Array

Menaker: Jangan Identikkan Mayday dengan Demo Semata

Ruben Setiawan Suara.Com
Kamis, 28 April 2016 | 22:11 WIB
Menaker: Jangan Identikkan Mayday dengan Demo Semata
Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakri mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX di Gedung DPR-RI, Jakarta, Selasa (3/2). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengajak buruh dan masyarakat merayakan Hari Buruh Sedunia pada 1 Mei melalui acara yang penuh dengan kegembiraan.

"Jangan identikkan Mayday dengan demo atau unjuk rasa semata. Perayaan Mayday juga dapat dilakukan dengan bakti sosial, donor darah, pembagian sembako, dialog, olahraga atau panggung hiburan," katanya ketika menggelar jumpa pers di Jakarta, Kamis malam.

Dengan slogan "Mayday is Holiday" atau Hari Buruh adalah Hari Libur, Menaker berharap aksi buruh untuk memperingati Mayday nantinya bersifat positif, penuh kegembiraan dan bertujuan menggalang kebersamaan.

Hanif mengimbau kepada para buruh yang akan melakukan unjuk rasa untuk dapat tertib dan tidak anarkis.

"Kita ingin mengubah persepsi dan paradigma masyarakat terhadap Mayday yang mendapat stigma negatif karena diidentikkan dengan demo yang tidak tertib, menyebabkan kemacetan bahkan anarkis," ujar Menaker.

Apalagi perayan Mayday kali ini bertepatan pada hari Minggu sehingga Hanif berharap agar masyarakat dapat menerima perayaan hari solidaritas buruh tersebut dengn baik karena tidak menyebabkan kemacetan yang mengganggu orang bekerja.

Dalam peringatan Hari Buruh, Menaker kembali menyampaikan bahwa pemerintah mendorong terciptanya budaya negosiasi dan dialog sosial antara pekerja dan pengusaha dalam rangka mewujudkan hubungan industrial yang harmonis di perusahaan.

"Proses negosiasi dan dialog sosial di perusahaan mampu meningkatkan kesejahteraan dan mempercepat penyelesaian perselisihan industrial," ujarnya.

Sementara itu, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyatakan akan tetap menggelar aksi "long march" dari Istana Negara menuju Stadion Gelora Bung Karno pada Minggu.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah mengimbau agar serikat pekerja tidak menggelar "long march" tersebut karena berbenturan dengan pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day) yang berlangsung tiap hari Minggu di Jalan Thamrin dan Jalan Sudirman yang akan dilalui peserta "long march". (Antara)


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI