Perundingan Perdamaian Pemerintah Sudan dan SPLM Buntu

Adhitya Himawan Suara.Com
Selasa, 24 November 2015 | 07:45 WIB
Perundingan Perdamaian Pemerintah Sudan dan SPLM Buntu
Seorang polisi Kenya berjaga di sekitar para pengungsi asal Sudan Selatan yang menghadiri Hari Pengungsi Sedunia di Kakuma, Kenya. (Reuters/Thomas Mukoya)

Suara.com - Pembicaraan perdamaian antara Khartoum dan kelompok pemberontak Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan (SPLM)/Sektor Utara telah berakhir, cuma lima hari setelah pembicaraan dilanjutkan di Ibu Kota Ethiopia, Addis Ababa.

"Penengah Afrika telah menghentikan perundingan setelah mengalami kebuntuan," kata satu sumber yang dekat dengan kedua delegasi ke perundingan tersebut kepada Xinhua, Senin (23/11/2015).

Sumber itu, yang tak ingin disebutkan jatidirinya, mengatakan Panel Tingkat-Tinggi Pelaksanaan Uni Afrika mengenai Sudan (AUHIP), yang dipimpin oleh mantan presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki, belum memberitahu kedua delegasi mengenai tanggal baru bagi dilanjutkannya pembicaraan.

Ia menyatakan perbedaan pendapat kedua pihak yang terpusat pada cara mengirim bantuan kemanusiaan buat warga yang terpengaruh di kedua daerah itu, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi. Ia menambahkan SPLM/Sektor Utara telah mengumumkan penolakannya terhadap dialog nasional, yang digagas Pemerintah Sudan pada awal Oktober.

Pada Senin pagi, delegasi Pemerintah Sudan ke pembicaraan perdamaian Addis Ababa di dalam satu pernyataan menuduh SPLM/Sektor Utara melakukan pemerasan politik dengan tak-mengakui dialog nasional.

Pembicaraan perdamaian antara kedua pihak itu diluncurkan pada Kamis lalu (19/11) di Addis Ababa, Ethiopia, di bawah pengawasan AUHIP dengan tujuan mencapai kesepakatan guna mengakhiri konflik di Daerah Kordofan Selatan dan Blue Nile.

Kedua daerah itu telah menyaksikan bentrokan bersenjata antara militer Sudan dan pemberontak SPLM/Sektor Utara sejak 2011.

Pemerintah Sudan pada Sabtu (21/11) kembali menyampaikan komitmennya dalam memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan buat orang yang memerlukan di Daerah Kordofan Selatan dan Blue Nile, yang menghadapi bentrokan sengit sejak 2011.

"Pemerintah bersungguh-sungguh dan siap mengirim bantuan buat penduduk yang terpengaruh di kedua daerah tersebut," kata Ahmed Mohamed Adam, Komisaris Bantuan Kemanusiaan Sudan dan anggota delegasi pemerintah ke pembicaraan perdamaian, kepada wartawan di Addis Ababa.

"Tanggung-jawab hukum dan moral kami mengharuskan kami memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan kepada orang yang memerlukan di Kordofan Selatan, Blue Nile dan semua daerah yang warganya memerlukan bantuan," kata pejabat itu.

SPLM/Sektor Utara menyatakan lebih dari 500.000 warga sipil di kedua daerah tersebut memerlukan bantuan kemanusiaan. Tapi komisaris bantuan kemanusiaan Sudan mengatakan tak ada data statistik yang akurat mengenai warga yang terpengaruh.

Sembilan babak pembicaraan sebelumnya diselenggarakan antara kedua pihak, tapi semuanya gagal mencapai kesepakatan guna mengakhiri konflik di kedua daerah itu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI