Belgian Blue Jadi Harapan Baru Swasembada Daging Sapi Nasional

Fabiola Febrinastri

Kamis, 20 September 2018 | 08:38 WIB
Belgian Blue Jadi Harapan Baru Swasembada Daging Sapi Nasional
Sapi Belgian Blue yang dikembangkan Kementan. (Dok: Kementan)

Suara.com - Pemandangan berbeda terlihat dari lereng Gunung Salak, tepatnya di salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, yakni Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang, Bogor. Puluhan sapi jenis unggul Belgian Blue dilepas di padang penggembalaan.

Sejak dikembangbiakkan di Indonesia pada 2016, sapi-sapi raksasa ini digadang-gadang menjadi masa depan swasembada sapi di Indonesia.

Sampai September 2018, telah ada 43 ekor kelahiran sapi Belgian Blue yang berhasil dikembangbiakkan, baik dari hasil inseminasi buatan maupun hasil transfer embrio. Bahkan pada 10 September 2018, telah lahir pedet kelima hasil transfer embrio yang diberi nama Bimasakti.

Sapi Belgian Blue yang dikembangkan Kementan. (Dok: Kementan)
Sapi Belgian Blue yang dikembangkan Kementan. (Dok: Kementan)

Anak sapi jenis kelamin jantan itu lahir dengan berat 55 kg.

"Bimasakti adalah pedet kelima jenis Belgian Blue murni, keturunan pejantan Folon De Cras Avernas dan induk Judy Van Daisel. Sebelumnya ada Gatot Kaca, Belgian Blue murni yang lahir pada Juni 2017, lalu ada Srikandi (betina), Denur (jantan), dan Arimbi (betina)," kata Sugiono, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak saat berkunjung ke BET Cipelang, Bogor, Rabu (19/9/2018).

Program pengembangan sapi jenis ras baru Belgian Blue ini merupakan instruksi Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, sebagai upaya pemenuhan kebutuhan daging dan bibit sapi unggul nasional. Belgian Blue memang bukan sapi biasa, pertambahan bobot badannya  bisa mencapai 1 - 1,5 kg. Sejak dicanangkan, Kementan menargetkan kelahiran 1.000 pedet Balgian Blue pada 2019, baik melalui inseminasi buatan maupun transfer embrio.

"Saat ini, kami masih menunggu kelahiran pedet-pedet Belgian Blue lainnya, karena berdasarkan informasi dari masing-masing UPT, pada tiga bulan ke depan, mulai Oktober, November dan Desember 2018, merupakan bulan-bulan yang dinanti untuk kelahiran," ucap Sugiono.

Ia menambahkan, sapi yang dilaporkan bunting dari hasil transfer embrio saat ini sudah ada 126 ekor, sedangkan sapi yang bunting hasil inseminasi saat ini sebanyak 145 ekor. Ia berharap, pedet-pedet Belgian Blue tersebut dapat lahir dengan selamat dan meramaikan keanekaragaman jenis sapi di Indonesia.

Saat ini, pengembangan sapi Belgian Blue masih bersifat tertutup di 11 UPT lingkup Kementerian Pertanian, dengan beberapa kajian yang dilakukan oleh peneliti dan tim pakar pendukung. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama antara Ditjen PKH, Badan Litbang Pertanian, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, dan perguruan tinggi.

Seribu Cara untuk Seribu Belgian Blue
Pada kesempatan yang sama, Kepala BET Cipelang, Oloan Parlindungan, menyampaikan, pengembangbiakkan Belgian Blue dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya dengan transfer embrio.

Dengan komposisi darah 100 persen Belgian Blue, metode ini menghasilkan jenis Belgian Blue murni.  Kemudian sapi yang merupakan hasil persilangan dengan sapi eksotik/lokal dengan semen beku memiliki komposisi darah 50 persen Belgian Blue disebut sapi persilangan.

Sapi Belgian Blue yang dikembangkan Kementan. (Dok: Kementan)
Sapi Belgian Blue yang dikembangkan Kementan. (Dok: Kementan)

"Cara lain terus dikembangkan, seperti mengawinkan kembali sapi Belgian Blue 50 persen ini dengan menggunakan semen beku Belgian Blue untuk menghasilkan sapi Belgian Blue dengan komposisi darah 75 persen. Lalu dilakukan kawin suntik lagi dengan semen beku Belgian Blue untuk menghasilkan pedet komposisi darah Belgian Blue 87,5 persen, demikian seterusnya," beber Oloan.

