Memutus Belenggu Budaya Pernikahan Dini

Reza Gunadha

Selasa, 21 November 2017 | 01:56 WIB
Memutus Belenggu Budaya Pernikahan Dini
Ilustrasi pernikahan dini. (Shutterstock)

Cibiran juga sering diterima Ruslan dari pasangan yang menuduhnya mempersulit hubungan mereka, tapi Ruslan tetap melangsungkan protes pribadinya itu terhadap praktek pernikahan dini.

Menikah pada usia anak diperkirakan menjadi akar dari sejumlah masalah lain, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), tingginya Angka Kematian Ibu (AKI), perceraian hingga trafficking. Sebelum usia 21 tahun, anak-anak dinilai belum matang secara psikis dan fisik; oleh karena itu pemerintah juga didorong untuk menaikkan usia minim menikah dari 16 tahun menjadi 18 tahun.

Fokus di Lima Provinsi

Program yang diluncurkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) pada awal November yaitu Gerakan Bersama Stop Perkawinan Anak.

Gerakan ini fokus pada masyarakat khususnya di provinsi Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan. Kelima provinsi menjadi lumbung pengantin cilik.

Tujuan gerakan pemerintah itu cukup ambisius, yaitu untuk merubah cara berpikir masyarakat dan menunjukkan bahwa perkawinan anak lebih banyak mudharatnya dibandingkan manfaatnya.

“Kita melakukan pendekatan dari inti permasalahan yaitu dengan menghentikan praktek perkawinan anak. Setelah itu kita bisa membenahi masalah angka kematian ibu dan bayi yang tinggi, meningkatkan kualitas pendidikan dan indeks pembangunan manusia Indonesia,” jelas Lenny Rosalin, Deputi Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak.

Menurut lembaga pendukung kesejahteraan anak UNICEF, memberantas masalah pernikahan usia anak menjadi salah satu PR negara Indonesia untuk mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDG) pada 2030 nanti.

Pendidikan, menurut UNICEF, adalah strategi yang selama ini sukses menurunkan angka perkawinan usia anak secara global.

baca juga

“Kita harus mendukung anak-anak perempuan agar menimba ilmu hingga jenjang tinggi agar memiliki wawasan dan keterampilan memadai untuk mengambil keputusan sendiri. Dengan itu, mereka juga memiliki kesempatan bekerja dan keluar dari kemiskinan,” kata Emilie Minnick, Spesialis Perlindungan Anak di UNICEF Indonesia.

Selain itu, UNICEF juga berkampanye mengakhiri pernikahan usia anak dengan menggerakan anak-anak muda dan mengajak mereka berpartisipasi dalam diskusi di komunitas masing-masing.

Indonesia dalam tiga dekade terakhir mencatat penurunan besar – lebih dari dua kali lipat – dalam prevalensi perkawinan usia anak.

Namun laporan UNICEF/BPS menemukan tren itu cenderung stagnan dan hanya turun tujuh persen dalam tujuh tahun terakhir. Saat ini, angka perkawinan usia anak di Indonesia merupakana salah satu yang tertinggi di kawasan Asia Timur dan Pasifik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Miris, Sejak SMP Perempuan Ini 'Dipaksa' Nikah oleh Orang Tua

Miris, Sejak SMP Perempuan Ini 'Dipaksa' Nikah oleh Orang Tua

Lifestyle | Kamis, 28 September 2017 | 21:44 WIB

Ini Dampak Buruk Perkawinan Usia Anak

Ini Dampak Buruk Perkawinan Usia Anak

Health | Rabu, 27 September 2017 | 18:54 WIB

Khofifah Sesalkan Pernikahan Dibawah Umur Slamet dan Nenek Rohaya

Khofifah Sesalkan Pernikahan Dibawah Umur Slamet dan Nenek Rohaya

News | Rabu, 05 Juli 2017 | 06:58 WIB

Salahkan Medsos, Ortu di Kalsel Nikahkan Anaknya yang Masih Bocah

Salahkan Medsos, Ortu di Kalsel Nikahkan Anaknya yang Masih Bocah

News | Jum'at, 14 April 2017 | 13:38 WIB

Pernikahan Dini Buruk Bagi Kesehatan Ibu dan Anak, Mengapa?

Pernikahan Dini Buruk Bagi Kesehatan Ibu dan Anak, Mengapa?

Health | Jum'at, 17 Maret 2017 | 15:06 WIB

Menikah di Usia Dini, Ini Dampaknya bagi Anak

Menikah di Usia Dini, Ini Dampaknya bagi Anak

Lifestyle | Rabu, 08 Februari 2017 | 13:17 WIB

Ini Mengapa Masih Banyak Pernikahan Dini di Indonesia

Ini Mengapa Masih Banyak Pernikahan Dini di Indonesia

Lifestyle | Selasa, 07 Februari 2017 | 18:35 WIB

Pernikahan Dini di Sulbar Tertinggi di Indonesia

Pernikahan Dini di Sulbar Tertinggi di Indonesia

Lifestyle | Selasa, 07 Februari 2017 | 14:57 WIB

Mayoritas Anak Indonesia Malas Berobat Jalan Saat Sakit

Mayoritas Anak Indonesia Malas Berobat Jalan Saat Sakit

Health | Selasa, 03 Januari 2017 | 01:00 WIB

Ini Gejala Anda Menyesal Menikah Muda

Ini Gejala Anda Menyesal Menikah Muda

Lifestyle | Senin, 19 Desember 2016 | 09:40 WIB

Terkini

Gak Ada yang Gratisan! Agnez Mo Ungkap Hal Gila yang Ia Lakukan Demi Tampil di Reacher

Gak Ada yang Gratisan! Agnez Mo Ungkap Hal Gila yang Ia Lakukan Demi Tampil di Reacher

Entertainment | Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Danantara Housing Expo 2026 Tawarkan Hunian Impian dan Solusi BRI KPR

Danantara Housing Expo 2026 Tawarkan Hunian Impian dan Solusi BRI KPR

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:00 WIB

5 Serum Vitamin C Booster Lokal untuk Mencerahkan Kulit Secara Maksimal

5 Serum Vitamin C Booster Lokal untuk Mencerahkan Kulit Secara Maksimal

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Dua Tahun Meredup Bersama KTM, Enea Bastianini Bakal Bangkit di Trackhouse?

Dua Tahun Meredup Bersama KTM, Enea Bastianini Bakal Bangkit di Trackhouse?

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:55 WIB

Pasar Modern dan Pasar Tradisional, Mana yang Lebih Guyub?

Pasar Modern dan Pasar Tradisional, Mana yang Lebih Guyub?

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:50 WIB

Perbedaan Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif pada Tumbuhan, Lengkap dengan Contoh

Perbedaan Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif pada Tumbuhan, Lengkap dengan Contoh

Tekno | Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:50 WIB

Thailand Terjepit 0-2, Anthony Hudson Sesumbar Bisa Comeback di Markas Vietnam

Thailand Terjepit 0-2, Anthony Hudson Sesumbar Bisa Comeback di Markas Vietnam

Bola | Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:45 WIB

'Nanti Ada Rezekinya Lagi': Mantra Andalan Gen Z saat Uang Telanjur Keluar

'Nanti Ada Rezekinya Lagi': Mantra Andalan Gen Z saat Uang Telanjur Keluar

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:42 WIB

Bejat! Bapak dan Anak Diduga Jadi Pelaku Pencabulan di Lamongan

Bejat! Bapak dan Anak Diduga Jadi Pelaku Pencabulan di Lamongan

Jatim | Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:37 WIB

KRAS Ubah Jalur Distribusi Baja, Biaya Logistik Bisa Turun 12%

KRAS Ubah Jalur Distribusi Baja, Biaya Logistik Bisa Turun 12%

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:36 WIB

×