Hanafi Rais: Amien Rais Pernah Diancam Dibunuh

Pebriansyah Ariefana, Dian Rosmala

Rabu, 21 Maret 2018 | 13:28 WIB
Hanafi Rais: Amien Rais Pernah Diancam Dibunuh
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais mengklarifikasi pencatutan namanya dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan yang melibatkan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, di Jakarta, Jumat (2/6).

Suara.com - Putra Amien Rais, Hanafi Rais angkat bicara perihal komentar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Amien sebelumnya mengkritik program bagi-bagi sertifikat tanah Presiden Joko Widodo.

Jokowi dituding membohongi rakyat. Menurut Hanafi, pernyataan ayahnya tak ada yang keliru.

Amien dan semua kader PAN memang doyan mengkritik setiap kebijakan pemerintah yang dinilai tak berkeadilan. Makanya, kata Hanafi, Amien sering mendapat teror.

"Bahkan dulu juga pernah diancam dibunuh, diteror juga. Pernah fisik langsung ke rumah waktu itu. Ya awal-awal pemerintah Pak Jokowi ini kan," kata Hanafi di DPR, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Wakil Ketua Komisi I DPR itu menegaskan tidak akan mengubah sikap kritis terhadap kebijakan pemerintah. Meski mendapat reaksi berlebihan dari pihak di luar PAN.

"Kritik Pak Amien yang disampaikan hari Minggu lalu karena menyuarakan suara silent majority yang selama ini, sebenarnya rindu keadilan terkait kepemilikan lahan," ujar Hanafi.

Hanafi mengatakan program bagi-bagi sertifikat tanah kepada rakyat oleh pemerintah bukanlah sesuatu yang baru. Melaikan sudah menjadi kewajiban yang mesti dijalankan.

Namun, program tersebut justru digambarkan kepada publik, seolah-olah pemerintah sedang berbaik hati kepada rakyatnya dengan membagi-bagikan sertifikat tanah secara gratis.

"Kalau mau land reform gampang. Mereka yang punya perusahaan tambang, sawit dan sebagainya itu, dihentikan saja. Diambil alih oleh negara, lalu dibagikan rata ke masyarakat. Itu baru land reform, reformasi agraria," kata Hanafi.

baca juga

"Jadi kalau ada yang merasa panas terkait kritik kepemilikan lahan ini, ya bisa jadi jangan-jangan penguasa lahan ini yang terganggu," sindir Hanafi.

Ia menyarankan pemerintah tak mudah tersulut jika dikritik. Apalagi jika kritik itu disampaikan berdasar latar belakang.

"Diterima baik-baik saja gitu dan tidak usah ditanggapi ancaman, teror, dan intimidasi yang lain. Itu namanya berarti mengkhianati demokrasi yang selama ini kita bangun," tutur Hanafi.

"Jadi jangan merusak demokrasi yang sudah dihasilkan karena jerih payah mahasiswa dan masyarakat pascareformasi karena bisa jadi, bisa berbalik sendiri," tambah Hanafi.

Sebelumnya, Luhut beraksi keras atas tuding Amien. Ia meminta agar Ketua Dewan Kehormatan PAN tidak banyak bicara mengenai kesalahan pemerintah. Alasan Luhut, Amien pun punya banyak kesalahan di masa lalu.

Bahkan, Luhut ancam akan membuka dosa-dosa Amien jika tak berhenti mencari-cari kesalahan pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ramalan Indonesia Bubar 2030, Pengamat: Pemimpin Harus Optimis

Ramalan Indonesia Bubar 2030, Pengamat: Pemimpin Harus Optimis

News | Rabu, 21 Maret 2018 | 08:45 WIB

Luhut Mau Cari 'Dosa' Amien Rais, Fadli Zon: Arogansi Kekuasaan

Luhut Mau Cari 'Dosa' Amien Rais, Fadli Zon: Arogansi Kekuasaan

News | Selasa, 20 Maret 2018 | 20:04 WIB

Partai Gerindra Bela Amien Rais yang Kritik Jokowi 'Ngibul'

Partai Gerindra Bela Amien Rais yang Kritik Jokowi 'Ngibul'

News | Selasa, 20 Maret 2018 | 17:38 WIB

Soal Jokowi 'Ngibul Pakai Sertifikat', Fahri Dukung Amien Rais

Soal Jokowi 'Ngibul Pakai Sertifikat', Fahri Dukung Amien Rais

News | Selasa, 20 Maret 2018 | 15:46 WIB

PDIP dan Golkar Sepakat Presiden Tak Perlu Cuti untuk Berkampanye

PDIP dan Golkar Sepakat Presiden Tak Perlu Cuti untuk Berkampanye

News | Selasa, 20 Maret 2018 | 14:56 WIB

Terkini

Menlu Sugiono Terima Menlu Maxim, Bahas Pesiapan Kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia

Menlu Sugiono Terima Menlu Maxim, Bahas Pesiapan Kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:09 WIB

Ironi Galian Maut Manggarai: Proyek Cegah Tawuran, Tapi Renggut Nyawa Anak

Ironi Galian Maut Manggarai: Proyek Cegah Tawuran, Tapi Renggut Nyawa Anak

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:57 WIB

Aktivis 98 Kritik Manajemen Politik Prabowo: Lamban, Bikin Rumit Situasi

Aktivis 98 Kritik Manajemen Politik Prabowo: Lamban, Bikin Rumit Situasi

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:53 WIB

Dudung Takziah ke Rumah Peserta SPPI yang Meninggal, Pastikan Pelatihan Fisik Dihapus!

Dudung Takziah ke Rumah Peserta SPPI yang Meninggal, Pastikan Pelatihan Fisik Dihapus!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:47 WIB

Amankan 10 Orang dalam OTT, KPK Minta Bupati dan Sekda Kuansing Serahkan Diri

Amankan 10 Orang dalam OTT, KPK Minta Bupati dan Sekda Kuansing Serahkan Diri

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:41 WIB

7 Alasan Hakim Andi Nilai Nadiem Makarim Seharusnya Divonis Bebas

7 Alasan Hakim Andi Nilai Nadiem Makarim Seharusnya Divonis Bebas

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:39 WIB

Bekerja di Pub Belum Tentu Korban TPPO, Polisi Buru Pelaku Lain Kasus Eltras

Bekerja di Pub Belum Tentu Korban TPPO, Polisi Buru Pelaku Lain Kasus Eltras

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:39 WIB

Belajar dari Jepang hingga Belanda, Calon Manajer KDMP Butuh Skill Bisnis, Bukan Retret Fisik

Belajar dari Jepang hingga Belanda, Calon Manajer KDMP Butuh Skill Bisnis, Bukan Retret Fisik

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:31 WIB

Sasar Anak Main HP Depan Rumah, Penjambret di Kalideres Jual Curian Buat Beli Sabu!

Sasar Anak Main HP Depan Rumah, Penjambret di Kalideres Jual Curian Buat Beli Sabu!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:22 WIB

Tak Terima Kliennya Divonis 10 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Nadiem Akan Laporkan Majelis Hakim ke KY

Tak Terima Kliennya Divonis 10 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Nadiem Akan Laporkan Majelis Hakim ke KY

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:17 WIB

×