200 Korban Longsor Ponorogo Mengungsi ke Sekolah dan Masjid

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 01 April 2017 | 20:30 WIB
200 Korban Longsor Ponorogo Mengungsi ke Sekolah dan Masjid
Bencana longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (1/4).

Suara.com - Sekitar 200 orang lebih warga terdampak longsor di dua dusun, Desa Banaran, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur diungsikan ke pemukiman penduduk yang berada di zona aman sementara proses evakuasi dilakukan.

"Sebagian mengungsi di tenda-tenda darurat, rumah penduduk serta rumah ibadah atau sekolah yang bisa menjadi penampungan sementara," kata Kepala Desa Banaran Sarnu dikonfirmasi di sela proses evakuasi, Sabtu (1/4/2017).

Kendati tidak semua penduduk diungsikan, Sarnu memastikan area terdampak longsor di Dusun Tangkil dan Krajan sementara disterilkan dari segala aktivitas warga kecuali untuk kepentingan evakuasi.

"Empat RT yang terdampak memang tidak semua diungsikan, petugas saat ini terus melakukan pemantauan di lapangan sambil mengantisipasi longsor susulan," ucapnya.

Pantauan di lokasi bencana, warga tampak ditampung di sejumlah rumah-rumah penduduk yang berada di zona aman dari potensi longsor, hingga radius dua kilometer. Di rumah Kades Sarnu, salah satunya, sejumlah warga terlihat beristirahat dan sebagian duduk menunggu di ruang tengah dan emperan rumah yang telah diberi alas tikar/karpet untuk menginap.

Petugas kesehatan juga tampak memberi pertolongan pada seorang warga yang jatuh pingsan diduga akibat syok begitu mengetahui kampung tempat tinggalnya tertimbun longsor dan mengubur sejumlah warga, termasuk anggota keluarganya.

"Anak ini syok karena diberitahu bapak-ibunya ikut hilang, mungkin tertimbun longsor. Sebenarnya keluarga dia selamat. Informasinya yang tidak pas, sehingga dia kaget," ungkapnya.

Dua pengungsi yang ikut menyaksikan detik-detik longsor dan beberapa keluarganya hilang mengaku masih trauma dengan peristiwa yang barusan dialaminya.

"Sempat terdengar ledakan gemuruh seperti suara pesawat saat longsor terjadi," ujar Ismiatun, salah seorang korban selamat.

Sementara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana menghentikan sementara pencarian korban bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Sabtu.

Menurut penjelasan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran pers-nya, penghentian pencarian dilakukan terhitung pukul 16.00 WIB, karena kondisi cuaca hujan dan medan yang labil.

Peristiwa tanah longsor terjadi sekitar pukul 08.00 WIB, saat sebagian warga beraktivitas panen jahe dan sebagian lain di dalam rumah.

Material longsoran memanjang dari bukit sekitar 800 meter, dan tinggi sekitar 20 meter, kemudian 23 rumah terdampak ada yang tertimbun, rusak berat dan sebagian rusak. Kronologi kejadian ditandai oleh bunyi gemuruh pada pukul 07.30 WIB hingga membuat sebagian masyarakat menyelamatkan diri ke tempat lebih aman.

Kemudian pada pukul 08.00 WIB bencana longsor terjadi disertai dengan suara gemuruh menerjang 2 RT (RT 02-03/RW 01) yang terdiri dari 23 rumah penduduk dan ladang masyarakat dengan jumlah jiwa sekitar 50 orang. Sebagian masyarakat berhasil menyelamatkan diri, namun 17 orang luka-luka dan dirawat di Puskesmas Pulung.

Menurut keterangan warga dan BPBD Ponorogo hingga pukul 18.00 WIB, masih ada 27 warga (bukan 26 orang) yang hilang tertimbun material longsor.

"Tanda-tanda longsor sudah diketahui masyarakat sejak 20 hari yang lalu. Hujan deras menyebabkan munculnya retakan-retakan di perbukitan," kata Kades Sarnu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mensos: Segera Kirim Bantuan ke Longsor Ponorogo

Mensos: Segera Kirim Bantuan ke Longsor Ponorogo

News | Sabtu, 01 April 2017 | 19:16 WIB

Wagub Jatim Minta Tambah Alat Berat di Longsor Ponorogo

Wagub Jatim Minta Tambah Alat Berat di Longsor Ponorogo

News | Sabtu, 01 April 2017 | 19:10 WIB

Pencarian Korban Hilang Longsor Ponorogo Dihentikan Sementara

Pencarian Korban Hilang Longsor Ponorogo Dihentikan Sementara

News | Sabtu, 01 April 2017 | 19:03 WIB

Bencana Longsor di Ponorogo

Bencana Longsor di Ponorogo

Foto | Sabtu, 01 April 2017 | 19:00 WIB

Ini Suara yang Terdengar Sebelum Longsor Terjang Ponorogo

Ini Suara yang Terdengar Sebelum Longsor Terjang Ponorogo

News | Sabtu, 01 April 2017 | 17:39 WIB

Korban Hilang Longsor Ponorogo Bertambah, Satu Jasad Ditemukan

Korban Hilang Longsor Ponorogo Bertambah, Satu Jasad Ditemukan

News | Sabtu, 01 April 2017 | 17:33 WIB

11 Orang, Mobil dan Rumah Tertimbun di Longsor Ponorogo

11 Orang, Mobil dan Rumah Tertimbun di Longsor Ponorogo

News | Sabtu, 01 April 2017 | 13:37 WIB

Hujan Deras dan Angin Kencang, Yogyakarta Dilanda Longsor

Hujan Deras dan Angin Kencang, Yogyakarta Dilanda Longsor

News | Selasa, 21 Maret 2017 | 22:13 WIB

Potensi Longsor Bandung Barat Masih Tinggi

Potensi Longsor Bandung Barat Masih Tinggi

News | Minggu, 12 Maret 2017 | 00:01 WIB

Korban Jiwa Longsor Jalur Sumbar-Riau Bertambah

Korban Jiwa Longsor Jalur Sumbar-Riau Bertambah

News | Kamis, 09 Maret 2017 | 23:47 WIB

Terkini

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:35 WIB

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB