Kapolri Ungkap Sebab Kasus Teror Novel Baswedan Sulit Diungkap

Reza Gunadha, Nikolaus Tolen

Jum'at, 20 Juli 2018 | 02:00 WIB
Kapolri Ungkap Sebab Kasus Teror Novel Baswedan Sulit Diungkap
Kapolri Jendral Muhammad Tito Karnavian (kiri) menjelaskan kepada awak media terkait teroris di Mako Brimob Kelapa Dua, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (16/7/2018). (Suara.com/Supriyadi)

Suara.com - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengungkapkan penyebab kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan belum selesai hingga saat ini.

Menurutnya, kasus yang menyebabkan kedua mata Penyidik senior KPK tersebut rusak, karena  termasuk dalam pola 'hit and run'. Di mana dilakukan dalam sekejap lalu pelakunya melarikan diri, sama seperti pelaku bom molotov.

"Ini juga yang terjadi dengan kasus saudara Novel Baswedan. Ini kan 'hit and run' yang sangat cepat, lempar terus pergi," kata Tito saat rapat kerja dengan Komisi III di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Ia menuturkan, untuk mengungkapkan kasus-kasus yang masuk dalam pola 'hit and run' sangat sulit dibandingkan dengan kasus yang besar, seperti bom Surabaya atau bom Bali. Pasalnya, kalau peristiwa besar seperti itu banyak jejak yang ditinggalkan.

Namun, terhadap kasus Novel ini, Polri mengalami kesulitan, meskipun sudah melakulan banyak hal seperti memeriksa puluhan saksi dan bukti-bukti seperti CCTV yang ada di lokasi kejadian.

"Bahkan sekarang sudah melibatkan instansi pengawas, mulai dari Kompolnas, Ombudsman, Komnas HAM, kemudian tim yang dibentuk oleh KPK sendiri, kemudian tim yang bekerjasama dengan kepolisian, tetapi belum juga (terungkap pelakunya)," katanya.

Mantan Kapolda Metro Jaya tersebut mengatakan, pihaknya akan terus bekerja keras. Sebab, bukan hanya kasus Novel Baswedan saja yang mengalami hal serupa.

Dia mencontohkan, kasus bom kedutaan Filipina yang terjadi pada tahun 2000 namun baru terungkap tahun 2003 setelah terjadi bom Bali.

Padahal, kasus tersebut digangani oleh Tito sendiri. Kemudian kasus pembunuhan suami istri di Kalimantan Barat yang hingga kini belum juga terungakap.

baca juga

"Kami akan tetap berusaha agar terungkap, karena semakin cepat, ini juga mengurangi beban polisi," kata Tito.

Tito mengatakan, untuk mengungkap kasus besar mudah karena ada alatnya, yakni signature. Namun, kejadian yang bomnya semakin mudah dibuat, maka semakin sulit diungkapkan.

"Sebaliknya, makin mudah bom dibuat semakin sulit, seperti bom molotov tinggal kasih minyak, masuk kasih sumbu, lempar, kemudian naik motor pergi, itu yang potensi pelakunya banyak sekali," katanya.

"Dan ada kasus molotov lain yang terjadi seperti di kedutaan besar Myanmar, waktu lagi ramai masalah Rohingya, ini saya tadi tanya ke kapolda, belum terungkap juga. Lalu ada kasus putra dari salah satu Kapolres di bacok, terjadi 6-7 bulan lalu, sampai sekarang belum juga terungkap, kenapa? Karena 'hit and run,'" tandas Tito.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rapat di DPR, Polri Ungkap Tiga Ancaman Keamanan Saat Asian Games

Rapat di DPR, Polri Ungkap Tiga Ancaman Keamanan Saat Asian Games

Sport | Kamis, 19 Juli 2018 | 20:36 WIB

Fraksi Gerindra Keluar dari Ruangan saat Rapat dengan Kapolri

Fraksi Gerindra Keluar dari Ruangan saat Rapat dengan Kapolri

News | Kamis, 19 Juli 2018 | 16:58 WIB

Selama Pilkada 2018, Polri Proses 25 Kasus Politik Uang

Selama Pilkada 2018, Polri Proses 25 Kasus Politik Uang

News | Kamis, 19 Juli 2018 | 15:38 WIB

Kapolri: 270 Terduga Teroris Ditangkap, 20 Tewas Ditembak

Kapolri: 270 Terduga Teroris Ditangkap, 20 Tewas Ditembak

News | Kamis, 19 Juli 2018 | 15:14 WIB

Mabes Polri : Bachtiar Nasir Pelintir Ucapan Kapolri

Mabes Polri : Bachtiar Nasir Pelintir Ucapan Kapolri

News | Rabu, 18 Juli 2018 | 17:44 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×