Survei Alvara: Jokowi Masih Ungguli Prabowo

Reza Gunadha | Dian Rosmala | Suara.com

Jum'at, 03 Agustus 2018 | 21:12 WIB
Survei Alvara: Jokowi Masih Ungguli Prabowo
Presiden Joko Widodo menyambangi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediamannya, di Hambalang, Bogor, Senin (31/10). (Antara)

Suara.com - Elektabilitas Presiden Joko Widodo masih mengungguli elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Keduanya digadang-gadang akan bertarung kembali di Pilpres 2019.

Kondisi tersebut berdasarkan hasil survei lembaga Alvara Research Center yang dirilis di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (3/8/2018).

Menurut Chief Research Officer Alvara, Harry Nugroho, hingga kekinian, dari sisi popularitas dan elektabitas, Jokowi dan Prabowo menduduki posisi tertinggi jika dibandingkan dengan sejumlah nama lain yang disebut-sebut berpotensi untuk maju sebagai capres di Pilpres 2019.

Harry menerangkan, berdasarkan hasil survei mereka, dari sisi popularitas, Joko Widodo meraih 97,7 persen, dengan top of mind 58,0 persen. Sedangkan untuk Prabowo yaitu 96,8 persen dengan top of mind 33,5 persen.

"Sementara untuk elektabilitas Jokowi mencapai 48,4 persen dan Prabowo mendapat 32,2 persen," kata Harry di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (3/8/ 2018).

Harry mengatakan, kalau dibandingkan dengan hasil survei Alvara sebelumnya, elektabilitas Jokowi maupun Prabowo mengalami peningkatan.

"Elektabilitas Jokowi itu sebelumnya di angka 46,8 persen. Tapi sekarang 48,4  persen. Menariknya lagi, untuk kenaikan Prabowo cukup tinggi, dari 27,2 persen menjadi 32,2 persen," ujar Harry.

Sedangkan untuk kandidat di luar dua tokoh tersebut, menurut Harry, belum ada yang menonjol. Elektabilitas para kandidat di luar Jokowi dan Prabowo masih sangat rendah.

Lebih lanjut, Harry juga mengatakan, dari berbagai simulasi kontestasi melawan kandidat mana pun, Jokowi belum dapat terkalahkan.

"Artinya peluang Jokowi untuk terpilih kembali menjadi presiden lebih tinggi dibandingkan kandidat lainnya," kata Harry.

Namun demikian, ia mengingat, Jokowi perlu memperhatikan aspek kepuasan publik meskipun tingkat kepuasan publik pada kinerja Jokowi dan wakilnya, Jusuf Kalla mengalami kenaikan 75,6 persen.

"Tapi perlu diingat juga, kepuasan publik terhadap kesejahteraan tenaga kerja, penyediaan lapangan kerja, kemiskinan, masih rendah di antara aspek-aspek lain," kata Harry.

Survei dilakukan secara nasional pada tanggal 20 sampai 28 Juli 2018. Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 1142 responden berusia 17 tahun ke atas.

Sampel diambil di seluruh provinsi di Indonesia, dengan jumlah sampel setiap provinsi proporsional terhadap jumlah penduduk. Adapun  margin of error sebesar 2,95 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Besok Pendaftaran Capres, Rumah Prabowo Didatangi Amien Rais

Besok Pendaftaran Capres, Rumah Prabowo Didatangi Amien Rais

News | Jum'at, 03 Agustus 2018 | 20:51 WIB

Sudah Pulih, Kahiyang Ayu Belum Mau Pulang dari Rumah Sakit

Sudah Pulih, Kahiyang Ayu Belum Mau Pulang dari Rumah Sakit

News | Jum'at, 03 Agustus 2018 | 18:04 WIB

Partai Berkarya Beri Sinyal Dukung Eks Kakak Ipar Tommy Soeharto

Partai Berkarya Beri Sinyal Dukung Eks Kakak Ipar Tommy Soeharto

News | Jum'at, 03 Agustus 2018 | 17:46 WIB

PA 212 Ungkap Dugaan Rekayasa Capres-Cawapres Ijtimak GNPF Ulama

PA 212 Ungkap Dugaan Rekayasa Capres-Cawapres Ijtimak GNPF Ulama

News | Jum'at, 03 Agustus 2018 | 17:33 WIB

Perkenalkan, Sedahmirah Nasution Cucu Kedua Presiden Jokowi

Perkenalkan, Sedahmirah Nasution Cucu Kedua Presiden Jokowi

News | Jum'at, 03 Agustus 2018 | 17:20 WIB

Terkini

Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara

Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:24 WIB

MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat

MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:22 WIB

Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis

Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:18 WIB

Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol

Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:14 WIB

Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya

Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:11 WIB

WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil

WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:05 WIB

Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim

Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:59 WIB

Israel Hari Ini: Ancaman Roket Hizbullah hingga Serangan Lebah dan Cuaca Ekstrem

Israel Hari Ini: Ancaman Roket Hizbullah hingga Serangan Lebah dan Cuaca Ekstrem

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:57 WIB

Predator Berkedok Jas Almamater: Mengapa Kampus Elite Gagal Melindungi Korban Kekerasan Seksual?

Predator Berkedok Jas Almamater: Mengapa Kampus Elite Gagal Melindungi Korban Kekerasan Seksual?

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:55 WIB

Lahan Sengketa di Tanah Abang, Ahli Waris Pakai Verponding Lawan Kementerian PKP

Lahan Sengketa di Tanah Abang, Ahli Waris Pakai Verponding Lawan Kementerian PKP

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:50 WIB