Polri: Polisi Biarkan Pengikut ISIS Asal Tak Radikal

Pebriansyah Ariefana, Dwi Bowo Raharjo

Minggu, 17 Januari 2016 | 19:42 WIB
Polri: Polisi Biarkan Pengikut ISIS Asal Tak Radikal
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti meninjau proses indentifikasi jenazah korban bom yang terjadi di kawasan Sarinah di RS Bhayangkara Polri, Jakarta, Jumat (15/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Anton Charliyan menerangkan sampai saat ini negara belum bisa menindak apabila ada masyarakat Indonesia yang menyatakan dukungannya kepada Negara Islam Irak dan Syam (ISIS).

"Sementara ini, kalau tidak melakukan kegiatan gerakan radikal, tidak diapa-apakan. Dilarang itu ajarannya. Ajarannya dilarang di Indonesia," ujar Anton di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Minggu (17/1/2016).

"Makanya saya katakan sekali lagi, ini adalah perang melawan keyakinan dan ideologi," Anton menambahkan.

Undang-undang terorisme yang ada di Indonesia dikatakan Anton belum bisa menindak ketika belum ada bukti awal melakukan tindakan terorisme.

"Beda dengan UU yang ada di negara lain. Seperti home security atau internal security. Baru mendeklarasikan saja anggota tersebut bisa ditangkap, bisa dikenakan sebagai perbuatan pidana. Tapi kalau di Indonesia belum bisa," jelasnya.

Lebih lanjut, menurut polisi bintang dua ini mengatakan bila negara ingin serius memberantas terorisme untuk segera merubah regulasi UU yang ada di Indonesia. Saat ini, polisi tidak bisa menahan seorang simpatisan organisasi radikal.

"Pernah ada satu seminar yang mengatakan kami simpatisan teroris, kita cuma membubarkan. Tapi tidak bisa menahan. Karena hukumnya belum melakukan perbuatan radikal," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bahrun Naim Jaring Anggota Melalui Internet

Bahrun Naim Jaring Anggota Melalui Internet

News | Minggu, 17 Januari 2016 | 19:26 WIB

Polri: Teroris Beraksi Tak Gunakan Kendaraan Pribadi

Polri: Teroris Beraksi Tak Gunakan Kendaraan Pribadi

News | Minggu, 17 Januari 2016 | 19:11 WIB

Jemput 5 Napi Terorisme, Polri: Hanya Pendalaman

Jemput 5 Napi Terorisme, Polri: Hanya Pendalaman

News | Minggu, 17 Januari 2016 | 18:59 WIB

PBNU: ISIS Punya Agenda Masif di Indonesia

PBNU: ISIS Punya Agenda Masif di Indonesia

News | Minggu, 17 Januari 2016 | 18:55 WIB

PDIP Puji Reaksi Cepat Polri Tangani Teror Bom Sarinah

PDIP Puji Reaksi Cepat Polri Tangani Teror Bom Sarinah

News | Minggu, 17 Januari 2016 | 18:10 WIB

Pascabom Sarinah, Polisi Tangkap 12 Terduga Teroris Jaringan Aceh

Pascabom Sarinah, Polisi Tangkap 12 Terduga Teroris Jaringan Aceh

News | Minggu, 17 Januari 2016 | 17:39 WIB

Menag Tak Ingin Disebut Kebobolan di Teror Bom Sarinah

Menag Tak Ingin Disebut Kebobolan di Teror Bom Sarinah

News | Minggu, 17 Januari 2016 | 17:35 WIB

Jawaban Menhan soal Usulan Revisi UU Terorisme

Jawaban Menhan soal Usulan Revisi UU Terorisme

News | Minggu, 17 Januari 2016 | 17:30 WIB

Polisi Butuh 7 Hari Pastikan Santoso Ditembak Mati di Poso

Polisi Butuh 7 Hari Pastikan Santoso Ditembak Mati di Poso

News | Minggu, 17 Januari 2016 | 17:26 WIB

Menhan Sebut Teror Bom Sarinah Masih 'Skala Kecil'

Menhan Sebut Teror Bom Sarinah Masih 'Skala Kecil'

News | Minggu, 17 Januari 2016 | 17:15 WIB

Terkini

Skandal Sadap Presiden Terbongkar, Prabowo Sudah Tahu tetapi Motifnya Masih Gelap

Skandal Sadap Presiden Terbongkar, Prabowo Sudah Tahu tetapi Motifnya Masih Gelap

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:07 WIB

Yusril Pasang Badan untuk Polri, Penyidikan Kasus Listyo Sigit Akan Objektif

Yusril Pasang Badan untuk Polri, Penyidikan Kasus Listyo Sigit Akan Objektif

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:03 WIB

Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen

Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:03 WIB

Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan, PDIP Sebut Momentum Kembalikan Marwah Polri

Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan, PDIP Sebut Momentum Kembalikan Marwah Polri

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:02 WIB

Di Balik Perjuangan Penanganan Karhutla, Pertamina RU Plaju Dukung Kesehatan Petugas

Di Balik Perjuangan Penanganan Karhutla, Pertamina RU Plaju Dukung Kesehatan Petugas

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 23:01 WIB

Yusril Bongkar Alasan Listyo Sigit Cs Tak Dijerat Pasal Makar meski Sadap Presiden

Yusril Bongkar Alasan Listyo Sigit Cs Tak Dijerat Pasal Makar meski Sadap Presiden

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:59 WIB

Tak Jauh dari Jakarta, Karawang Jadi Pilihan untuk Rehat dari Kesibukan Ibu Kota

Tak Jauh dari Jakarta, Karawang Jadi Pilihan untuk Rehat dari Kesibukan Ibu Kota

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 22:57 WIB

DPR Minta Polri Buka Terang Kasus Penyadapan Presiden, Minta Aktor Intelektual Dibongkar

DPR Minta Polri Buka Terang Kasus Penyadapan Presiden, Minta Aktor Intelektual Dibongkar

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:55 WIB

Kasus Penyadapan Prabowo Terbongkar, TNI Diduga Siapkan 20.980 Personel untuk Pengamanan Jakarta

Kasus Penyadapan Prabowo Terbongkar, TNI Diduga Siapkan 20.980 Personel untuk Pengamanan Jakarta

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:53 WIB

Listyo Sigit dan 2 Jenderal Jadi Tersangka, Server LIMS Diduga Dipakai Sadap Presiden hingga Media

Listyo Sigit dan 2 Jenderal Jadi Tersangka, Server LIMS Diduga Dipakai Sadap Presiden hingga Media

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 22:51 WIB

×