Polri Dalami Indikasi TPPU Terhadap Direktur First Travel

Adhitya Himawan | Dian Rosmala | Suara.com

Kamis, 10 Agustus 2017 | 13:48 WIB
Polri Dalami Indikasi TPPU Terhadap Direktur First Travel
Anniesa dan Andika Surachman. (Suara.com/Doddy Rosadi)

Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri akan mendalami adanya indikasi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang diduga dilakukan oleh Direktur Utama PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel) Andika Surachman dan Direktur Anniesa Desvitasari.

"Harus (didalami). Kalau indikasi pencucian uang kita dapatkan," ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol, Hery Rudolf Nahak di Kantor Bareskrim Polri, Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (10/8/2017).

Untuk sementara ini, lanjut Rudolf, pihaknya melakukan penyelidikan sesuai dengan laporan dari agen, yaitu terkait penipuan dan penggelapan.

"Otomatis nanti ke arah pencucian uang," ujar Rudolf.

Lebih lanjut, Rudolf mengatakan saat ini pihaknya tengah menghitung dana yang sudah dikumpulkan oleh First Travel dari para calon jamaah.

"Lagi dihitung karena ini jumlah besar. Jadi modelnya dia janji memberikan umroh murah. Dibayar, masuk uang, tapi tidak diberangkatkan," tutur Rudolf.

Sebelumnya, penyidik dari Dirtipidum Bareskrim Polri telah menangkap pasangan suami istri, Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari di kompleks perkantoran Kemenag RI pada Rabu, 8 Agustus 2017 pukul 14.00 WIB.

Sebelum penangkapan terhadap keduanya dilakukan, terlebih dahulu polisi melakukan pendalaman terhadap 11 orang saksi yang terdiri dari agen dan jamaah. Keduanya disangkakan pasal 55 juncto pasal 378, 372 KUHP dan UU nomor 19/2016 ITE.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Diduga Terlibat Kartel Narkoba, Aset Eks Bintang Barca Dibekukan

Diduga Terlibat Kartel Narkoba, Aset Eks Bintang Barca Dibekukan

Bola | Kamis, 10 Agustus 2017 | 08:05 WIB

YLKI Kritik Kebijakan OJK Soal First Travel Setengah Hati

YLKI Kritik Kebijakan OJK Soal First Travel Setengah Hati

Bisnis | Jum'at, 28 Juli 2017 | 13:22 WIB

Basmi Pencucian Uang di Sektor Migas, SKK Migas Gandeng PPATK

Basmi Pencucian Uang di Sektor Migas, SKK Migas Gandeng PPATK

Bisnis | Selasa, 11 Juli 2017 | 20:39 WIB

BNN Rilis Kasus TPPU Narkotika

BNN Rilis Kasus TPPU Narkotika

Foto | Selasa, 13 Juni 2017 | 13:58 WIB

YLKI Terima Ribuan Aduan Terkait Biro Perjalanan Umroh Bermasalah

YLKI Terima Ribuan Aduan Terkait Biro Perjalanan Umroh Bermasalah

News | Senin, 12 Juni 2017 | 18:50 WIB

Cegah Pencucian Uang, Menhub Teken Kesepakatan Dengan PPATK

Cegah Pencucian Uang, Menhub Teken Kesepakatan Dengan PPATK

Bisnis | Jum'at, 09 Juni 2017 | 15:49 WIB

Bachtiar Mengaku Kenal dengan Islahudin

Bachtiar Mengaku Kenal dengan Islahudin

News | Kamis, 16 Februari 2017 | 23:17 WIB

Pegawai BNI Syariah TSK Pencucian Uang Dijerat Pasal Berlapis

Pegawai BNI Syariah TSK Pencucian Uang Dijerat Pasal Berlapis

News | Selasa, 14 Februari 2017 | 11:01 WIB

Kasus Perkara TPPU AKP IL Segera Dilimpahkan

Kasus Perkara TPPU AKP IL Segera Dilimpahkan

News | Minggu, 07 Agustus 2016 | 11:51 WIB

KPK Periksa Petinggi Podomoro Terkait Pencucian Uang Sanusi

KPK Periksa Petinggi Podomoro Terkait Pencucian Uang Sanusi

News | Jum'at, 15 Juli 2016 | 11:09 WIB

Terkini

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:34 WIB

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:26 WIB

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:24 WIB

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:09 WIB

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:04 WIB

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:59 WIB

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:55 WIB

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:48 WIB

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:42 WIB

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:14 WIB