Calon Punya Banyak Motif, Begini Cara Pansel Temukan Pimpinan KPK

Siswanto, Bagus Santosa

Minggu, 05 Juli 2015 | 20:21 WIB
Calon Punya Banyak Motif, Begini Cara Pansel Temukan Pimpinan KPK
Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/5). (Antara)

Suara.com - Dari 600 pendaftar calon pimpinan KPK, sekarang sudah mengerucut menjadi 149 pendaftar. Nanti akan diperas lagi sampai benar-benar ditemukan orang yang tepat memimpin lembaga antirasuah.

Untuk mencapai angka tersebut, kata juru bicara Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK Betty Alisjahbana tidak mudah menyeleksinya.

"Pertama, kita baca CV dari para pendaftar. Satu CV dibaca dua orang anggota. Jadi anggota pansel dibagi empat. Dua orang bahas satu CV untuk dibahas ke Pleno," kata Betty usai diskusi di Cikini, Menteng, Jakarta, Minggu (5/7/2015).

Dia menambahkan penyeleksian tahap awal agak berbeda dengan sebelum penyeleksian calon pimpinan KPK sebelumnya. Kata dia, bila sebelumnya hanya diperiksa sebatas masalah adminitrasi, kali ini juga dilihat latar belakang pengalaman calon dengan kecocokan jabatan pimpinan KPK.

"Bagaimana pekerjaannya sebelumnya, seberapa besar dan signifikan sehingga dilihat lompatannya terlalu jauh atau nggak. Lingkup seberapa besar yang pernah dikelola. Supaya loncatnya nggak kejauhan (langsung memimpin KPK). Apalagi tantangan KPK seperti sekarang," kata dia.

"Jadi, dia punya pengalaman apa, apakah relevan dengan tugas KPK?" tambah Betty.

Lolos tahapan itu, selanjutnya para calon akan masuk ke tahap tes obyektif. Tes ini, sambungnya, akan dilangsungkan pada 8 Juli 2015.

Setelah di tahapan ini lulus, kata Betty, akan ada tes lanjutan yaitu makalah. Dari sini kemampuan calon akan ketahuan. Para kandidat akan diminta membuat strategi pencegahan dan pemberantasan korupsi yang pernah dimasukkan di dalam dokumen pendaftaran.

"Dari situ akan dilihat pemahaman tentang korupsi, itu bisa dilihat disitu. Masalah integritas juga bisa dilihat dari situ," ujarnya.

Betty mengungkapkan para punya berbagai motivasi mendaftar menjadi pimpinan KPK. Karena itu, perlu ditelisik lebih jauh.

"Tinggal kita lihat konsistensinya. Baik dari makalah, dan penelusuran orangnya. Apakah dia konsisten membela pemberantasan korupsi atau zig zag. Karena tugas pansel adalah memilih pimpinan KPK terbaik, yang mana yang punya niat yang baik, kompetensi yang baik," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPK Sebut Penahanan Febrie Adriansyah Tidak Diistimewakan

KPK Sebut Penahanan Febrie Adriansyah Tidak Diistimewakan

Video | Selasa, 28 Juli 2026 | 14:55 WIB

Perry Warjiyo Berpotensi Dipanggil KPK Usai Mundur dari Gubernur BI, Ini Kasusnya

Perry Warjiyo Berpotensi Dipanggil KPK Usai Mundur dari Gubernur BI, Ini Kasusnya

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:27 WIB

Usut Temuan Uang di Rumah Plt Gubernur Riau, KPK Dalami Kaitan dengan Kasus Abdul Wahid

Usut Temuan Uang di Rumah Plt Gubernur Riau, KPK Dalami Kaitan dengan Kasus Abdul Wahid

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:58 WIB

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

News | Senin, 27 Juli 2026 | 23:16 WIB

Diskusi 2 Jam di Rutan KPK, Ini yang Dibahas Penasihat Hukum Febrie Adriansyah

Diskusi 2 Jam di Rutan KPK, Ini yang Dibahas Penasihat Hukum Febrie Adriansyah

News | Senin, 27 Juli 2026 | 17:33 WIB

Selesai Isolasi, Febrie Adriansyah Sarapan Telur Ceplok dan Bihun Bareng Tahanan Rutan KPK

Selesai Isolasi, Febrie Adriansyah Sarapan Telur Ceplok dan Bihun Bareng Tahanan Rutan KPK

News | Senin, 27 Juli 2026 | 17:27 WIB

Tak Lagi Diisolasi, Febrie Adriansyah Mulai Jalani Hari-hari Bersama Tahanan KPK

Tak Lagi Diisolasi, Febrie Adriansyah Mulai Jalani Hari-hari Bersama Tahanan KPK

News | Senin, 27 Juli 2026 | 14:45 WIB

KPK Tegaskan Febrie Adriansyah Tak Diistimewakan, Kini Gabung dengan Tahanan Lain

KPK Tegaskan Febrie Adriansyah Tak Diistimewakan, Kini Gabung dengan Tahanan Lain

News | Senin, 27 Juli 2026 | 14:39 WIB

KPK Bantah Beri Fasilitas Mewah, Febrie Adriansyah Kini Huni Rutan Tanpa Pengistimewaan

KPK Bantah Beri Fasilitas Mewah, Febrie Adriansyah Kini Huni Rutan Tanpa Pengistimewaan

News | Senin, 27 Juli 2026 | 14:32 WIB

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Sita Uang Rp 4 Miliar dari Rumah Kadis PUPR Bengkulu

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Sita Uang Rp 4 Miliar dari Rumah Kadis PUPR Bengkulu

News | Senin, 27 Juli 2026 | 13:34 WIB

Terkini

Kupas Tuntas Transportasi Jakarta: Beneran Bikin Hemat atau Malah Ribet?

Kupas Tuntas Transportasi Jakarta: Beneran Bikin Hemat atau Malah Ribet?

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:44 WIB

Aturan AI Berlaku, Korporasi dan Sektor Keuangan RI Bisa Terancam Denda 2% dari Pendapatan

Aturan AI Berlaku, Korporasi dan Sektor Keuangan RI Bisa Terancam Denda 2% dari Pendapatan

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:44 WIB

Bukan 'Ujug-ujug', Terungkap Alasan Kaesang Pilih Jateng Jadi Medan Tempur Menuju Senayan

Bukan 'Ujug-ujug', Terungkap Alasan Kaesang Pilih Jateng Jadi Medan Tempur Menuju Senayan

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:40 WIB

Kepala Bakom Qodari Jawab Polemik Londo Ireng, Kabinet Bayangan hingga Gubernur BI

Kepala Bakom Qodari Jawab Polemik Londo Ireng, Kabinet Bayangan hingga Gubernur BI

Jatim | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:40 WIB

Wamendagri Ingatkan Sayembara Tangkap Begal Harus Tetap Sesuai Hukum

Wamendagri Ingatkan Sayembara Tangkap Begal Harus Tetap Sesuai Hukum

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:38 WIB

Massa Petani Tembakau Gelar Aksi di Kemenko PMK, Desak Pembatalan Aturan PP 28/2024

Massa Petani Tembakau Gelar Aksi di Kemenko PMK, Desak Pembatalan Aturan PP 28/2024

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:35 WIB

Ramai Wisatawan Dipalak Saat Foto di Plang Malioboro, UPT Tertibkan Fotografer

Ramai Wisatawan Dipalak Saat Foto di Plang Malioboro, UPT Tertibkan Fotografer

Jogja | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:34 WIB

DPR Minta BGN Terbitkan Aturan Tertulis Larangan Dapur MBG Pakai MinyaKita dan Gas Melon

DPR Minta BGN Terbitkan Aturan Tertulis Larangan Dapur MBG Pakai MinyaKita dan Gas Melon

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:31 WIB

Oliver Twist: Perjuangan Anak Yatim Melawan Kemiskinan dan Eksploitasi

Oliver Twist: Perjuangan Anak Yatim Melawan Kemiskinan dan Eksploitasi

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:30 WIB

Kisah Almeyda Nayara: Tak Menyangka Hobi Bikin Konten Membuka Jalan Raih Beasiswa

Kisah Almeyda Nayara: Tak Menyangka Hobi Bikin Konten Membuka Jalan Raih Beasiswa

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:29 WIB

×