Kisah Pengungsi Suriah yang Berbekal 'Tiket Kelas Satu' ke Eropa

Ruben Setiawan

Selasa, 08 September 2015 | 14:26 WIB
Kisah Pengungsi Suriah yang Berbekal 'Tiket Kelas Satu' ke Eropa
Para pengungsi yang sedang mendaftarkan diri di pusat registrasi di Kota Berlin, Jerman. (Reuters/Fabrizio Bensch)

Suara.com - Uni Emirat Arab (UEA) bukanlah salah satu negara yang dimanfaatkan pengungsi Suriah sebagai batu loncatan untuk ke Eropa. Namun, bagi warga Suriah yang satu ini, UEA merupakan negara yang cocok untuk memulai perjalanannya ke Eropa.

Ya, Tareq dan keluarganya enggan bersusah payah seperti pengungsi senegaranya. Ia lebih memilih merogoh kocek dalam-dalam untuk bisa mendapatkan transportasi yang aman dan nyaman untuk memulai kehidupan baru di Swedia.

Dibantu oleh sindikat perdagangan manusia yang punya jaringan di Timur Tengah dan Eropa, lelaki berusia 36 tahun itu melakukan perjalanan dari Dubai, UEA menuju Swedia, hanya dalam waktu tiga minggu, menggunakan fasilitas transportasi yang tergolong nyaman.

Biasanya, pengungsi kebanyakan membayar uang sebesar 700 Euro atau sekitar Rp11 juta agar dibantu diseberangkan ke Eropa. Dengan uang sedemikian besar itu, mereka masih harus berdesak-desakan dengan pengungsi lain di atas sebuah perahu yang terkadang tak laik untuk beroperasi.

Namun, berbeda halnya dengan Tareq. Tareq membayar biaya paketan, yakni 3.000 Euro atau sekitar Rp47 juta. Itu belum semuanya. Tareq dan keluarganya juga membayar ribuan Euro lagi untuk biaya pemalsuan dokumen agar bisa masuk Swedia, negara yang kabarnya memberikan status kewarganegaraan cuma-cuma bagi pengungsi Suriah.

Meski harus menghabiskan banyak biaya, Tareq selamat sampai di Swedia. Nasib Tareq dan keluarganya jauh lebih beruntung ketimbang para pengunsgi yang harus kehilangan keluarga saat mencoba menyeberang dari Afrika Utara ke Italia, atau dari Turki ke kepulauan Yunani.

"Saya harus memilih antara keselamatan keluarga saya atau mengambil risiko, berharap saat berhasil menyeberangi lautan, kami berpeluang memperoleh kehidupan yang lebih baik," kata Tareq seperti dikutip Reuters.

Tareq adalah jebolan sarjana pemasaran. Selama delapan belas bulan setelah lulus, Tareq mencari pekerjaan namun tak kunjung mendapatkannya. Di awal konflik Suriah tahun 2012, Tareq mendapat visa kerja di UEA dan bekerja dengan perusahaan yang dijalankan kerabatnya.

Sayang, usahanya bangkrut. Ia pun gagal mendapatkan pekerjaan untuknya di Lebanon dan Algeria. Eropa pun jadi target Tareq selanjutnya. (Reuters) 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anak Pengungsi Gempa NTT Jadi Korban Kekerasan Seksual di Tenda Pengungsian

Anak Pengungsi Gempa NTT Jadi Korban Kekerasan Seksual di Tenda Pengungsian

News | Rabu, 02 September 2026 | 14:10 WIB

Kebakaran Hebat Landa Kampung Nelayan di Jayapura, Ratusan Rumah Hangus

Kebakaran Hebat Landa Kampung Nelayan di Jayapura, Ratusan Rumah Hangus

Foto | Selasa, 01 September 2026 | 19:54 WIB

Makan Aman! Balita dan Lansia Korban Kebakaran Gambir Butuh Obat serta Selimut

Makan Aman! Balita dan Lansia Korban Kebakaran Gambir Butuh Obat serta Selimut

News | Selasa, 01 September 2026 | 15:07 WIB

Pengungsi Gempa NTT Menyusut 4.142 Orang, Ribuan Rumah Masih Rusak Berat

Pengungsi Gempa NTT Menyusut 4.142 Orang, Ribuan Rumah Masih Rusak Berat

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:58 WIB

Anak-anak Pemikul Air di Gaza, Tinggalkan Sekolah Hingga Alami Kerusakan Tulang Belakang

Anak-anak Pemikul Air di Gaza, Tinggalkan Sekolah Hingga Alami Kerusakan Tulang Belakang

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:21 WIB

Lebih dari Sepekan Pascagempa Flores, Anak-Anak Hadapi Ancaman Berlapis

Lebih dari Sepekan Pascagempa Flores, Anak-Anak Hadapi Ancaman Berlapis

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:06 WIB

PNM Peduli Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Pengungsi Terdampak Gempa NTT

PNM Peduli Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Pengungsi Terdampak Gempa NTT

Bisnis | Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:23 WIB

Jumlah Pengungsi Gempa NTT Terus Naik, Sudah Capai 92.735 Orang

Jumlah Pengungsi Gempa NTT Terus Naik, Sudah Capai 92.735 Orang

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Harga Korek Api Naik 100 Kali Lipat di Jalur Gaza, Jadi Barang Paling Langka, Kenapa Bisa Begitu?

Harga Korek Api Naik 100 Kali Lipat di Jalur Gaza, Jadi Barang Paling Langka, Kenapa Bisa Begitu?

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:27 WIB

Korban Gempa NTT Dievakuasi via Helikopter ke Labuan Bajo

Korban Gempa NTT Dievakuasi via Helikopter ke Labuan Bajo

Foto | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:54 WIB

Terkini

7 Jenis Buah dan Sayur yang Dilarang Disimpan di Kulkas, Ternyata Bisa Merusak Nutrisinya

7 Jenis Buah dan Sayur yang Dilarang Disimpan di Kulkas, Ternyata Bisa Merusak Nutrisinya

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 06:15 WIB

Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan

Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 05:58 WIB

TPA Galuga Ditutup Sementara Akibat Kebakaran, Pengiriman Sampah Bogor Lumpuh Seharian

TPA Galuga Ditutup Sementara Akibat Kebakaran, Pengiriman Sampah Bogor Lumpuh Seharian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 05:13 WIB

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Bogor | Selasa, 08 September 2026 | 00:23 WIB

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:42 WIB

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:27 WIB

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Jakarta | Senin, 07 September 2026 | 23:20 WIB

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:07 WIB

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Video | Senin, 07 September 2026 | 22:45 WIB

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:36 WIB

×