Israel Caplok Lahan Subur di Tepi Barat, Palestina Berteriak

Ruben Setiawan

Jum'at, 22 Januari 2016 | 01:00 WIB
Israel Caplok Lahan Subur di Tepi Barat, Palestina Berteriak
Kawasan Lembah Yordan di dekat Kota Yerikho, Tepi Barat yang akan dicaplok oleh Israel. (Reuters)

Suara.com - Israel, pada Kamis (21/1/2016), mengkonfirmasi kabar soal rencananya mencaplok sejumlah besar lahan subur di kawasan Tepi Barat, dekat dengan Yordania. Langkah negara Zionis ini diramalkan bakal memperparah ketegangan dengan negara-negara Barat dan menuai kecaman dari dunia internasional.

Dalam sebuah surat elektronik yang dikirim kepada Reuters, Koordinator Aktivitas Pemerintah di Kawasan (COGAT), sebuah unit di Kementerian Pertahanan Israel, mengatakan Israel sudah mengambil kebijakan politik untuk merampas kawasan tersebut. Saat ini, kata mereka dalam surel tersebut, lahan yang dirampas sedang dalam proses pengubahan status menjadi tanah Israel.

Pengambilalihan lahan di Tepi Barat itu pertama kali dilaporkan oleh Radio Angkatan Darat Israel. Lahan yang dirampas memiliki luas 154 hektar dan terletak di kawasan Lembah Yordan, dekat dengan daerah Yerikho. Sejatinya, Israel sudah lebih dulu membangun banyak permukiman Yahudi di lahan milik warga Palestina tersebut.

Langkah tersebut tentu saja menuai kecaman. Salah satunya adalah dari Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Ban Ki-moon. Ban, pada Rabu, mengecam perampasan tersebut. Perampasan tersebut adalah yang terbesar di Tepi Barat sejak bulan Agustus 2014 silam.

"Aktivitas permukiman (Yahudi) adalah sebuah pelanggaran hukum internasional dan bertentangan dengan sikap pemerintah Israel yang katanya mendukung solusi dibentuknya dua negara (Israel dan Palestina) dalam konflik ini," kata Ban dalam sebuah pernyataan.

Lahan yang dirampas sudah dijadikan lahan pertanian oleh pemukim Yahudi dan didiami oleh warga sipil Israel. Lokasinya terletak dekat tepi Laut Mati bagian utara. Lansiran Reuters, tidak ada seorang warga Palestinapun yang tinggal di lahan tersebut.

Tentu saja, perampasan itu ditentang oleh pejabat Palestina. Salah satunya adalah anggota senior Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Hanan Ashrawi, yang menyebut langkah Israel sebagai pelanggaran hukum internasional.

"Israel mencuri lahan khususnya di Lembah Yordan dengan alasan pembenaran, mereka ingin menganeksasinya," kata Hanan kepada Reuters.

"Ini seharusnya sudah bisa dijadikan alasan bagi komunitas internasional untuk melakukan intervensi yang nyata dan efektif guna mengakhiri agresi Israel yang mengancam kelancaran perdamaian," sambung Hanan.

Sementara itu, menanggapi aksi Israel, Amerika Serikat, yang notabene sekutu Israel, juga memberikan pernyataan tegas.

"Kami yakin bahwa mereka secara fundamental tidak sesuai dengan solusi dua negara dan kami mempertanyakan komitmen Israel untuk mewujudkan dua negara di kawasan konflik tersebut," kata juru bicara Wakil Departemen Luar Negeri AS Mark Toner.

Warga Palestina ingin membangun sebuah negara yang merdeka di Tepi Barat, Gaza, dan Yerusalem Timur, kawasan yang dirampas Israel pascaperang Timur Tengah pada tahun 1967.

Sebaliknya, kenyataan yang ada saat ini, ada sekitar 550.000 pemukim Yahudi yang tinggal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Sementara itu, ada sekitar 350.000 warga Palestina yang tinggal di kawasan Yerusalem Timur dan 2,7 juta lainnya di Tepi Barat.

Israel ingin, jika kesepakatan damai dan pembagian wilayah terjadi, mereka mendapat kawasan yang saat ini sudah menjadi permukiman warga Yahudi di dekat Kota Yerusalem dan perbatasan Israel, juga Lembah Yordan. Mereka memanfaatkan kawasan tersebut untuk tujuan pertahanan dan pertanian. Namun, Palestina menolak hal itu. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Viral Restoran di Bali Diduga Milik WN Israel, Bagaimana Hukum dan Aturannya?

Viral Restoran di Bali Diduga Milik WN Israel, Bagaimana Hukum dan Aturannya?

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:49 WIB

Gencatan Senjata, Menhan Katz: Pasukan Israel Tetap di Lebanon

Gencatan Senjata, Menhan Katz: Pasukan Israel Tetap di Lebanon

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:14 WIB

Tegas! Perang AS-Israel vs Iran Akan Selesai Jika Militer Israel Angkat Kaki dari Lebanon

Tegas! Perang AS-Israel vs Iran Akan Selesai Jika Militer Israel Angkat Kaki dari Lebanon

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:35 WIB

FIFA Harus Bertindak! Pemain Timnas Putri Palestina Diseret Israel ke Penjara

FIFA Harus Bertindak! Pemain Timnas Putri Palestina Diseret Israel ke Penjara

Bola | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:36 WIB

Dinilai Ilegal Dunia Internasional, Israel Ngotot Bangun Permukiman Besar-besaran di Tepi Barat

Dinilai Ilegal Dunia Internasional, Israel Ngotot Bangun Permukiman Besar-besaran di Tepi Barat

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:32 WIB

Netanyahu Abaikan Trump! Zionis Israel Bunuh 9 Warga Lebanon Termasuk Tenaga Medis

Netanyahu Abaikan Trump! Zionis Israel Bunuh 9 Warga Lebanon Termasuk Tenaga Medis

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:25 WIB

Misi Gagal Total, AS-Israel Memilih Berdamai dengan Iran di Tengah Gempuran

Misi Gagal Total, AS-Israel Memilih Berdamai dengan Iran di Tengah Gempuran

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:01 WIB

Disebut Orang Gila oleh Trump, Benjamin Netanyahu: Kami Tetap Sahabat

Disebut Orang Gila oleh Trump, Benjamin Netanyahu: Kami Tetap Sahabat

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 07:56 WIB

Lebanon Pilih Jalur Diplomasi untuk Akhiri Konflik dengan Israel

Lebanon Pilih Jalur Diplomasi untuk Akhiri Konflik dengan Israel

Video | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Beberkan Alasan Maki Benjamin Netanyahu Orang Gila

Donald Trump Beberkan Alasan Maki Benjamin Netanyahu Orang Gila

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:53 WIB

Terkini

Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari

Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 20:03 WIB

Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang

Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:53 WIB

Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo

Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:47 WIB

Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo

Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:46 WIB

Sadis! Pelajar SMP di Tambun Tewas Disabet Celurit Bergiliran

Sadis! Pelajar SMP di Tambun Tewas Disabet Celurit Bergiliran

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:26 WIB

Pimpin Delegasi Indonesia di ILC ke-114, Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global

Pimpin Delegasi Indonesia di ILC ke-114, Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:24 WIB

Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola

Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:17 WIB

Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik

Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:19 WIB

Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal

Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 17:54 WIB

Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!

Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:58 WIB