Fahri Hamzah: Jabatan Wakil Presiden Hanya Ban Serep

Bangun Santoso | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Selasa, 07 Agustus 2018 | 15:19 WIB
Fahri Hamzah: Jabatan Wakil Presiden Hanya Ban Serep
Fahri Hamzah. (Suara.com/Yosea Arga Pramudita)

Suara.com - Politisi Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah merasa heran dengan suasana politik yang terus meributkan soal sosok calon wakil presiden. Baik itu cawapres Joko Widodo (Jokowi) maupun Prabowo Subianto. Fahri menilai sosok wakil presiden hanya sebagai ban serep.

Fahri Hamzah mengatakan, tugas cawapres hanya sekedar membantu pekerjaan seorang presiden. Ia menyebut tugas seorang wapres tidaklah begitu penting karena semua pekerjaannya di bawah kewenangan presiden.

"Perlu orang tahu cawapres itu embel-embel, cawapres itu adalah ban serep. Cawapres itu pembantu presiden, kalau nggak dikasih kewenangan sama presiden dia nggak ada apa-apa," kata Fahri Hamzah di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Selasa (7/8/2018).

Ia pun membandingkan anggaran jabatan wakil presiden lebih rendah dibandingkan anggaran jabatan para menteri.

"Anggaran Mendikbud Rp 80 triliun, anggaran Menhan atau kepolisian Rp 40 triliun atau ada yang Rp 60 triliun. Berapa anggarannya wapres? Paling Rp 20 miliar setahun, karena dia sebenarnya nggak pegang (kewenangan) itu, yang punya kewenangan itu presiden," ujar Fahri Hamzah.

Ia pun kebingungan dengan pihak-pihak yang masih meributkan sosok cawapres. Malah Fahri menginginkan seluruhnya untuk fokus kepada sosok calon presiden. Sebab, ia melihat belum ada capres yang membuatnya greget.

"Belum ada yg sangat greget lah, masih. Jadi ditinjau berbagai besarnya persoalan kita itu belum ada yang berbicara kuat untuk menentukan arah kita yang benar. Harusnya kita tagih orang itu suruh bicara dari sekarang apa idenya," ujar Fahri Hamzah.

Akan tetapi, ia menyampaikan permohonan maafnya kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla. Meskipun begitu, ia tetap menilai jabatan wapres tidak memiliki kewenangan dalam pemerintahan.

"Mohon maaf kayak Pak JK, dalam lima tahun ini kan cuma dijadiin embel-embel saja. Nggak ada itu yang dia bisa eksekusi, presidennya ke mana dia ke mana," pungkas Fahri Hamzah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Mau Daftar Capres, 9 Sekjen Duluan Kumpul di KPU

Jokowi Mau Daftar Capres, 9 Sekjen Duluan Kumpul di KPU

News | Selasa, 07 Agustus 2018 | 15:14 WIB

Bertemu Prabowo, Ulama GNPF Ingin Ustaz Abdul Somad Jadi Cawapres

Bertemu Prabowo, Ulama GNPF Ingin Ustaz Abdul Somad Jadi Cawapres

News | Selasa, 07 Agustus 2018 | 14:36 WIB

Umumkan Cawapres, Besok atau Kamis Jokowi Kumpulkan Koalisi

Umumkan Cawapres, Besok atau Kamis Jokowi Kumpulkan Koalisi

News | Selasa, 07 Agustus 2018 | 14:04 WIB

Sah! Ustaz Somad Dicalonkan Jadi Cawapres Prabowo di Pilpres 2019

Sah! Ustaz Somad Dicalonkan Jadi Cawapres Prabowo di Pilpres 2019

News | Selasa, 07 Agustus 2018 | 13:00 WIB

PAN Gelar Rakernas Tentukan Capres - Cawapres Kamis, 9 Agustus

PAN Gelar Rakernas Tentukan Capres - Cawapres Kamis, 9 Agustus

News | Selasa, 07 Agustus 2018 | 11:51 WIB

Terkini

Dugaan Skandal Aset Sitaan Rp40 Miliar, Jaksa Watch Laporkan Kejati Jambi ke KPK

Dugaan Skandal Aset Sitaan Rp40 Miliar, Jaksa Watch Laporkan Kejati Jambi ke KPK

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:30 WIB

Hasto PDIP: Kritik ke Jokowi Dulu Ternyata Benar, Prabowo Jangan Antikritik

Hasto PDIP: Kritik ke Jokowi Dulu Ternyata Benar, Prabowo Jangan Antikritik

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:25 WIB

BNI Pastikan Proses Pengembalian Dana Aek Nabara Sesuai Perkembangan Penyidikan

BNI Pastikan Proses Pengembalian Dana Aek Nabara Sesuai Perkembangan Penyidikan

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:07 WIB

Bantah Ramal Indonesia Bakal Chaos, JK: Itu Said Didu, Bukan Saya

Bantah Ramal Indonesia Bakal Chaos, JK: Itu Said Didu, Bukan Saya

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:35 WIB

Catat! Ini 7 Rumah Sakit di Jawa Tengah yang Layani Visum Gratis bagi Korban Kekerasan

Catat! Ini 7 Rumah Sakit di Jawa Tengah yang Layani Visum Gratis bagi Korban Kekerasan

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:31 WIB

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:27 WIB

Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung

Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:19 WIB

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:07 WIB

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

News | Minggu, 19 April 2026 | 08:04 WIB

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

News | Sabtu, 18 April 2026 | 22:00 WIB