Jimly Asshiddiqie Usul Komnas HAM Didesain Ulang

Siswanto, Dwi Bowo Raharjo

Kamis, 13 Juli 2017 | 17:52 WIB
Jimly Asshiddiqie Usul Komnas HAM Didesain Ulang
Jimly Asshiddiqie [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
"Kita nggak punya pilihan, Komnas HAM harus diperbaiki luar dalam," kata Ketua Panitia Seleksi Calon Komisioner Komnas HAM Jimly Asshiddiqie ketika memulai diskusi bertajuk Peran Jurnalis untuk Perlindungan dan Penegakan HAM yang Lebih Baik di restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (13/7/2017).

Pernyataan Jimly berangkat dari ucapan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang mengusulkan agar dilakukan evaluasi terhadap lembaga non struktural. Menurut Fahri beberapa lembaga negara sudah tidak diperlukan karena negara sudah mengalami konsolidasi demokrasi yang baik, di antaranya Komnas HAM dan KPK.

Menurut Jimly Komnas HAM harus diperkuat, bukan dibubarkan karena sangat dibutuhkan negara.

"Kunci kedepan human rights harus kuat. Diperkuat institusinya. Dan kita harus memilih orang uang tepat," kata Jimly. Saat ini, Pansel tengah menyeleksi 28 calon komisoner baru periode 2017-2022.

Ke-28 kandidat nanti akan mengikuti serangkaian tes sampai didapatkan 14 kandidat untuk diajukan ke DPR dan dipilih menjadi tujuh orang.

"Kami simpulkan dalam pleno komnas HAM dan pansel, kita akan pilih 14 nama dari 28. Nantinya (14 nama) akan disetor ke DPR selambat-lambatnya Agustus 2017 atau akhir Juli," kata Jimly.

Jimly yakin tujuh nama yang nanti dipilih DPR semuanya memiliki rekam jejak yang baik. Masyarakat diminta Jimly jangan khawatir.

"Kami optimis, bahwa dari calon yang punya idealisme dia menyadari dia bukan cari kerjaan (di Komnas HAM). Hanya kami, kita nggak boleh salah pilih orang. Ini untuk bangsa dan negara kita. Jangan dianggap sepele keberadaan Komnas HAM," kata dia.

Jimly memastikan tidak ada komisioner titipan.

"Kita nggak usah berpikir harus ada keterwakilan golongan ini itu (di posisi komisioner), nggak boleh ada lagi," kata Jimly.

Jimly mengatakan antusiasme peserta mengikuti seleksi calon anggota Komnas HAM tak sebanyak calon komisioner KPK.

"Kami merasa ada sesuatu yang menarik, Komnas HAM beda dengan KPK, Komnas HAM kekuasaannya nggak ada. Yang kedua, kalau misalnya OJK duitnya banyak sekali, maka peminatnya banyak sekali ada 1.000 lebih. Sedang Komnas HAM duit nggak ada kekuasaan pas-pasan, makanya yang mendafar nggak banyak," kata Jimly.

Lebih jauh, Jimly mengungkapkan anggaran untuk pansel KPK jauh lebih mahal dibandinkan untuk pansel Komnas HAM. Untuk pansel KPK, katanya, anggarannya mencapai Rp5 miliar.

Jimly usul Komnas HAM didesain ulang

Jimly mengakui sering terjadi konflik diinternal komnas. Itu sebabnya, dia mengusulkan agar dilakukan desain ulang.

"Kami akan memilih orang yang bisa memperkuat Komnas HAM dengan mandat yang ada dan UU yang ada," kata dia.

Dia juga mengusulkan agar komisioner Komnas HAM di masa mendatang jangan berasal dari orang yang belum berpengalaman.

"Kalau di dunia keadilan, makin tua semakin jadi. Tapi Komnas HAM saya rasa harunya yang senior-senior. Misal kayak mantan ketua MA, kayak saya, Mahfud MD, tapi kan nggak bisa, kita manfaatkan UU yang ada saja," kata dia.

Jimly berharap Komnas HAM memiliki sekretaris jenderal serta kewenangannya ditambahkan, tidak hanya menangani kasus dan memberikan rekomendasi.

"Kewenangannya ditambah. Kalau mau menuntut juga. Tapi (usulan) ini pasti akan banyak perdebatan. Karena menurut saya tugas menuntut di JPU itu sudah terlalu banyak," kata dia.

"Seharusnya kalau yang ada kaitnya dengan HAM bikin (penuntut) sendiri kayak KPK. Tapi ini masih diskusi. Desain kelembagaan komnas harus dibicarakan," Jimly menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Tragedi Latsarmil Kopdes, Komnas HAM Didesak Investigasi Program Pemerintah Berpotensi Langgar HAM

Tragedi Latsarmil Kopdes, Komnas HAM Didesak Investigasi Program Pemerintah Berpotensi Langgar HAM

News | Senin, 29 Juni 2026 | 14:04 WIB

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:38 WIB

MBG Disebut Langgar HAM, Natalius Pigai Tuding Komnas HAM Tak Paham Aturan

MBG Disebut Langgar HAM, Natalius Pigai Tuding Komnas HAM Tak Paham Aturan

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 22:10 WIB

Legislator Gerindra 'Semprot' Komnas HAM: Sebut MBG Langgar HAM Itu Keliru!

Legislator Gerindra 'Semprot' Komnas HAM: Sebut MBG Langgar HAM Itu Keliru!

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 21:02 WIB

Pigai Bantah MBG Langgar HAM, Sebut Komentar Komnas HAM Sangat Dangkal

Pigai Bantah MBG Langgar HAM, Sebut Komentar Komnas HAM Sangat Dangkal

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 17:59 WIB

Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG

Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:55 WIB

Komnas HAM Desak Sanksi SPPG Terbukti Sebabkan Keracunan MBG

Komnas HAM Desak Sanksi SPPG Terbukti Sebabkan Keracunan MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:03 WIB

Ada Indikasi Kuat Pelanggaran HAM dalam Program MBG

Ada Indikasi Kuat Pelanggaran HAM dalam Program MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 17:51 WIB

Bantah Komnas HAM, Kemen HAM: Revisi UU Justru Perkuat Posisi Lembaga Pengawas

Bantah Komnas HAM, Kemen HAM: Revisi UU Justru Perkuat Posisi Lembaga Pengawas

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:06 WIB

Terkini

30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya

30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:37 WIB

Main Mata Impor Barang KW, Tiga Eks Pejabat Bea Cukai Akhirnya Diseret ke Persidangan Hari Ini

Main Mata Impor Barang KW, Tiga Eks Pejabat Bea Cukai Akhirnya Diseret ke Persidangan Hari Ini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:25 WIB

Pria Bakar Diri Hingga Tewas di Depan Maskar Besar PBB New York

Pria Bakar Diri Hingga Tewas di Depan Maskar Besar PBB New York

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:22 WIB

Jelang MPLS Sekolah Rakyat, Gus Ipul Sampaikan Sejumlah Arahan

Jelang MPLS Sekolah Rakyat, Gus Ipul Sampaikan Sejumlah Arahan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:19 WIB

Bikin Aturan Pilah Sampah, Pramono Malah 'Disidang' Istri di Rumah

Bikin Aturan Pilah Sampah, Pramono Malah 'Disidang' Istri di Rumah

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:14 WIB

Warga Jakarta Kini Bisa Intip Prediksi Polusi 3 Hari ke Depan Lewat Aplikasi JAKI

Warga Jakarta Kini Bisa Intip Prediksi Polusi 3 Hari ke Depan Lewat Aplikasi JAKI

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:04 WIB

Rp 2,23 Triliun Masuk ke Kas Negara dari Rokok yang Dihisap Anak-Anak

Rp 2,23 Triliun Masuk ke Kas Negara dari Rokok yang Dihisap Anak-Anak

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 10:24 WIB

Usai Dirantai dan Dilaporkan Balik, Korban Penyekapan di Senen Kini Jalani Trauma Healing

Usai Dirantai dan Dilaporkan Balik, Korban Penyekapan di Senen Kini Jalani Trauma Healing

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 10:09 WIB

Luka Bakar 47 Persen! Istri Siri Dipaksa Anggota Polisi Buat Sabu hingga Disiram Air Keras

Luka Bakar 47 Persen! Istri Siri Dipaksa Anggota Polisi Buat Sabu hingga Disiram Air Keras

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:30 WIB

Bea Cukai Pakai Jebakan Canggih Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkoba Kuncup Bunga

Bea Cukai Pakai Jebakan Canggih Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkoba Kuncup Bunga

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:08 WIB

×