Ini Dugaan Motif di Balik 'Rekening Gendut' PM Najib Razak

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 27 Januari 2016 | 13:19 WIB
Ini Dugaan Motif di Balik 'Rekening Gendut' PM Najib Razak
Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. (Reuters/Olivia Harris)

Suara.com - Di Malaysia, seorang pejabat sekelas Perdana Menteri tidak dianggap korupsi jika menerima pemberian uang dari luar negeri. Pemberian itu dianggap sebagai hadiah.

Itulah penilaian Jaksa di Malaysia yang menangani skandal 'rekening gendut' Perdana Menteri Najib Razak. Najib terbukti menerima uang senilai 681 juta dolar AS dari keluarga kerajaan Arab Saudi.

Untuk apa uang sebanyak itu diberikan? Website pemberitaan asal Negeri Jiran itu, Malaysia Kini mengutip salah satu sumber dekat kerajaan. Dia mengatakan jika uang sumbangan itu diberikan atas perintah mendiang Raja Abdullah yang meninggal tahun lalu.

 Pernyataan itu dikonfirmasi oleh The Wall Street Journal (WSJ). Namun dua kementerian di Saudi menolak berkomentar.

"Perwakilan dari keluarga kerajaan tidak bisa dihubungi untuk memberikan komentar," demikian laporan WSJ.

Di sisi lain BBC pun mempunyai sumber untuk menelisik ihwal pemberian uang itu ke Najib. Sumber itu mengatakan uang itu dari Raja Abdullah untuk membantu pemenangan Najib di Pemilihan Umum 2013. Uang itu dari kantong pribadi keuangan pribadi Abdullah dan kas negara.

 "Tujuan dari donasi sederhana, itu untuk membantu Najib dan koalisinya memenangkan pemilu, mempekerjakan tim strategis komunikasi dengan pengalaman internasional, dengan fokus pada Provinsi Sarawak, dan pendanaan program-program sosial melalui kampanye partai," kata sumber itu.

Mengapa sampai mau membiayai Pemilu Malaysia? Apa pentingya? Sumbe ritu menjelaskan Saudi prihatin dengan meningkatnya kekuasaan Ikhwanul Muslimin di Timur Tengah. IM dianggap sebagai organisasi teroris oleh Saudi.

"Saudi sudah marah pada peristiwa di Mesir, di mana Presiden Mohammed Morsi sibuk konsolidasi terus Ikhwanul Muslimin pada negara," kata sumber itu lagi.

Namun alasan itu diragukan oleh banyak pihak. Analis politik Saudi di Washington Fahad Nazer misalnya, mereka mengatakan pemberian yang besar untuk kepentingan pribadi sangat janggal. Terlebih bukan lewat lembaga pemerintah.

aporan itu juga mengutip seorang analis politik mantan di Kedutaan Saudi di Washington mengatakan bahwa ide bahwa royalti Saudi akan menyumbangkan jumlah besar ke rekening bank pribadi, bukan lembaga pemerintah, adalah "tersangka".

"Gagasan bahwa Saudi 'bangsawan' akan 'menyumbangkan' ratusan juta dolar untuk pemimpin asing, sebagai lawan dari instansi pemerintah, menurut saya bisa dijadikan tersangka hukum, untuk sedikitnya," kata Nazer. (Malaysia Kini/Wall Street Journal)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PM Malaysia Bebas dari Dakwaan Korupsi

PM Malaysia Bebas dari Dakwaan Korupsi

News | Selasa, 26 Januari 2016 | 13:55 WIB

Malaysia Siaga Hadapi Ancaman Serangan ISIS

Malaysia Siaga Hadapi Ancaman Serangan ISIS

News | Senin, 25 Januari 2016 | 16:44 WIB

Kiprah Owi/Butet di Malaysia Masters 2016 Berakhir

Kiprah Owi/Butet di Malaysia Masters 2016 Berakhir

News | Rabu, 20 Januari 2016 | 03:00 WIB

Dubes Malaysia Senang Pendemo Jakarta di Kantornya Berkurang

Dubes Malaysia Senang Pendemo Jakarta di Kantornya Berkurang

News | Rabu, 13 Januari 2016 | 05:01 WIB

Menlu Pastikan KBRI Memantau Korban Kecelakaan Bus Malaysia

Menlu Pastikan KBRI Memantau Korban Kecelakaan Bus Malaysia

News | Minggu, 10 Januari 2016 | 03:18 WIB

Kontras Pertanyakan Alasan Malaysia Mendeportasi Mugiyanto

Kontras Pertanyakan Alasan Malaysia Mendeportasi Mugiyanto

News | Kamis, 07 Januari 2016 | 19:18 WIB

Deportasi Mugiyanto, KontraS: Malaysia Paranoid

Deportasi Mugiyanto, KontraS: Malaysia Paranoid

News | Kamis, 07 Januari 2016 | 18:13 WIB

Pakar Hukum Malaysia: Deportasi Mugiyanto Berlebihan

Pakar Hukum Malaysia: Deportasi Mugiyanto Berlebihan

News | Kamis, 07 Januari 2016 | 16:22 WIB

Deportasi Mugiyanto Bertentangan dengan Komitmen HAM ASEAN

Deportasi Mugiyanto Bertentangan dengan Komitmen HAM ASEAN

News | Kamis, 07 Januari 2016 | 15:57 WIB

Dideportasi, Mugiyanto Pakai Skype Bicara 'Gerakan' di Malaysia

Dideportasi, Mugiyanto Pakai Skype Bicara 'Gerakan' di Malaysia

News | Kamis, 07 Januari 2016 | 15:28 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×