Pengadilan HAM 1965 di Den Haag, Anggota DPR: Ngaco Itu

Siswanto, Bagus Santosa

Rabu, 11 November 2015 | 14:54 WIB
Pengadilan HAM 1965 di Den Haag, Anggota DPR: Ngaco Itu
Junimart Girsang (kiri). [Antara/Andika Wahyu]

Suara.com - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Junimart Girsang mempertanyakan penyelenggaraan pengadilan rakyat kasus pelanggaran berat HAM tahun 1965 (International People’s Tribunal on 1965 crimes against humanity in Indonesia) di Den Haag, Belanda, Selasa (10/11/2015) sampai Jumat (13/11/2015).

"Ngacolah itu, kita kan punya pengadilan HAM sendiri juga. Kenapa tidak di sini saja, lalu kepentingannya apa Den Haag melakukan persidangan rakyat internasional itu," ujar Junimart di DPR, Rabu (11/11/2015).

Menurut Junimart dalam kasus pelanggaran HAM berat, pemerintah Indonesia merupakan korban sehingga seharusnya sidang jangan dilakukan di Den Haag.

"Begini, yang jadi korban kita, para jenderal yang mati, kita yang rugi, kok kita yang maaf. Kita ini korban," ujar dia.

Anggota Komisi III dari Fraksi PPP Arsul Sani menilai pengadilan internasional tidak bijak dalam menyikapi persoalan tersebut.

"Jika forum pengadilan tersebut mengandung hal-hal yang menyalahkan pemerintah atau kelompok masyarakat tertentu terkait dengan ekses G30S-PKI tersebut maka itu akan berpotensi memecah belah elemen-elemen bangsa kita," ujar Arsul.

Menurut Arsul seharusnya para pegiat HAM yang mengajukan persidangan di Den Haag berpikir jangka panjang.

"Mereka seyogyanya mempertimbangkan antara manfaat dan mudharatnya sebelum membawa persoalan tersebut ke panggung internasional," katanya.

Arsul mengatakan memang seharusnya pemerintah mengusut kasus pelanggaran HAM masa lalu agar tuntas.

"Namun di sisi lain, pemerintah perlu lebih fokus dan menunjukkan keseriusan lebih penyelesaian kasus dugaan pelanggaran berat HAM masa lalu," katanya.

Pengadilan internasional ditujukan bagi pemerintah Indonesia, khususnya di bawah pemerintahan Soeharto.

Pengadilan peristiwa 1965 digagas para aktivis HAM. Mereka ingin membuktikan bahwa ketika itu benar-benar terjadi pelanggaran berat HAM.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Diminta Hadir Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM

Pemerintah Diminta Hadir Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM

News | Rabu, 11 November 2015 | 00:01 WIB

Begini Suasana Pengadilan Rakyat Kasus HAM 1965 di Den Haag

Begini Suasana Pengadilan Rakyat Kasus HAM 1965 di Den Haag

News | Selasa, 10 November 2015 | 22:05 WIB

Pengadilan HAM di Belanda, Menhan: Negara Lain Jangan Ikut Campur

Pengadilan HAM di Belanda, Menhan: Negara Lain Jangan Ikut Campur

News | Selasa, 10 November 2015 | 22:02 WIB

Terkini

Kalimantan Kembali Terbakar, Malaysia Mulai Terganggu: Hantu Krisis Asap 1998 Muncul Lagi

Kalimantan Kembali Terbakar, Malaysia Mulai Terganggu: Hantu Krisis Asap 1998 Muncul Lagi

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Lebih dari Sekadar Melodrama: Membedah Resolusi Emosional dalam 'Tunggu Aku Sukses Nanti'

Lebih dari Sekadar Melodrama: Membedah Resolusi Emosional dalam 'Tunggu Aku Sukses Nanti'

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:50 WIB

Insidious: Out of the Further, Horor Baru yang Wajib Ditonton

Insidious: Out of the Further, Horor Baru yang Wajib Ditonton

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:50 WIB

Sisi Gelap AI: Mahasiswa UPN Jatim Terancam DO Usai Manipulasi Foto Mahasiswi Jadi Konten Asusila

Sisi Gelap AI: Mahasiswa UPN Jatim Terancam DO Usai Manipulasi Foto Mahasiswi Jadi Konten Asusila

Jatim | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:46 WIB

5 Rekomendasi Chemical Sunscreen Watery yang Langsung Meresap sesuai Review

5 Rekomendasi Chemical Sunscreen Watery yang Langsung Meresap sesuai Review

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:45 WIB

Punya Asuransi Unit Link? Nilai Tunai Bisa Menyusut, Ini Penyebabnya

Punya Asuransi Unit Link? Nilai Tunai Bisa Menyusut, Ini Penyebabnya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:40 WIB

Bocah 7 Tahun Viral Mengaku Disiksa Wanita di Dairi, Polisi Tangkap Pelaku

Bocah 7 Tahun Viral Mengaku Disiksa Wanita di Dairi, Polisi Tangkap Pelaku

Sumut | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:39 WIB

Perdagangan Indonesia - Taiwan Tembus 3,1 Miliar Dolar AS, Taiwan Kini Bidik Investasi Teknologi

Perdagangan Indonesia - Taiwan Tembus 3,1 Miliar Dolar AS, Taiwan Kini Bidik Investasi Teknologi

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:37 WIB

Gempa Dahsyat NTT, BUMN Alihkan Program Pemberdayaan Jadi Bantuan Darurat

Gempa Dahsyat NTT, BUMN Alihkan Program Pemberdayaan Jadi Bantuan Darurat

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29 WIB

Teknologi Hidroponik Dibawa ke Bekasi, Ibu Muda Dibekali Skill Bisnis Digital

Teknologi Hidroponik Dibawa ke Bekasi, Ibu Muda Dibekali Skill Bisnis Digital

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:25 WIB

×