapa kader potensial Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) dari jajaran kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan hasil Kongres IV di Bali, 9-11 April.

"Sangat disayangkan memang, kader-kader muda potensial, berkualitas dan pekerja keras membesarkan partai seperti Maruarar Sirait, Rieke dan Eva justru didepak," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari di Jakarta, Sabtu.

Sebelumnya Megawati Soekarno Putri yang terpilih lagi secara aklamasi menjadi Ketum DPP PDI-Perjuangan telah mengumumkan susunan jajaran pimpinan DPP. Namun nama kader potensial seperti Maruarar Sirait, Rieke Diah Pitaloka, Eva Kusuma Sundari dan Pramono Anung yang tersingkir.

Mereka tak masuk lagi dalam susunan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan hasil Kongres IV di Bali. Padahal, menurut Qodari mereka dikenal sangat aktif yang berkualitas serta gigih bekerja keras membesarkan partai dalam membesarkan partai dengan cara masing-masing. Ara dan Rieke, tambah Qodari, adalah lumbung suara untuk partai PDI-P di dapilnya.

"Keduanya juga tokoh yang kreatif dalam menjaring relawan dan pemilih pemula untuk partai," katanya.

Sementara itu, pengamat Politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens menyayangkan langkah Mega yang tak menjadikan Maruarar (Ara) menjadi pengurus pusat partai berlambang banteng moncong putih itu.

"Itu sangat disayangkan ya. Kalau Maruar Sirait, Eva Sundari, dan lain-lain yang berpotensi tidak masuk itu yang jadi pertanyaan," kata Boni sebagaimana dikutip kantor berita Antara.

Tapi Boni tak berprasangka terkait tidak ditempatkannya kembali Ara sebagai Pengurus DPP PDIP.

"Saya tidak mencurigai apa-apa, tapi itu tetap menjadi pertanyaan. Ara dan Eva kan ini tidak ada di pemerintahan, kenapa enggak masuk," katanya.

Mungkinkah Presiden ke-5 ini masih marah pada Maruarar. Jika menengok saat penyusunan Kabinet Kerja, Oktober tahun lalu, Anda tentu masih ingat bagaimana nama Ara sempat disebut-sebut akan menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika, namun dicoret di detik-detik terakhir, karena tidak mendapat 'restu' dari Mega.

Ara yang kini menjadi anggota DPR, pada kepengurusan sebelumnya menjadi ketua DPP PDIP bidang Pemuda dan Olahraga periode 2005-2010 dan 2010-2015.  Posisi ketua bidang pemuda dan olahraga, kini  dipercayakan kepada Sukur Nababan. Sukur yang juga anggota DPR merupakan salah satu kader di Taruna Merah Putih, salah satu organisasi sayap PDIP yang kini dipimpin Maruarar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI