Polri Ungkap Jaringan Pengedar Sabu-sabu dari Malaysia

Senin, 12 Februari 2018 | 17:12 WIB
Polri Ungkap Jaringan Pengedar Sabu-sabu dari Malaysia
Penggerebekan penyelundupan sabu-sabu. [Suara.com/Welly Hidayat]

Suara.com - Tim Satuan Tugas Polri bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggerebek penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 239,789 kilogram dan 30 ribu pil ekstasi dari Malaysia. Narkoba tersebut  disimpan di sebuah pergudangan di Komplek Harapan Dadap Jaya nomor 36 Gudang E 12, Dadap, Kosambi, Kota Tangerang.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan barang haram tersebut dikendalikan seorang narapidana di sebuah Lembaga Permasyarakatan (Lapas) di Jakarta bernama Indrawan alias Alun. Alun melakukan transaksi dengan menggunakan ponsel dari dalam lapas.

Tito menjelaskan cara kerja Indrawan dengan memberikan perintah kepada pelaku lain bernama Andi dan Joni untuk menjaga gudang tersebut yang berisi narkotika. Saat dilakukan penggerebakan gudang tersebut oleh petugas, ditemukan sabu yang disembunyikan didalam 12 mesin cuci. Dibungkus sebanyak 228 plastik dan pil ekstasi dibungkus dengan enam plastik.

"Itu juga kami amankan pelaku Joni ditangkap di gudang yang menyimpan 12 mesin cuci berisi sabu dan ekstasi. Tak berselang lama Andi ditangkap di Jalan Raya Perancis Dadap, Kosambi Tangerang," kata Tito, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (12/2/2018).

Kemudian Tito memerintahkan untuk dilakukan interogasi terhadap Joni. Dari interogasi, diperoleh informasi bawa penyelundupan dilakukan oleh Warga Negara Malaysia bernama Lim To Hing yang berkomunikasi langsung dengan Indrawan.

Lim To Hing dibekuk oleh polisi saat berada di Teminal Bandara Soekarno Hatta pada Jumat (9/2/2018) sekitar pukul 02.00 WIB.

Ketika, Lim to Hing dibawa untuk menunjukan jaringannya di Dadap, Tanggerang, ternyata Lim melakukan perlawanan dengan mengambil senjata petugas.

"Ketika ditengah jalan dia (pelaku) berusaha merebut senjata api milik polisi, dan berniat kabur. Polisi pun menembak dia. Ketika dilarikan ke rumah sakit dia tewas," ujar Tito

Tito mengatakan sudah berkoordinasi dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly untuk mencegah kejahatan yang berasal dari dalam lapas.

"Saya sudah sampaikan kepada pak Yasonna Laoly untuk mencegah adanya pelaku kejahatan dari dalam lapas. Ini ada beberapa kelemahan di lapas sehingga mereka mendapatkan akses yang mudah melakukan kejahatan lain seperti narkoba dan teroris," kata Tito.

Tito menambahkan dengan para narapidana dapat melakukan komunikasi didalam lapas dengan bebas, mereka berpeluang dapat mengatur kejahatan meski mereka didalam lapas.

"Itu mereka bisa menggunakan ponsel, entah bermain bersama oknum atau lengah. Kami sampaikan ke menkumham dan dirjen lapas untuk mencegah ini semua," ujar Tito.

Selain itu, Tito mengintruksikan kepada jajarannya untuk tegas dalam menindak pengedar narkotika. Meskipun itu dilakukan dengan melumpuhkan para pelaku.

"Tindak tegas pada bandar-bandar narkoba. Kalau lawan tembak mati. Kalau orang asing, melawan dikit tindak tegas tembak," kata Tito.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI