Hindari Kegaduhan, Ahok Pilih Tak Hadiri Gelar Perkara

Adhitya Himawan | Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Selasa, 15 November 2016 | 10:52 WIB
Hindari Kegaduhan, Ahok Pilih Tak Hadiri Gelar Perkara
Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama (Ahok) berkampanye di Petojo, Jakarta Barat, Selasa (8/11/2016). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Gubernur Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah memutuskan tidak menghadiri gelar pekara kasus dugaan penistaan agama di Bareskrim Polri. Ahok lebih milih menerima pengaduan masyarakat Jakarta di markas tim pemenanganya dan dilanjutkan kegiatan blusukan dan kampanye.

Juru bicara Ahok-Djarot, Ruhut Sitompul, mengatakan walaupun Ahok tak hadir, bukan berarti tak menghormati gelar pekara di Bareskrim.

"Kita hormati. Pak Tito Karnavian (Kapolri) kan tegas kemarin. Kami boleh datang, boleh juga tidak datang," ujar Ruhut di Rumah Lembang, Jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/11/2016).

Walaupun tak hadir, Ruhut menerangkan ada tim hukum Ahok yang mewakili gelar pekara kasus ini. Dia menerangkan tak mau membuat kegaduhan di Jakarta apabila Ahok mendatangi ruangan gelar pekara.

"Kami selalu ingin suasana tidak ada kegaduhan. Kami selalu menghindari," katanya.

Selain itu Ruhut juga optimis Ahok tak melakukan penistaan agama Islam setelah mengutip surat Al Maidah ayat 51. Saat ditanya ada kemungkinan Ahok dijadikan tersangka, Ruhut memastikan hal tersebut tak akan terjadi.

"Kalau kau tanya aku pribadi (Ahok jadi tersangka), Belanda masih jauh," ujarnya.

Dia mengaku hanya ingin tertawa jika mendengar ada orang yang menolak Ahok-Djarot gara-gara kasus dugaan penistaan agama.

"Tapi didunia, siapapun yang dizalimi, dihina, diuber-uber itulah yang menjadi pemenang. Aku terpaksa tertawa termehek-mehek seperti kodoknya Pak Joko Widodo yang ada di istana Bogor," katanya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kecewa, Jubir FPI Tuding Gelar Perkara Ahok Sandiwara

Kecewa, Jubir FPI Tuding Gelar Perkara Ahok Sandiwara

News | Selasa, 15 November 2016 | 10:38 WIB

20 Saksi Ahli Ikuti Gelar Perkara Kasus Ahok

20 Saksi Ahli Ikuti Gelar Perkara Kasus Ahok

News | Selasa, 15 November 2016 | 10:14 WIB

Jadi Saksi Ahli, Habib Rizieq Yakin Ahok Bakal Masuk Penjara

Jadi Saksi Ahli, Habib Rizieq Yakin Ahok Bakal Masuk Penjara

News | Selasa, 15 November 2016 | 09:56 WIB

Tak Hadir di Gelar Perkara, Kuasa Hukum Ahok Angkat Bicara

Tak Hadir di Gelar Perkara, Kuasa Hukum Ahok Angkat Bicara

News | Selasa, 15 November 2016 | 08:38 WIB

Ini Pandangan Tim Advokasi MUI Soal Kasus Ahok

Ini Pandangan Tim Advokasi MUI Soal Kasus Ahok

News | Selasa, 15 November 2016 | 03:53 WIB

DPR Akan Absen di Gelar Perkara Kasus Penistaan Agama Ahok

DPR Akan Absen di Gelar Perkara Kasus Penistaan Agama Ahok

News | Senin, 14 November 2016 | 16:19 WIB

FPI Serahkan Dokumen Pendukung Gelar Perkara Ahok

FPI Serahkan Dokumen Pendukung Gelar Perkara Ahok

News | Senin, 14 November 2016 | 11:08 WIB

Ketua MPR Minta Pejabat Petik Pelajaran dari Kasus Ahok

Ketua MPR Minta Pejabat Petik Pelajaran dari Kasus Ahok

News | Minggu, 13 November 2016 | 20:41 WIB

Jokowi: Kalau Sudah Bicara Bantai dan Bunuh, Itu Bukan Islam

Jokowi: Kalau Sudah Bicara Bantai dan Bunuh, Itu Bukan Islam

News | Minggu, 13 November 2016 | 18:32 WIB

Jokowi: Kenapa Konsentrasi Kita Habis di Jakarta?

Jokowi: Kenapa Konsentrasi Kita Habis di Jakarta?

News | Minggu, 13 November 2016 | 18:07 WIB

Terkini

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:57 WIB