Irak Tak Perlu Pasukan Darat Asing untuk Perangi ISIS

Tomi Tresnady | Suara.com

Kamis, 03 Desember 2015 | 02:25 WIB
Irak Tak Perlu Pasukan Darat Asing untuk Perangi ISIS
Pejuang Libya melawan ISIS di dekat Sirte. (Reuters/Goran Tomasevic)

Suara.com - Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan Irak tidak memerlukan keberadaan pasukan darat dari negara-negara asing untuk memerangi kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Sikap itu dinyatakan Abadi setelah Washington mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan mengerahkan pasukan khusus untuk memerangi teroris.

Abadi tidak secara langsung menolak pengerahan itu, namun ia bersikeras bahwa operasi apa pun harus dikoordinasikan dengan pemerintah Irak.

"Tidak perlu ada pasukan tempur darat dari negara asing di wilayah Irak," kata Abadi dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Selasa malam. Dalam pernyataan itu, ia memuji kecakapan pasukan khusus Irak.

"Pemerintah Irak menekankan bahwa operasi militer apa pun atau keberadaan pasukan asing, baik itu pasukan khusus ataupun bukan, di Irak tidak bisa dilakukan tanpa izin dari dan koordinasi dengan (pemerintah Irak)," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Juru bicara koalisi internasional anti-ISIS, Kolonel Steve Warren, mengatakan "pemerintah Irak belum diberi tahu" soal rencana pengerahan pasukan.

Menteri Pertahanan AS Ashton Carter mengatakan, Selasa, AS sedang mengerahkan sebuah pasukan khusus ke Irak untuk bekerja sama dengan pasukan setempat memerangi ISIS, kelompok yang telah menguasai banyak wilayah di Irak tahun lalu.

Kendati pasukan tersebut akan bermarkas di Irak, mereka akan memiliki kemampuan melakukan gempuran di seberang perbatasan dengan Suriah utara.

"Para pelaksana khusus ini, pada waktunya, akan bisa melaksanakan penyerbuan, membebaskan sandera, mengumpulkan informasi intelijen serta menangap para pemimpin (IS)," kata Carter.

Presiden AS Barack Obama telah beberapa kali menyatakan bahwa pasukan AS tidak akan diterjunkan ke lapangan untuk memerangi ISIS. Namun, pasukan khusus AS sudah melaksanakan serangkaian penyerbuan terhadap para pejihad di Suriah dan Irak.

Koalisi pimpinan Amerika Serikat telah melancarkan serangan udara terhadap ISIS di Irak sejak Agustus 2014. Koalisi juga telah memberikan persenjataan kepada pasukan di negara itu serta melatih mereka. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rusia: Keluarga Erdogan Jual-Beli Minyak dengan ISIS

Rusia: Keluarga Erdogan Jual-Beli Minyak dengan ISIS

News | Rabu, 02 Desember 2015 | 11:00 WIB

PM Inggris Ngotot Serang ISIS, Keputusan di Tangan Parlemen

PM Inggris Ngotot Serang ISIS, Keputusan di Tangan Parlemen

News | Rabu, 02 Desember 2015 | 20:22 WIB

Kapolri Akui Ada Potensi Teror Terhadap Penganut Syiah

Kapolri Akui Ada Potensi Teror Terhadap Penganut Syiah

News | Rabu, 02 Desember 2015 | 17:51 WIB

Serang Jantung Pertahanan ISIS, AS Kirim Pasukan Khusus ke Suriah

Serang Jantung Pertahanan ISIS, AS Kirim Pasukan Khusus ke Suriah

News | Rabu, 02 Desember 2015 | 16:58 WIB

ISIS Jadikan Indonesia Sebagai Wilayah Provinsi

ISIS Jadikan Indonesia Sebagai Wilayah Provinsi

News | Rabu, 02 Desember 2015 | 06:05 WIB

Begini Modus WNI yang Bergabung dengan ISIS

Begini Modus WNI yang Bergabung dengan ISIS

News | Selasa, 01 Desember 2015 | 18:50 WIB

Obama Kunjungi Bataclan, Tempat ISIS Bantai 89 Orang

Obama Kunjungi Bataclan, Tempat ISIS Bantai 89 Orang

News | Senin, 30 November 2015 | 13:41 WIB

TNI Selidiki Tentara yang Tewas Ditembak di Poso

TNI Selidiki Tentara yang Tewas Ditembak di Poso

News | Senin, 30 November 2015 | 11:28 WIB

Jerman Siap Kirim 1.200 Tentara Perangi ISIS

Jerman Siap Kirim 1.200 Tentara Perangi ISIS

News | Senin, 30 November 2015 | 02:00 WIB

Netizen Olok-olok ISIS dengan Bebek Karet Mainan

Netizen Olok-olok ISIS dengan Bebek Karet Mainan

News | Minggu, 29 November 2015 | 18:36 WIB

Terkini

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

News | Minggu, 19 April 2026 | 08:04 WIB

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

News | Sabtu, 18 April 2026 | 22:00 WIB

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:54 WIB

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:06 WIB

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:53 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:25 WIB

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:19 WIB

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:49 WIB

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:45 WIB

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:32 WIB