Selawat di Kelab Malam, Kiai Nyentrik Sering Ajak PSK ke Ponpes

Reza Gunadha

Selasa, 11 September 2018 | 20:14 WIB
Selawat di Kelab Malam, Kiai Nyentrik Sering Ajak PSK ke Ponpes
Seorang kyai kondang bernama Gus Miftah Habiburrahman tengah ramai diperbincangkan setelah video dirinya saat mengumandangkan selawat di salah satu kelab malam. (ist)

Suara.com - Pengkhotbah Gus Miftah Habiburrahman menjadi buah bibir, setelah video dirinya berceramah dan berselawat di hadapan perempuan pemandu karaoke di kelab malam Boshe Bali, Kamis (6/9) pekan lalu, menjadi polemik.

Satu sisi, ada pihak yang menilai baik Gus Miftah berceramah di tempat tersebut. Tapi di lain sisi, ada pula yang menilai Gus Miftah tak layak mengumandangkan selawat di tempat tersebut.

Gus Miftah sendiri merupakan kiai pengelola Pondok Pesantren Ora Aji, di Tundan, Puromartwani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Suara.com mengunjungi ponpes kiai nyentrik tersebut, Selasa (11/9/2018). Di ponpes tersebut, Suara.com ditemui Aris Rohmanto, salah satu pengurus.

“Pesantren ini berdiri 2011. Dulunya, kawasan ini masih hutan bambu. Abah (Gus Miftah) yang merintis,’’ ujar Aris.

Ia menjelaskan, nama Ora Aji dipilih langsung oleh Gus Miftah. Secara filosofis, nama itu bermakna bahwa manusia tidak ada harganya di hadapan Tuhan kecuali kadar keimanan serta ketaqwaan.

Pondok Pesantren Ora Aji, di Tundan, Puromartwani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, yang dikelola Gus Miftah Habiburrahman, Selasa (11/9/2018). [Suara.com/Abdus Somad]
Pondok Pesantren Ora Aji, di Tundan, Puromartwani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, yang dikelola Gus Miftah Habiburrahman, Selasa (11/9/2018). [Suara.com/Abdus Somad]

“Itu Abah yang memberi nama. Agar kadar keimanan dan ketaqwaan manusia berharga di hadapan Allah, bisa dicapai melalui pendidikan agama di ponpes,” jelasnya.

Terhitung sudah hampir enam tahun ponpes itu berdiri. Para santri kebanyakan adalah mahasiswa di Yogyakarta, seperti dari Universitas Gajah Mada, Universitas Islam negeri Sunan Kalijaga, dan universitas swasta.

“Abah buka ponpes ini gratis, tidak ada pungutan sepeser pun. Total ada 70 santri maupun santriwati,” tuturnya.

baca juga

Tidak hanya mengelola pesantren, Gus Miftah juga dikenal sering melakukan dakwah di kafe, bahkan di lokasi prostitusi legendaris Yogyakarta, yakni Pasar Kembang atau beken disebut Sarkem.

Mural di Pondok Pesantren Ora Aji, di Tundan, Puromartwani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, yang dikelola Gus Miftah Habiburrahman, Selasa (11/9/2018). [Suara.com/Abdus Somad]
Mural di Pondok Pesantren Ora Aji, di Tundan, Puromartwani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, yang dikelola Gus Miftah Habiburrahman, Selasa (11/9/2018). [Suara.com/Abdus Somad]

“Beliau pernah berdakwah dan mengayomi preman-preman, PSK Sarkem, kafe-kafe di Yogakarta. Tak hanya itu, mereka juga sering diundang ke pondok pesantren,” tuturnya.

Menurut Aris, Gus Miftah tidak mencari popularitas dengan berdakwah di tempat-tempat seperti itu. Ia mengatakan, cara dakwah seperti itu adalah warisan para wali era dulu.

“Ibaratnya menyapu itu kan di tempat kotor. Lampu juga dinyalakan di tempat gelap. Kasih tongkat kepada yang buta. Kasih baju kepada orang yang tak memakai baju.  Abah melakukan itu sudah puluhan tahun. Di lokalisasi Sarkem juga puluhan tahun,’’ ungkap Aris.

Mural di Pondok Pesantren Ora Aji, di Tundan, Puromartwani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, yang dikelola Gus Miftah Habiburrahman, Selasa (11/9/2018). [Suara.com/Abdus Somad]
Mural di Pondok Pesantren Ora Aji, di Tundan, Puromartwani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, yang dikelola Gus Miftah Habiburrahman, Selasa (11/9/2018). [Suara.com/Abdus Somad]

Mengenai berkhotbah dan berselawat di kelab malam, Aris juga menyatakan Gus Miftah memunyai filosofinya sendiri.

“Intinya begini, orang-orang yang bekerja di tempat biasa belum tentu mau mendengarkan ceramah apalagi berselawat. Tapi orang-orang yang pekerjaannya dianggap tak lazim bisa berselawat, bagaimana penilaiannya? Ini memotivasi,” tuntasnya.

Kontributor : Abdus Somad

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Viral Kyai Ceramah di Klub Malam Ajak Perempuan Seksi Selawat

Viral Kyai Ceramah di Klub Malam Ajak Perempuan Seksi Selawat

News | Selasa, 11 September 2018 | 13:45 WIB

Pascaditangkap Densus 88, Istri AS Mengaku Tak Ada Kabar

Pascaditangkap Densus 88, Istri AS Mengaku Tak Ada Kabar

News | Selasa, 11 September 2018 | 08:03 WIB

Hotel Grand Ambarrukmo Yogyakarta, Hotel Modern Dekat Bandara

Hotel Grand Ambarrukmo Yogyakarta, Hotel Modern Dekat Bandara

Lifestyle | Sabtu, 08 September 2018 | 20:00 WIB

Roy Suryo Ngaku Pernah Dikirim Kemenpora Barang 1 Kontainer

Roy Suryo Ngaku Pernah Dikirim Kemenpora Barang 1 Kontainer

News | Rabu, 05 September 2018 | 12:20 WIB

Terkini

Ribuan Pelayat Ayatollah Khamenei Kibarkan Bendera Merah, Serukan Balas Dendam

Ribuan Pelayat Ayatollah Khamenei Kibarkan Bendera Merah, Serukan Balas Dendam

News | Senin, 06 Juli 2026 | 00:59 WIB

Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup

Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:00 WIB

Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng

Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:10 WIB

Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia

Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 18:03 WIB

Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang

Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:55 WIB

LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!

LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:50 WIB

Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya

Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:45 WIB

Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!

Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:58 WIB

'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku

'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:50 WIB

Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV

Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:36 WIB

×