Ia menambahkan, sapi-sapi keturunan Belgian Blue yang telah mencapai dewasa mulai dicoba untuk produksi semen dan produksi embrionya. Untuk pengembangannya ke seluruh Indonesia, bibit Belgian Blue ini akan disebar ke masyarakat peternak setelah mendapat rekomendasi dari komisi bibit.

"Sapi jantan hasil transfer embrio akan digunakan sebagai pejantan untuk diambil semennya, sedangkan sapi betina akan digunakan sebagai sapi donor (pemberi embrio) untuk diproduksi embrionya," ungkap Oloan.

Saat ini, BET Cipelang merupakan satu-satunya UPT Ditjen PKH Kementan yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana untuk produksi embrio dan telah dilakukan uji coba untuk memproduksi embrio sapi-sapi donor, baik dari sapi lokal maupun eksotik dengan semen beku Belgian Blue.

Uji coba produksi embrio dengan semen beku Belgian Blue dilakukan pada sapi donor Simmental, Limousin, Angus, Madura, Bali, PO dan Aceh.

"Saat ini, BET Cipelang telah mampu menghasilkan embrio sapi persilangan (Belgian Blue 50 persen dan 75 persen) sebanyak 27 embrio. Embrio dihasilkan sesuai dengan SNI embrio, dan mengacu pada standar IETS (International Embryo Transfer Society). Sementara untuk embrio dengan komposisi darah 75 persen akan dicoba transfer pada sapi resipien (penerima embrio) untuk memastikan kelahiran anaknya, apakah dapat lahir secara normal ataukah harus melalui operasi caesar," ujarnya.

Oloan mengatakan, jika anak keturunan BB dengan komposisi darah 75 persen dapat lahir secara normal, maka dimungkinkan sapi dengan komposisi darah Belgian Blue 75 persen dapat dikembangkan lebih banyak lagi di masyarakat. Selain itu, sapi resipien yang melahirkan pedet Belgian Blue melalui operasi caesar dapat dibuntingkan kembali, setelah kondisi reproduksinya normal.

Demikian juga dengan sapi donor yang melahirkan pedet BB, juga dapat diproduksi embrionya kembali.

"Dengan demikian, populasi sapi keturunan Belgian Blue di Indonesia akan semakin banyak dan pemenuhan kebutuhan protein akan dapat menjadi kenyataan dalam waktu yang tidak lama lagi. Target seribu sapi Belgian Blue di 2019 terus diupayakan," ujar Oloan.

Sejauh ini, percobaan persilangan sapi Belgian Blue dengan sapi Aceh, Madura dan sapi Bali juga dilakukan dengan cara melakukan produksi embrio dari sapi-sapi tersebut dengan menggunakan semen Belgian Blue. Hasilnya, produksi embrio dengan donor sapi Bali dan semen Belgian Blue belum menunjukkan keberhasilan, sedangkan donor sapi Aceh lebih responsif ketika dilakukan produksi embrio.

"Uji coba produksi embrio sapi Aceh dengan semen BB menghasilkan dua embrio layak transfer. Kedua embrio tersebut langsung ditransferkan pada sapi resipien jenis Limousin dan FH, dan berhasil lahir secara normal pada bulan Mei dan Juni 2018," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Inilah 4 Resep Rendang Daging Sapi yang  Gurih dan Empuk!

Inilah 4 Resep Rendang Daging Sapi yang Gurih dan Empuk!

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:00 WIB

Harga Cabai Turun, Daging Ayam dan Sapi Malah Naik di Pasar Tradisional

Harga Cabai Turun, Daging Ayam dan Sapi Malah Naik di Pasar Tradisional

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 08:35 WIB

Konsumsi Daging Orang RI Ternyata Masih Rendah

Konsumsi Daging Orang RI Ternyata Masih Rendah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:05 WIB

Lebih Empuk! 5 Cara Mengolah Daging Sapi agar Tidak Alot

Lebih Empuk! 5 Cara Mengolah Daging Sapi agar Tidak Alot

Your Say | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:15 WIB

Harga Cabai Meledak, Telur dan Daging Sapi Ikut Bikin Dompet Menjerit

Harga Cabai Meledak, Telur dan Daging Sapi Ikut Bikin Dompet Menjerit

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:53 WIB

Gak Perlu Presto! Ini 5 Trik Rahasia Merebus Daging Sapi Jadi Super Empuk dalam Sekejap

Gak Perlu Presto! Ini 5 Trik Rahasia Merebus Daging Sapi Jadi Super Empuk dalam Sekejap

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 15:00 WIB

Daging Sapi Supaya Cepat Empuk Dikasih Apa? Ini Cara Mudahnya Tanpa Harus Direbus

Daging Sapi Supaya Cepat Empuk Dikasih Apa? Ini Cara Mudahnya Tanpa Harus Direbus

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 15:25 WIB

6 Resep Olahan Daging Kurban Selain Sate, Cocok Dimakan Saat Cuaca Panas

6 Resep Olahan Daging Kurban Selain Sate, Cocok Dimakan Saat Cuaca Panas

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:40 WIB

Harga Cabai dan Daging Sapi Kompak Naik Jelang Iduladha, Beras Premium Justru Turun

Harga Cabai dan Daging Sapi Kompak Naik Jelang Iduladha, Beras Premium Justru Turun

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:34 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai dan Daging Sapi Kompak Merangkak Naik, Beras hingga Telur Justru Turun

Harga Pangan Hari Ini: Cabai dan Daging Sapi Kompak Merangkak Naik, Beras hingga Telur Justru Turun

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:33 WIB

Terkini

Bicara Boleh Biasa, Perform yang Menentukan: Jago MC ala Ongky Hojanto

Bicara Boleh Biasa, Perform yang Menentukan: Jago MC ala Ongky Hojanto

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:40 WIB

Atasi Dampak Kekeringan, BBWS Serayu Opak Pasok Air Bersih ke Sejumlah Titik Rawan di Jateng dan DIY

Atasi Dampak Kekeringan, BBWS Serayu Opak Pasok Air Bersih ke Sejumlah Titik Rawan di Jateng dan DIY

Jogja | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:35 WIB

Max Havelaar! Novel Legendaris Pelajaran SMA yang Mengguncang Belanda

Max Havelaar! Novel Legendaris Pelajaran SMA yang Mengguncang Belanda

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Gubernur Khofifah Beri Kado Kemerdekaan HUT ke-81 RI: Bebaskan Pajak Daerah, Ringankan Beban Warga

Gubernur Khofifah Beri Kado Kemerdekaan HUT ke-81 RI: Bebaskan Pajak Daerah, Ringankan Beban Warga

Jatim | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:22 WIB

Kabinet Bayangan: Dana MBG di Pos Pendidikan Korbankan Nasib Guru dan Sekolah

Kabinet Bayangan: Dana MBG di Pos Pendidikan Korbankan Nasib Guru dan Sekolah

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:21 WIB

5 Low pH Cleanser Lokal yang Aman untuk Kulit Sensitif, Cuma Rp30 Ribuan!

5 Low pH Cleanser Lokal yang Aman untuk Kulit Sensitif, Cuma Rp30 Ribuan!

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Cushion Skintific Paling Bagus yang Mana? Ini Perbedaan Kemasan Biru, Pink, Hijau, dan Gold

Cushion Skintific Paling Bagus yang Mana? Ini Perbedaan Kemasan Biru, Pink, Hijau, dan Gold

Lifestyle | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Menemukan Ruang Sunyi dalam Selamat Menunaikan Puisi Karya Joko Pinurbo

Menemukan Ruang Sunyi dalam Selamat Menunaikan Puisi Karya Joko Pinurbo

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Air Mawar Viva Bisa Mencerahkan Wajah? Cek Klaimnya dan Review Pengguna

Air Mawar Viva Bisa Mencerahkan Wajah? Cek Klaimnya dan Review Pengguna

Lifestyle | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:45 WIB

Alarm Buat KPK! Eks Penyidik Desak Perketat Pengawasan Usai Pegawai Bocorkan Kasus

Alarm Buat KPK! Eks Penyidik Desak Perketat Pengawasan Usai Pegawai Bocorkan Kasus

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:37 WIB

×