Kisah Si Naga Berkali-kali Menuntun Warga Tionghoa Masuk Islam

Sabtu, 02 Juli 2016 | 19:30 WIB
Kisah Si Naga Berkali-kali Menuntun Warga Tionghoa Masuk Islam
Lelaki keturunan Tionghoa, Ahmad Naga Kunadi (40), merupakan seorang mualaf. [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Masjid Lautze yang dikelola Yayasan Haji Karim Oei terletak di Jalan Lautze, nomor 87-89, di Kelurahan  Karanganyar, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Masjid ini jadi saksi bisu banyaknya warga keturunan Tionghoa masuk Islam.

Sampai kini, tercatat sudah 1.500 mualaf yang yang baca dua kalimat syahadat di sana.

Wartawan Suara.com diterima oleh salah satu mualaf di Masjid Lautze pada Jumat (1/7/2016) malam. Namanya Ahmad Naga Kunadi. Naga aktif di yang berdiri di kawasan pecinan itu.

Naga menceritakan pengalamannya menjadi saksi mengislamkan warga keturunan. Biasanya, usai menuntun mereka mengucap dua kalimat syahadat, mereka diajari tata cara salat, baca Al Quran hingga mendapatkan guyuran rohani seminggu sekali.

"Yang utama kita ajarkan salat dan kita ajarkan ngaji dan mendengarkan ceramah mingguan seminggu sekali. Kan malu kalau kita muslim kita nggak berakhlak," ujar Naga kepada Suara.com.

Bapak dari dua anak ini menuturkan banyak mualaf sebelum memutuskan resmi masuk Islam, merasakan pergolakan jiwa.

 "Biasanya mereka datang ngobrol dan menceritakan bahwa sudah lama mengalami pergolakan bathin selama tiga tahun dan banyak yang sharing ke saya," katanya.

Calon mualaf yang datang menemui Naga selalu disarankan untuk lebih dulu mengucapkan dua kalimat syahadat seraya mempelajari ajaran Islam.

"Kalau saya sih memberikan saran langkah terbaiknya untuk menjadi seorang muslim bisa ucapkan syahadat dulu baru belajar," kata Naga.

"Setelah ucapin dua kalimat syahadat kita tanyain dulu apa kebutuhan pokoknya," lelaki kelahiran Jakarta pada 15 April 1976 menambahkan.

Naga juga menceritakan pengalamannya ketika masuk Islam tahun 2002. Ketika itu, dia ditentang keras oleh keluarga besarnya. Bahkan sampai sekarang ada anggota keluarga yang memusuhinya.

Tetapi yang namanya sudah panggilan, semua resiko dihadapi. Naga sekarang lebih damai menjadi Islam.

Dia selalu menasihati orang yang baru masuk Islam agar selalu berbhakti kepada orangtua, meskipun mereka menentang pilihan.

"Meski orang tua nggak setuju kita tidak boleh melakukan perlawanan kepada orangtua. Kita hormatin orangtua. Yang kita perdebatkan kan masalah teologi, tetapi akhlak kepada orangtua tetap dijalankan," katanya.

Dari Baca Al Quran

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI