UNHCR: Lebih dari 340 Anak Pengungsi ke Eropa Mati di Laut Tengah

Adhitya Himawan Suara.Com
Sabtu, 20 Februari 2016 | 08:19 WIB
UNHCR: Lebih dari 340 Anak Pengungsi ke Eropa Mati di Laut Tengah
Sejumlah anak pengungsi Suriah tampak menikmati suasana di hari pertama Idul Fitri, di kamp pengungsi Al-Zaatari, Mafraq, Yordania, pada Jumat (17/7/2015). [Reuters/Muhammad Hamed]

Suara.com -  Lebih dari 340 anak migran dan pengungsi telah meninggal saat mereka menyeberangi bagian timur Laut Tengah sejak September 2015. Pernyataan ini dikemukakan oleh Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) pada Jumat (19/2/2016).

UNHCR komentar tersebut dalam satu pernyataan bersama dengan Dana Anak PBB (UNICEF) dan Organisasi Internasional bagi Migrasi (IOM).

Dengan rata-rata dua anak, banyak di antara mereka bayi dan anak yang berusia di bawah lima tahun, tewas tenggelam setiap hari di laut yang memisahkan Turki dan Yunani, semua lembaga itu memperingatkan jumlah kematian anak terus naik dan korban jiwa tersebut bahkan dapat lebih banyak lagi.

"Kita tak bisa mengalihkan pandangan kita dari tragedi mengenai demikian banyak hilangnya nyawa generasi muda dan generasi masa depan yang tidak bersalah, atau kegagalan menangani demikian banyak bahaya yang dihadapi anak-anak," kata Direkrtur Pelaksana UNICEF Anthony Lake sebagaimana dikutip pernyataan itu.

"Kita sekarang tak memiliki kemampuan untuk mengakhiri keputus-asaan yang mengakibatkan demikian banyak orang berusaha menyeberangi laut. Tapi semua negara dapat dan harus bekerja sama untuk membuat perjalanan yang berbahaya seperti itu jadi lebih aman. Tak seorang pun mau menaruh anak kecil di dalam perahu jika pilihan yang lebih aman tersedia," ia menambahkan sebagaimana diberitakan Xinhua --yang dipantau di Jakarta, Sabtu pagi (20/2/2016).

Dengan total 411 orang kehilangan nyawa mereka di bagian timur Laut Tengah sejak awal 2016, semua lembaga itu mengatakan laut ganas pada musim dingin, perahu yang memiliki kualitas buruk dan kelebihan penumpang serta peralatan penyelamat nyawa yang buruk membuat perjalanan tersebut jadi lebih berbahaya.

"Menghitung nyawa saja tidak cukup. Kita harus bertindak," kata Direktur Jenderal IOM William Lacy Swing.

"Ini bukan hanya masalah Laut Tengah, atau bahkan Eropa saja. Ini adalah bencana kemanusiaan yang menuntut keterlibatan seluruh dunia," ia menambahkan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI